JNEWS – Sejak bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh, akhir November silam. pemerintah lewat Kementerian Kesehatan terus menerjunkan personel untuk membantu dan menolong masyarakat terdampak bencana. Salah satunya dengan menerjunkan Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK).
Sampai saat ini, para Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Kementerian Kesehatan terus memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana. Selain mendatangi langsung ke lokasi-lokasi terdampak bencana, mereka juga melayani warga dan pekerja yang tinggal dan beraktivitas di hunian sementara (huntara).
Dokter Relawan TCK Kemenkes, dr. Yuliana Nur Islami, menjelaskan sebagian besar pasien yang datang merupakan pekerja di sekitar huntara yang telah beraktivitas di lapangan selama kurang lebih satu bulan dengan keluhan kesehatan yang relatif serupa.
“Sebagian besar pasien mengeluhkan batuk, pilek, nyeri tenggorokan, serta pegal-pegal otot. Keluhan ini banyak dialami oleh para pekerja di sekitar huntara yang sudah cukup lama bekerja di lapangan,” ujarnya.
Selain pelayanan pemeriksaan dan pengobatan, tim relawan juga melakukan upaya promotif dan preventif. Masyarakat mendapatkan obat-obatan sesuai indikasi medis, vitamin C, obat cacing, serta pembagian masker bagi anak-anak maupun orang dewasa.
dr. Yuliana menambahkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan mulai meningkat, terutama karena pelayanan yang diberikan bersifat gratis dan mudah diakses.
“Masyarakat di sekitar huntara sudah mulai sadar memanfaatkan fasilitas kesehatan gratis ini. Bahkan ada warga yang merasa kaget karena pelayanan kesehatan yang nyaman dan lengkap dapat diperoleh tanpa biaya,” tambahnya.
Kehadiran relawan TCK Kemenkes dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat dan pekerja di huntara. Melalui pelayanan kesehatan terpadu ini, Kementerian Kesehatan RI berharap kondisi kesehatan masyarakat di hunian sementara tetap terjaga sehingga proses pemulihan pascabencana dapat berjalan secara optimal. *
Baca juga: JNE Gratiskan Ongkir Bantuan Obat Dinkes DIY bagi Korban Banjir Sumatera












