Resmi Dibuka, Tarif Transjakarta Blok M-Bandara Soetta Hanya Rp 3.500

transjakarta blok m-bandara soetta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi meluncurkan layanan TransJabodetabek rute SH2 yang menghubungkan Terminal Blok M dengan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

JNEWS – Layanan Transjabodetabek yang menghubungkan Terminal Blok M dengan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) resmi diluncurkan. Peluncuran dilakukan di Terminal Blok M, Jakarta Selatan baru-baru ini oleh Gubernur DKI, Pramono Anung.

Layanan baru Transjabodetabek ini untuk menekan angka penggunaan kendaraan pribadi menuju bandara. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, masyarakat yang memanfaatkan Bandara Soekarno-Hatta tercatat sekitar 54,9 juta setiap tahunnya.

Dengan rute Transjabodetabek ini, diharapkan bisa mengurangi beban lalu lintas kendaraan menuju Bandara Soekarno-Hatta. “Hari ini kita memulai sesuatu yang baru yang ditunggu oleh masyarakat, yaitu untuk meresmikan layanan Transjabodetabek Blok M-Bandara Soekarno-Hatta,” ujar Pramono.

Untuk menyambut masa mudik Idul Fitri, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun menetapkan tarif sebesar Rp 3.500 yang akan berlaku selama tiga bulan pertama. Selanjutnya akan dilakukan evaluasi tarif, mengingat beban subsidi yang terlalu besar.

“Karena memang bebannya terlalu berat dan juga subsidinya terlalu besar, kami akan menaikkan angkanya, range-nya antara Rp 10.000 sampai dengan Rp 15.000. Kami akan putuskan setelah memberikan tiket ataupun rute dengan harga Rp 3.500 selama 3 bulan,” jelasnya.

Meski nantinya ada kenaikan tarif, Pramono optimistis layanan ini tetap menjadi primadona masyarakat karena harganya yang jauh lebih terjangkau dibandingkan moda transportasi lainnya. Pramono mencontohkan tarif transportasi lain seperti shuttle Damri yang sebesar Rp 80.000, taksi konvensional sekitar Rp 217.000, dan transportasi daring yang sekitar Rp 127.000 – Rp 155.000.

Layanan rute ini mengoperasikan 14 unit bus dengan spesifikasi khusus. Berbeda dengan bus reguler, armada ini menggunakan desain low deck untuk memudahkan akses dan dilengkapi dengan area penyimpanan koper di dalam bus.

Armada ini beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB dengan total 23 titik pemberhentian. Sedangkan waktu tunggu bus antara 10 sampai dengan 20 menit, dengan estimasi perjalanan sekitar 121 menit. Pemprov DKI menargetkan layanan terbaru ini bisa mengangkut penumpang sekitar 1.900-2.000 orang per hari. *

Baca juga: Kabar Gembira, Layanan Transportasi Publik di Jakarta Gratis di Hari Lebaran

Exit mobile version