JNEWS – Restoran jepang tidak hanya soal sushi dan ramen. Di balik menunya, ada berbagai cara makan yang membuat setiap tempat terasa berbeda.
Ada yang menyajikan hidangan satu per satu langsung dari tangan chef, ada yang memasak di depan tamu, ada juga yang menghadirkan suasana santai untuk berbagi piring kecil bersama teman.
Perbedaan ini bukan sekadar gaya hidup, tetapi bagian dari budaya makan yang sudah lama berkembang di Jepang.
Ragam Pengalaman di Restoran Jepang
Setiap restoran Jepang punya cara sendiri dalam menyajikan makanan dan membangun suasana. Berikut beberapa konsep yang umum ditemui dan membentuk pengalaman makan yang berbeda-beda.
1. Sushi Bar
Sushi bar merupakan bagian restoran Jepang yang fokus menyajikan sushi, umumnya dengan konsep dapur terbuka. Pengunjung duduk di depan meja panjang, sementara chef menyiapkan sushi langsung di hadapan mereka. Ikan dipotong, nasi dibentuk, lalu disajikan satu per satu.
Ada beberapa jenis pengalaman yang ditawarkan di sini. Yang pertama adalah sushi bar tradisional yang menawarkan pola penyajian yang runtut. Salah satu restoran Jepang yang mengangkat konsep ini dan sangat terkenal adalah Sukiyabashi Jiro di Tokyo dan Sushi Nakazawa di New York.
Ada juga sushi bar modern yang suasananya lebih kasual dan mengikuti selera global, kadang memadukan teknik Jepang dengan sentuhan lain. Nobu, misalnya, menggabungkan pengaruh rasa Peru dalam sajian Jepangnya. Ada juga tempat seperti Sushi Saito di Tokyo.
Sementara itu, ada juga sistem kaiten-zushi. Di konsep ini, sushi diletakkan di atas conveyor belt dan bergerak mengelilingi meja. Pengunjung tinggal mengambil piring yang diinginkan. Sistem ini cepat dan praktis, dengan harga yang biasanya dibedakan berdasarkan warna piring. Jaringan seperti Genki Sushi dan Sushiro dikenal luas dengan konsep tersebut.

2. Omakase
Di omakase, keputusan pemilihan menu diserahkan sepenuhnya kepada chef. Tamu datang dan duduk, lalu menikmati rangkaian hidangan yang sudah disusun sesuai urutan tertentu. Biasanya dimulai dari rasa yang ringan, lalu perlahan naik ke rasa yang lebih kaya atau lebih kuat.
Setiap hidangan hadir dalam porsi kecil, tapi jumlahnya cukup banyak. Menu akan menyesuaikan bahan yang tersedia hari itu. Itu sebabnya tak ada pengalaman omakase yang akan sama persis.
Salah satu restoran Jepang paling terkenal di Amerika yang mengangkat konsep omakase adalah Masa. Dikenal dengan harga yang sangat premium, Chef Masa Takayama menghadirkan omakase dengan bahan impor berkualitas tinggi.
Baca juga: Apa Itu Omakase? Pengalaman Makan Eksklusif ala Jepang
3. Teppanyaki
Teppanyaki adalah teknik memasak khas Jepang yang menggunakan pelat besi datar sebagai alat utama. Kata ini berasal dari teppan yang berarti pelat besi dan yaki yang berarti dipanggang atau ditumis.
Chef akan memasak bahan-bahannya langsung di depan tamu. Daging, seafood, dan sayuran dipotong lalu dimasak satu per satu di atas meja khusus yang menyatu dengan area duduk. Nasi goreng dan mi goreng gaya Jepang juga sering disajikan sebagai pelengkap. Hasilnya disajikan dalam keadaan panas dan segar.
Beberapa tempat yang dikenal dengan konsep teppanyaki antara lain jaringan restoran Jepang Benihana di Amerika Serikat dengan pertunjukan chef yang atraktif. Di Jepang, ada Ukai-Tei, juga Misono, yang sering disebut sebagai salah satu pelopor gaya teppanyaki modern.

4. Izakaya
Izakaya adalah tempat makan dan minum khas Jepang yang konsepnya santai, mirip pub. Orang datang utamanya bukan untuk makan, tapi untuk nongkrong sambil minum bir, sake, atau chūhai.
Untuk menu makanan yang disajikan umumnya bukan makanan besar, tetapi pilihannya cukup beragam. Yang umum dipesan misalnya seperti yakitori, sashimi, karaage, oden, sampai tempura. Porsinya cukup untuk dimakan bersama teman-teman.
Banyak karyawan kantoran mampir ke izakaya untuk sekadar melepas penat sebelum pulang. Konsep duduknya santai. Ada yang menyediakan kursi konter untuk tamu sendiri, meja biasa untuk kelompok, sampai ruang tatami dengan alas tikar tradisional. Ada juga yang berkonsep tachi-nomi, yaitu minum sambil berdiri.
Beberapa restoran Jepang terkenal dengan konsep ini antara lain Torikizoku, jaringan izakaya yang populer karena harga menunya yang terjangkau. Ada juga Tsubohachi, yang sudah lama dikenal dan memiliki banyak cabang dengan menu klasik yang lengkap. Untuk konsep yang lebih modern, Uoshin Nogizaka di Tokyo cukup dikenal karena fokus pada hidangan laut segar.

5. Kaiseki
Kaiseki mirip fine dining, tetapi dengan fokus pada detail penyajian. Hidangannya kecil-kecil dan disusun dalam urutan tertentu. Banyak orang menyebut kaiseki sebagai bentuk kuliner paling formal di Jepang.
Salah satu ciri utama kaiseki adalah penggunaan bahan musiman. Ikan, sayur, hingga hiasan di piring biasanya dipilih sesuai waktu dalam setahun. Bahkan jenis mangkuk atau wadah yang dipakai bisa disesuaikan dengan nuansa musim tersebut.
Urutan penyajiannya sudah fixed, tidak boleh diubah sesukanya. Dimulai dari hidangan pembuka ringan, lalu sup, sashimi, hidangan panggang atau kukus, sampai makanan penutup. Totalnya bisa enam sampai belasan sajian kecil.
Secara garis besar, ada dua jenis kaiseki. Cha-kaiseki adalah versi yang lebih sederhana dan awalnya disajikan sebelum upacara minum teh. Fungsinya untuk mengganjal perut tanpa membuat tamu terlalu kenyang sebelum menikmati teh. Sementara itu, kaiseki-ryori lebih mewah dan biasa disajikan dalam acara khusus yang sifatnya formal, dan diawali dengan minum sake bersama.
Kaiseki umumnya disajikan di ryokan, yaitu penginapan tradisional Jepang. Selain itu, juga bisa dinikmati di beberapa restoran terkenal. Misalnya seperti Kikunoi di Kyoto, yang sudah lama menjadi rujukan untuk pengalaman kaiseki klasik. Ada juga Hyotei, restoran Jepang di Kyoto yang sudah berdiri ratusan tahun. Di Tokyo, Nihonryori RyuGin sering disebut karena menyajikan kaiseki dengan teknik modern tanpa meninggalkan akar tradisinya.
6. Robatayaki
Robatayaki, sering disingkat robata, adalah cara memasak khas Jepang dengan memanggang bahan makanan di atas arang panas. Teknik ini akan menghasilkan aroma smokey yang kuat.
Bahan yang dipakai antara lain ikan, seafood, daging, atau sayuran. Bahan bisa ditusuk seperti sate atau diletakkan langsung di atas panggangan arang, biasanya menggunakan arang binchotan yang panasnya stabil. Metode ini sudah lama dikenal di Jepang, terutama di daerah pesisir.
Pengalaman makannya juga jadi bagian penting dari robatayaki. Area panggangan ditempatkan di tengah atau di depan konter, sehingga tamu bisa melihat langsung prosesnya. Tidak ada atraksi seperti di teppanyaki, tetapi ada kesan akrab karena jarak antara chef dan tamu cukup dekat.
Beberapa restoran Jepang yang dikenal dengan konsep robatayaki antara lain Gonpachi di Tokyo, yang populer dengan pilihan robata yang lengkap. Ada juga Inakaya di Tokyo, yang terkenal dengan penyajian menggunakan dayung kayu panjang dari dapur ke meja tamu.
Baca juga: 14 Makanan Khas Jepang yang Paling Terkenal di Dunia dan Wajib Dicoba
Restoran jepang menawarkan lebih dari sekadar menu, karena setiap konsep membawa cara makan dan suasana yang berbeda. Memahami ragamnya membantu melihat bahwa pengalaman di satu tempat bisa terasa sangat berbeda dengan yang lain, meskipun sama-sama menyajikan hidangan Jepang.












