JNEWS – Para karyawan JNE yang beragama Kristiani dan tergabung dalam Persekutuan Oikumene (PO) JNE menggelar perayaan Paskah 2026. Perayaan dengan tema ‘Tumbuh dalam Kasih dan Harapan’ ini digelar di Panti Asuhan Pondok Kasih Agape. Tidak hanya berbagi kasih dan kebahagiaan, JNE juga memberikan donasi berupa uang.
Sekitar 79 anak penghuni Panti Asuhan Pondok Kasih Agape, yang berlokasi di kawasan Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara, tampak ceria dan penuh antusias saat rombongan PO JNE yang dipimpin oleh Direktur JNE Chandra Fireta datang berkunjung bersama Pendeta Peter Law, Sabtu (10/5/2026) siang.
Rangkaian acara yang dipimpin Pendeta Peter Law diawali dengan ibadah, persembahan lagu-lagu pujian yang dibawakan bersama anak-anak penghuni panti dan kemudian khotbah dan ditutup dengan doa.
Menurut Chandra Fireta, perayaan Paskah yang digelar oleh JNE setiap tahun dan dilakukan dengan cara berbagi, merupakan bentuk pendewasaan dan pengembangan dari nilai-nilai sosial yang telah ditanamkan oleh para pendiri JNE, yakni Berbagi, Memberi dan Menyantuni. “Ini berkat dan karunia serta anugerah yang sangat besar dari Tuhan yang diberikan kepada JNE. Harapannya, JNE terus bisa berbagi, yang juga sebagai bentuk ketaatan dan terima kasih kepada Tuhan,” ujarnya.

Chandra mengaku bersyukur, karena JNE terus bertumbuh dan kemudian bisa berbagi kepada banyak pihak yang membutuhkan. “Paskah harus menjadi momentum untuk kebangkitan, terus bekerja keras dan meningkatkan kebaikan kepada sesama. Kepada para karyawan JNE yang merayakan Paskah di mana pun berada, saya mengucapkan Selamat Merayakan Paskah 2026,” ucap Chandra Fireta saat ditemui JNEWS di sela-sela acara.
Sementara itu, Pendeta Peter Law menyatakan rasa senangnya bisa kembali ikut dalam kegiatan berbagi kebahagiaan kepada para penghuni panti yang dilakukan JNE. “Saya bangga bisa merayakan Paskah bersama anak-anak yang dikasihi Tuhan. Harapannya dengan kedatangan JNE bisa memberikan kekuatan dan motivasi kepada anak-anak agar tetap semangat menyongsong masa depan,” ujarnya.
Ia pun tak lupa mengapresiasi JNE yang selama ini menjunjung tinggi nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika, di mana semua agama hidup berdampingan dan semuanya bekerja keras untuk memajukan perusahaan. “Saya sudah lama mengenal JNE, keberagaman dijunjung tinggi. Hari ini juga beberapa pejabat JNE yang non-Kristiani juga ikut hadir. Itu semua membuat saya bangga dengan JNE,” tambahnya.
Baca juga: Badal Haji: Bakti Ksatria JNE Ini untuk Ibunda Tercinta
Sementara itu, salah satu pengasuh panti, Sharon, berterima kasih kepada JNE yang telah peduli pada pantinya. “Di sini ada sekitar 79 anak asuh yang mayoritasnya berasal dari Indonesia bagian timur. Mereka anak-anak dari keluarga tidak mampu atau sudah menjadi anak yatim. Kami mengurus dan menyekolahkannya supaya nantinya bisa hidup mandiri,” terangnya.
Panti Asuhan Pondok Kasih Agape sendiri sudah berdiri sejak 2005 dan sudah meluluskan banyak alumni. Pada perayaan Natal para alumni tersebut biasanya datang ke panti untuk menengok adik-adiknya. “Terima kasih JNE yang telah merayakan Paskah di sini, keceriaan dan kabahagiaan anak-anak adalah doa bagi JNE. Semoga ke depannya JNE semakin berjaya,” ungkap Sharon.
Doba (14 tahun), salah seorang anak asuh panti yang berasal dari Nabire, Papua, mengaku senang karena JNE telah datang ke pantinya. “Sangat senang ada JNE di sini. Saya tadi dapat kue, cokelat dan makanan. Terima kasih JNE, saya dan teman-teman mendoakan JNE agar semakin sukses,” ujarnya penuh ceria. “Saya merasa betah di sini, sudah 3 tahun saya tinggal di panti,” tutup Doba.*