JNEWS – Sektor pariwisata di setiap daerah, tidak bisa dilepaskan dengan geliat ekonomi para pelaku UMKM lokal. Seperti yang ada di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau di mana sektor pariwisata dan UMKM terus tumbuh.
Untuk itu Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong penguatan keterhubungan antara sektor pariwisata dan UMKM agar pertumbuhan industri wisata memberikan manfaat ekonomi yang semakin luas bagi pemilik usaha lokal di Bintan.
Komitmen tersebut disampaikan Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik, Reghi Perdana, saat berkunjung ke Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau baru-baru ini.
Menurut Reghi, kemajuan sektor pariwisata perlu diikuti dengan semakin besarnya keterlibatan UMKM dalam rantai nilai industri wisata, sehingga peningkatan kunjungan wisatawan dapat berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan usaha masyarakat.
“Pariwisata memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi UMKM sebagai bagian dari ekosistemnya. Hotel, resort, restoran, pusat oleh-oleh, hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan menjadi ruang yang semakin luas bagi pemasaran produk UMKM lokal,” ungkapnya.
Data Pemerintah Kabupaten Bintan menunjukkan daerah tersebut memiliki 55 hotel dan resort serta 219 destinasi wisata yang terdiri atas 131 objek wisata alam, 54 wisata kuliner, 14 wisata religi, 10 sentra cendera mata, lima wisata budaya, tiga wisata pendidikan, dan dua wisata pertanian. Selain itu, terdapat 223 pemilik usaha yang bergerak di 11 subsektor ekonomi kreatif.
Potensi tersebut didukung oleh pertumbuhan kunjungan wisatawan yang terus meningkat. Hingga Mei 2026, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bintan mencapai 109.090 orang atau meningkat 38,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, kunjungan wisatawan domestik tercatat sebanyak 339.425 orang atau tumbuh 15,17 persen.
“Oleh karena itu, UMKM perlu terus meningkatkan kualitas produk, kapasitas usaha, dan daya saing agar mampu memanfaatkan peluang tersebut secara optimal sekaligus menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri pariwisata,” jelas Reghi.
Baca juga: Pulau Penyengat: Jejak Kesultanan Melayu yang Masih Terawat di Kepulauan Riau
Guna memperkuat ekosistem tersebut, Kementerian UMKM terus memperluas berbagai program pemberdayaan melalui pendampingan usaha, sertifikasi, akses pembiayaan, digitalisasi, pelatihan, inkubasi bisnis, serta pengembangan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) di Kabupaten Bintan.
Sementara itu, Bupati Bintan, Roby Kurniawan menyampaikan pihaknya meningkatkan daya saing kawasan Bintan melalui pembangunan infrastruktur, promosi, peningkatan sumber daya manusia, dan pengembangan destinasi wisata berkelanjutan yang diperkuat program unggulan One Village One Destination, Event, Product, serta pemberdayaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) berbasis masyarakat.
“Kami berharap dukungan pemerintah pusat terus diperkuat agar Bintan semakin kompetitif sebagai destinasi wisata unggulan nasional maupun internasional. Dengan infrastruktur, promosi, dan aksesibilitas yang semakin baik, kami optimistis sektor pariwisata akan memberikan manfaat ekonomi yang semakin besar bagi masyarakat,” tandasnya. *
