JNEWS – Industri kakao nasional terus dikembangkan demi memenuhi permintaan yang terus meningkat. Kakao sendiri adalah bahan baku utama pembuat cokelat dan salah satu komoditas unggulan Indonesia. Untuk itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing industri kakao nasional.
Salah satunya diwujudkan melalui ‘Program Cocoa Doctor’. Program ini dirancang mencetak SDM yang kompeten sebagai agen perubahan dalam pengembangan ekosistem kakao Indonesia, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
“Penguatan industri kakao tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk menjawab berbagai tantangan, mulai dari peningkatan produktivitas dan kualitas bahan baku, penguatan kapasitas sumber daya manusia, penerapan prinsip keberlanjutan, hingga peningkatan daya saing industri pengolahan dan produk kakao nasional,” ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji baru-baru ini.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kemenperin menelurkan Program Cocoa Doctor merupakan hasil kolaborasi Kemenperin dengan FAST Project dari United Nations Development Programme (UNDP). Program ini juga yang mendapat dukungan dari United Kingdom Foreign, Commonwealth & Development Office (UK FCDO), serta Cocoa Academy PT Mars Symbioscience Indonesia.
Menperin Sarmuji berharap, sinergi yang terbangun dapat menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat ekosistem industri kakao nasional. “Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program dan aksi bersama yang memberikan dampak nyata bagi petani, pelaku usaha, dan industri kakao nasional,” tegasnya.
Baca juga: Potensi Menjanjikan Limbah Daun Nanas Jadi Bahan Baku Industri
Sepanjang 2026, Program Cocoa Doctor menargetkan pelatihan bagi 100 peserta. Hingga awal Oktober 2026, sebanyak 70 peserta telah mengikuti pelatihan, sementara 30 peserta lainnya dijadwalkan menjalani pelatihan pada 20 Oktober hingga 11 November 2026.
Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, serta penerapan praktik keberlanjutan dalam pengelolaan kakao. Para lulusan Cocoa Doctor diharapkan mampu menerapkan sekaligus menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh kepada petani dan pelaku usaha di daerah masing-masing. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh peserta pelatihan, tetapi juga dapat memberikan dampak lebih luas terhadap peningkatan kualitas dan produktivitas kakao nasional. *
