Stasiun Gambir akan Dikembangkan sebagai Pusat Hospitality

stasiun gambir

Foto: Istimewa

JNEWS – PT KAI akan mengembangkan Stasiun Gambir agar ruang stasiun lebih produktif dan memberi manfaat lebih luas. Stasiun yang berada di jantung Jakarta ini dikelola agar mendukung layanan pelanggan, membuka ruang bagi tenant dan memperkuat aktivitas ekonomi, serta menciptakan peluang kerja langsung dan pendukung.

Menurut Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba, kawasan Gambir memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan Monas, kawasan pemerintahan, perkantoran, hotel, ruang publik, serta akses transportasi lanjutan. “Gambir adalah pintu perjalanan Kereta Api jarak Jauh (KAJJ) sekaligus teras kedatangan di pusat Jakarta. Karena itu, pengembangannya kami arahkan sebagai ruang hospitality dan leisure agar pelanggan dapat menunggu perjalanan dengan nyaman, makan, berbelanja, mengakses layanan perjalanan, serta melanjutkan aktivitas ke pusat kota,” ujarnya.

Berdasarkan data tenant yang ada di Stasiun Gambir 2026, terdapat 132 area/titik komersial yang telah tersewa, terdiri dari 67 space dan 65 open space. Space merupakan ruang komersial yang digunakan untuk outlet atau layanan tertentu, sedangkan open space merupakan titik pemanfaatan ruang terbuka untuk kebutuhan layanan, promosi, mesin layanan, parkir, atau aktivitas komersial lain.

Tenant yang hadir di Gambir mencakup kuliner, kedai kopi, minimarket, ritel, toko oleh-oleh, toko buku, lounge, loker, hotel transit, pod, ATM, vending machine, parkir, media luar ruang, serta layanan pendukung perjalanan. Keberadaan tenant tersebut menunjukkan bahwa Gambir telah memiliki ekosistem ekonomi yang hidup dan dibutuhkan pelanggan.

Data pelanggan juga memperlihatkan kuatnya basis mobilitas di Gambir. Pada 2022, Stasiun Gambir melayani sekitar 5,7 pelanggan. Sedangkan pada 2025 tercatat 6,1 juta pelanggan. “Pada Semester I 2026 ini, Gambir telah melayani sekitar 3,2 juta pelanggan, terdiri dari 1,6 juta pelanggan berangkat dan 1,5 juta pelanggan tiba,” jelas Anne.

Arus pelanggan sebesar itu, lanjut Anne, membutuhkan layanan pendukung yang memadai. Pelanggan membutuhkan ruang tunggu yang nyaman, pilihan makanan dan minuman, ritel kebutuhan perjalanan, layanan informasi, akses transportasi lanjutan, serta ruang yang ramah bagi keluarga. “Optimalisasi Gambir kami arahkan agar aset stasiun bekerja lebih produktif. Pelanggan mendapat pengalaman yang lebih nyaman, mitra usaha mendapat ruang tumbuh, tenaga kerja terserap, dan kawasan sekitar Monas semakin hidup dengan aktivitas yang tertata,” tandasnya. *

Baca juga: Selama Libur Sekolah Wisata Kota Tua Jakarta Meningkat Tajam

Exit mobile version