JNEWS – Stonehenge Inggris merupakan monumen megalitik prasejarah yang berada di Salisbury Plain, Wiltshire. Situs ini diperkirakan dibangun secara bertahap mulai sekitar 3000 SM hingga 1600 SM pada masa Neolitikum dan Zaman Perunggu.
Hingga kini, situs kuno ini masih dikenal sebagai salah satu peninggalan purbakala paling terkenal di dunia karena susunan batu-batu raksasanya yang tetap berdiri kokoh selama ribuan tahun.
Nilai sejarah dan arkeologinya pun diakui secara internasional. Pada 1986, UNESCO menetapkan kawasan ini sebagai Situs Warisan Dunia karena dianggap penting dalam sejarah, kehidupan, dan kebudayaan masyarakat kuno.
Fakta-Fakta Menarik Stonehenge Inggris yang Misterius

Stonehenge sudah lama memancing rasa penasaran para peneliti maupun wisatawan. Selain usianya yang mencapai ribuan tahun, monumen ini juga menyimpan berbagai fakta menarik. Berikut beberapa fakta yang membuat situs prasejarah ini tetap menarik untuk dipelajari hingga sekarang.
1. Dibangun Selama sekitar 1.500 Tahun
Situs ini tidak dibangun sekaligus. Para arkeolog memperkirakan pembangunannya berlangsung bertahap, mulai sekitar 3000 SM hingga 1600 SM. Selama periode itu, bentuk dan susunan monumen terus mengalami perubahan.
Baca juga: Buckingham Palace: Keunikan dan Kemegahan Simbol Monarki Inggris
2. Batu-batunya Berasal dari Lokasi yang Berbeda
Stonehenge terdiri atas dua jenis batu utama. Batu sarsen yang berukuran besar berasal dari Marlborough Downs, sekitar 25 km dari lokasi. Sementara itu, batu bluestone didatangkan dari Perbukitan Preseli di Wales, sekitar 225 km jauhnya.
Hingga sekarang, cara masyarakat prasejarah memindahkan batu-batu tersebut, bahkan menyusunnya dalam tumpukan, masih menjadi bahan penelitian.
3. Berat Satu Batu Bisa Mencapai Puluhan Ton
Batu sarsen terbesar di sini memiliki berat sekitar 25 hingga 30 ton. Untuk mendirikannya, para peneliti menduga masyarakat pada masa itu memanfaatkan teknik sederhana dengan kayu, tali, serta tenaga manusia.
4. Dirancang Mengikuti Pergerakan Matahari
Posisi Stonehenge sejajar dengan arah terbit Matahari saat titik balik matahari musim panas (summer solstice) dan terbenamnya Matahari saat titik balik musim dingin (winter solstice). Hal ini menunjukkan bahwa pembangunnya paham betul tentang pola pergerakan benda langit.
5. Diduga Digunakan sebagai Tempat Upacara dan Pemakaman
Penelitian menemukan sisa kremasi manusia di sekitar kawasan ini. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kawasan tersebut kemungkinan berfungsi sebagai lokasi pemakaman sekaligus tempat pelaksanaan upacara keagamaan atau ritual.
6. Belum Diketahui secara Pasti Siapa Pembangunnya
Tidak ada catatan tertulis yang menjelaskan siapa pembangun Stonehenge. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa monumen ini dibangun oleh beberapa kelompok masyarakat prasejarah secara bertahap, bukan oleh satu peradaban atau tokoh tertentu.
7. Pernah Dikaitkan dengan Legenda Raja Arthur
Pada Abad Pertengahan, muncul kisah yang menyebut penyihir Merlin memindahkan batu-batu Stonehenge dengan kekuatan sihir. Cerita ini berasal dari legenda dan tidak didukung bukti sejarah maupun arkeologi.
8. Sebagian Batu Pernah Roboh dan Dipugar
Tidak semua batu yang terlihat saat ini masih berada pada posisi aslinya. Sejak awal abad ke-20, beberapa batu yang roboh telah ditegakkan kembali melalui proses konservasi untuk menjaga kestabilan struktur.
Hal Menarik di Sekitar Stonehenge
Penelitian di kawasan Stonehenge tidak hanya berfokus pada susunan batu besarnya. Penggalian dan pemindaian yang dilakukan selama puluhan tahun juga menemukan berbagai bukti yang membantu arkeolog memahami kehidupan masyarakat prasejarah. Berikut penemuan arkeologis lain yang menarik yang ditemukan di kawasan ini, yang juga bisa dijelajahi.
1. Pemakaman Kuno
Di sekitar Stonehenge ditemukan ratusan sisa manusia yang telah dikremasi. Temuan ini menunjukkan bahwa kawasan tersebut pernah digunakan sebagai tempat pemakaman sekaligus lokasi upacara penghormatan bagi leluhur.
2. Durrington Walls
Sekitar 3 kilometer dari Stonehenge terdapat situs Durrington Walls, sebuah permukiman besar yang diperkirakan dihuni oleh para pembangun monumen ini. Arkeolog menemukan bekas rumah kayu, peralatan sehari-hari, serta tulang hewan dalam jumlah besar.
3. Struktur Batu yang Masih Terkubur
Pemindaian bawah tanah menggunakan teknologi modern mengungkap adanya puluhan struktur yang tersembunyi di sekitar tempat ini. Beberapa di antaranya berupa lingkaran batu berukuran besar yang sebelumnya tidak diketahui.
4. Aubrey Holes
Di sekeliling Stonehenge terdapat deretan lubang besar yang dikenal sebagai Aubrey Holes. Awalnya lubang-lubang ini diduga menjadi tempat berdirinya tiang kayu. Namun, penelitian terbaru juga mengemukakan kemungkinan lain, seperti fungsi untuk pengamatan astronomi atau bagian dari kegiatan ritual masyarakat prasejarah.
5. Bukti Perjalanan dari Berbagai Daerah
Analisis terhadap gigi dan sisa-sisa manusia menunjukkan bahwa tidak semua orang yang datang ke Stonehenge berasal dari wilayah sekitarnya. Beberapa di antaranya diketahui berasal dari Wales, Skotlandia, bahkan kawasan Eropa daratan.
6. Peralatan Zaman Neolitikum
Para arkeolog juga menemukan berbagai alat yang digunakan masyarakat Neolitikum, seperti kapak batu, pecahan tembikar, dan alat dari tanduk rusa. Benda-benda tersebut memberikan gambaran tentang kehidupan sehari-hari sekaligus teknik yang kemungkinan digunakan oleh masyarakat dulu.
7. Lingkaran Kayu untuk Upacara
Selain lingkaran batu, ditemukan pula sisa-sisa struktur kayu di kawasan sekitar. Para peneliti menduga struktur ini digunakan untuk kegiatan upacara atau perayaan musiman yang melibatkan banyak orang. Penemuan tersebut memperkuat dugaan bahwa kawasan Stonehenge merupakan pusat aktivitas sosial dan keagamaan masyarakat prasejarah.
Baca juga: 8 Kuil Kuno Paling Tua dan Terkenal di Dunia
Stonehenge masih menyisakan banyak pertanyaan yang belum memiliki jawaban pasti. Meski begitu, setiap penemuan arkeologis terus menambah pemahaman tentang kehidupan masyarakat prasejarah yang membangun dan memanfaatkan kawasan ini.
Kombinasi antara nilai sejarah, teknik konstruksi yang mengagumkan, serta berbagai misteri yang belum terpecahkan membuat tempat ini tetap menjadi salah satu situs purbakala paling penting dan paling menarik untuk dipelajari di dunia.