JNEWS – Masjid Jami Soeprapto Soeparno yang terletak di Jalan Soekarno Hatta, Beluluk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, di bulan Ramadan 1447 H semarak dengan berbagai kegiatan keagamaan.
Di bulan Ramadan tahun ini, masjid yang dibangun oleh pendiri JNE (alm) H. Soeprapto Soeparno tersebut ramai dengan ratusan jamaah setiap harinya. Baik itu yang melaksanakan salat wajib, salat sunah, tarawih, tadarus hingga itikaf serta ibadah-ibadah lainnya, termasuk buka puasa bersama.
Ketua pengurus masjid, Syahrudin, mengungkapkan, bahwa masjid dengan arsitektur ikonik tersebut menjadi persinggahan warga sekitar maupun mereka yang datang dari luar kota yang sengaja datang dan ingin melaksanakan ibadah di Masjid Jami Soeprapto Soeparno.
“Alhamdulillah, kalau siang hari pas waktu salat Zuhur penuh oleh warga dan para karyawan yang kantornya berada di sekitar masjid. Tidak terkecuali karyawan dari bandara, karena memang letak masjid ini persis di samping Bandara Depati Amir. Mereka salat berjamaah, tadarus dan ada juga yang iktikaf. Kami merasa bersyukur masjid penuh oleh yang beribadah pada Ramadan kali ini,” ujar Syahrudin kepada JNEWS.

Syahrudin menambahkan, pihak masjid selama bulan puasa menggelar berbagai program untuk menyemarakkan syiar Ramadan. Di antaranya, buka bersama (bukber) yang dilanjutkan dengan salat Magrib dan tarawih berjamaah. “Kami juga adakan kegiatan tausiyah atau kultum dan juga program iktikaf pada minggu terakhir bulan Ramadan untuk mengejar malam Lailatul Qadar,” terangnya.
Untuk bukber, pihak pengurus masjid menyediakan ratusan menu takjil, seperti kurma yang berasal dari sumbangan langsung Hj Nuraini Soeprapto dan juga menu-menu lainnya. Selain itu masjid juga membuka partisipasi dari jamaah bagi yang mau bersedekah untuk pengadaan takjil.
“Di hari pertama sampai hari kelima kemarin, banyak masyarakat yang ikut bukber. Begitu juga yang salat tarawih. Banyak yang datang dari luar kota. Mereka sengaja ingin melaksanakan ibadah di masjid yang menurut mereka bangunannya sangat indah dan ikonik. Warga di sini benar-benar merasa bangga bahwa di wilayah mereka, ada masjid yang megah dan ikonik. Di juga menerima zakat fitrah, zakat mal, infak maupun sedekah dan siap untuk menyalurkannya kepada yang berhak menerimanya,” jelas Syahrudin.
Baca juga: Kurir JNE: Kawasan Masjid Agung Banten Terasa Sejuk di Bulan Ramadan