JNEWS – The Motherland Calls merupakan monumen peringatan perang yang berdiri di Mamayev Kurgan, Volgograd, Rusia. Nama aslinya dalam bahasa Rusia adalah Rodina-mat’ zovyot!, yang berarti “Ibu Pertiwi Memanggil!.
Monumen ini dibangun untuk mengenang para korban Pertempuran Stalingrad, salah satu pertempuran paling menentukan dalam Perang Dunia II. Sosok perempuan yang mengangkat pedang menjadi gambaran Ibu Pertiwi yang menyerukan rakyatnya untuk mempertahankan negara dari serangan musuh.
Sejak 2014, monumen ini tercatat dalam daftar tentatif calon Situs Warisan Dunia UNESCO. Keberadaan monumen ini menjadi bagian penting dari ingatan sejarah Rusia, terutama dalam mengenang pertempuran yang mengubah jalannya Perang Dunia II.
Fakta Menarik tentang The Motherland Calls

The Motherland Calls merupakan patung tertinggi di dunia ketika selesai dibangun pada 1967. Hingga kini, monumen tersebut masih tercatat sebagai patung tertinggi di Eropa jika pedestal turut dihitung. Peresmiannya berlangsung pada 15 Oktober 1967, bersamaan dengan penetapan kompleks peringatan di Mamayev Kurgan.
Berikut beberapa fakta seputar The Motherland Calls yang menarik untuk disimak untuk menambah wawasan.
1. Tingginya Mencapai 85 Meter
Monumen The Motherland Calls memiliki tinggi 85 meter, dihitung dari dasar pedestal hingga ujung pedangnya. Ukuran ini sekitar dua setengah kali lebih tinggi daripada Patung Liberty di Amerika Serikat.
Ketika selesai dibangun pada 1967, monumen tersebut menjadi patung tertinggi di dunia. Hingga kini, The Motherland Calls masih menyandang predikat sebagai patung tertinggi di Eropa.
Baca juga: Kota Mezhgorye: Kota Misterius di Rusia yang Tertutup dari Dunia Luar
2. Bobotnya Mencapai 8.000 Ton
Ukuran raksasa monumen ini sebanding dengan bobotnya yang mencapai sekitar 8.000 ton. Dari total tersebut, sekitar 5.500 ton berasal dari beton, sedangkan 2.500 ton sisanya merupakan rangka logam yang memperkuat struktur dari dalam.
Kombinasi kedua material ini memungkinkan patung berdiri menjulang dengan posisi tubuh yang condong ke depan dan satu tangan terangkat membawa pedang. Perpaduan bentuk dan bobot tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para insinyur yang merancangnya.
3. Pedangnya Memiliki Panjang 33 Meter
Pedang yang diangkat oleh patung ini memiliki panjang sekitar 33 meter dan bobot mencapai 14 ton.
Awalnya, pedang tersebut dibuat menggunakan baja tahan karat dan titanium. Namun, paparan angin kencang membuat pedang mengalami ayunan yang cukup besar sehingga membebani bagian sambungannya.
Pada 1972, pedang itu diganti dengan pedang berbahan baja untuk mengatasi persoalan tersebut. Perubahan ini menjadi salah satu penyesuaian teknis penting dalam menjaga kestabilan monumen.
4. Struktur Patungnya Berongga dan Tidak Dibaut ke Tanah
Di balik ukurannya yang masif, tubuh The Motherland Calls sebenarnya berongga. Patung ini dirancang oleh pematung Yevgeny Vuchetich bersama insinyur struktur Nikolai Nikitin, yang dikenal atas keahliannya dalam merancang struktur berukuran besar.
Stabilitasnya bergantung pada distribusi bobot, rancangan struktur internal, serta jaringan kabel baja prategang yang membantu menopang bentuk patung. Menariknya, patung tersebut tidak dibaut langsung ke tanah seperti yang mungkin dibayangkan orang. Rancangannya memanfaatkan berat patung dan sistem penopang internal untuk mempertahankan keseimbangan, meskipun tubuhnya menjulang tinggi dengan posisi yang condong ke depan.
5. Menggambarkan Ibu Pertiwi yang Menyerukan Perlawanan
Patung The Motherland Calls menggambarkan personifikasi Rusia sebagai seorang perempuan yang melangkah maju sambil mengangkat pedang dan membuka mulut seolah sedang meneriakkan seruan perang. Sosok ini dikenal sebagai Mother Russia atau Ibu Pertiwi Rusia.
Gesturnya menyampaikan ajakan kepada rakyat Soviet untuk mempertahankan tanah air dan melawan pasukan Nazi Jerman yang menyerbu wilayah mereka selama Perang Dunia II. Pedang yang terangkat melambangkan kesiapan untuk bertempur, sedangkan langkah tubuhnya yang condong ke depan memperkuat kesan bahwa ia sedang memimpin seruan perlawanan.
Monumen ini pun menjadi simbol keberanian dan pengorbanan rakyat Soviet dalam mempertahankan negaranya.
6. Menjadi Bagian dari Tiga Monumen yang Melambangkan Kemenangan Soviet
The Motherland Calls merupakan bagian tengah dari rangkaian tiga monumen yang dikenal sebagai Soviet War Triptych. Ketiganya tersebar di tiga lokasi berbeda dan menceritakan perjalanan simbolis sebuah pedang, mulai dari proses pembuatannya hingga kemenangan atas Nazi Jerman. Rangkaian ini menghubungkan peran para pekerja, perjuangan rakyat di medan perang, dan berakhirnya konflik melalui tiga patung monumental.
Berikut tiga monumen yang membentuk rangkaian tersebut.
- The Rear-Front Memorial di Magnitogorsk, yang menggambarkan seorang pekerja yang menyerahkan pedang hasil tempaannya kepada seorang prajurit Soviet. Adegan tersebut melambangkan kontribusi para pekerja industri dalam mendukung perjuangan militer selama perang.
- The Motherland Calls di Volgograd, menggambarkan seruan untuk mengangkat senjata dan mempertahankan tanah air. Pertempuran tersebut menjadi titik balik penting di Front Timur Perang Dunia II karena berakhir dengan kekalahan besar pasukan Jerman.
- The Soviet War Memorial di Treptower Park, Berlin, yang memperlihatkan seorang prajurit Soviet berdiri di atas reruntuhan swastika sambil memegang pedang dan menggendong seorang anak.
7. Berdiri di Atas Tanah Pemakaman Puluhan Ribu Prajurit Soviet
Mamayev Kurgan, bukit tempat The Motherland Calls berdiri, merupakan medan pertempuran sengit antara pasukan Soviet dan Jerman, yang disebut Pertempuran Stalingrad.
Kompleks tersebut juga menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi puluhan ribu prajurit Soviet yang gugur, termasuk yang tidak teridentifikasi. Karena itu, monumen ini memiliki fungsi lebih dari sekadar penanda kemenangan militer. Keberadaannya juga menjadi penghormatan kepada para prajurit yang kehilangan nyawa dalam mempertahankan Stalingrad.
Baca juga: 7 Patung Terbesar di Dunia dengan Ukuran Fantastis
The Motherland Calls bukan sekadar patung raksasa yang memamerkan kemampuan teknik dan seni Uni Soviet. Monumen ini berdiri di lokasi yang menyimpan kisah salah satu pertempuran paling berdarah dalam sejarah modern, dengan ribuan prajurit kehilangan nyawa demi mempertahankan Stalingrad. Pedang yang terangkat dan sosok perempuan yang menyerukan perlawanan menjadi pengingat bahwa kemenangan dalam perang selalu disertai pengorbanan manusia.
Selama monumen ini berdiri di Mamayev Kurgan, sejarah Pertempuran Stalingrad akan terus mendapat tempat dalam ingatan generasi berikutnya.