JNEWS – Setiap tahun, tren fashion Lebaran selalu bergerak mengikuti selera pasar dan arah mode global. Untuk 2026, tren fashion di masa Lebaran nanti diprediksi menunjukkan perubahan yang smooth, terutama pada pilihan warna yang lebih kalem, model yang longgar tapi rapi, serta gaya yang cenderung minimal.
Dan ternyata, tak hanya faktor estetika, kebiasaan belanja juga ikut memengaruhi arah tren ke depan. Banyak keluarga memilih warna yang serasi tanpa harus tampil seragam total. Modelnya pun dibuat lebih fleksibel, mudah dipadukan, dan tidak terasa berat saat dipakai seharian. Detail berlebihan mulai ditinggalkan, diganti dengan potongan bersih dan permainan tekstur kain.
Tren Fashion Lebaran 2026 yang Diprediksi Akan Digemari
Berikut adalah tren fashion Lebaran mulai dari warna, model, dan gaya yang diprediksi akan mendominasi, berdasarkan pergeseran selera pasar serta arah koleksi brand yang mulai terlihat sejak awal tahun.
1. Warna: Earth Tone, Pastel Lembut, dan Off-White yang Lebih “Dewasa”
Tren fashion Lebaran 2026 bergerak ke warna yang lebih tenang dan matang. Earth tone seperti olive, caramel, cokelat susu, dan beige banyak disebut dalam laporan retail dan kurasi marketplace karena dianggap cocok dipakai oleh semua kalangan. Warna-warna ini aman untuk keluarga yang ingin tampil serasi tanpa terlihat terlalu mencolok.
Selain itu, pastel masih bertahan, tetapi pilihannya bergeser ke tone yang lebih muted seperti sage green, dusty pink, dan powder blue. Bukan pastel yang terlalu cerah, melainkan yang lebih lembut dan tidak menyilaukan kamera.
Off-white dan broken white juga naik daun. Beberapa media mode mengaitkannya dengan tren global warna netral premium yang bersih dan rapi. Warna ini sering dipakai untuk gamis, tunik, atau set keluarga karena terlihat terang tanpa sekeras putih polos.
Dari sisi praktis, warna-warna netral ini juga mudah dipadukan dengan aksesori emas, cokelat tua, atau bahkan hitam.

2. Model: Gamis Flowy, Set Tunik-Outer, dan Siluet Longgar yang Rapi
Tren fashion Lebaran 2026 cenderung bermodel longgar. Gamis flowy dengan potongan A-line dan detail lipit ringan banyak muncul dalam prediksi tren retail. Bahannya ringan, jatuh, dan tidak terlalu berat di badan. Orang ingin nyaman seharian, apalagi kalau harus silaturahmi dari pagi sampai malam.
Selain gamis, set tunik dan celana lurus juga makin populer. Kombinasi ini memberi kesan rapi tanpa terasa terlalu formal. Outer seperti vest panjang atau kimono tipis sering ditambahkan untuk memberi layer. Jika cuaca panas, outer bisa dilepas. Kalau ingin tampil lebih sopan saat bertamu, tinggal dipakai lagi.
Detail potongan juga lebih bersih. Tidak banyak ruffle berlebihan atau taburan payet besar. Fokusnya ada pada garis bahu yang rapi, lengan yang cukup longgar, dan panjang yang proporsional.
Untuk pria, koko minimalis dengan potongan slim regular dan bahan adem diprediksi tetap kuat.
Baca juga: Tip Memilih Model Gamis untuk yang Bertubuh Plus Size agar Terlihat Sempurna
3. Gaya: Quiet Luxury dan Modestwear yang Lebih Matang
Istilah quiet luxury memang datang dari tren fashion global, tapi dampaknya terasa sampai koleksi Lebaran. Alasannya, tampilannya bersih, detailnya rapi, dan dari bahan berkualitas. Tidak banyak logo besar atau ornamen mencolok. Yang diperhatikan justru kualitas jahitan, jatuh kain, dan finishing.
Modestwear juga semakin mapan. Bukan lagi sekadar longgar, tapi proporsional. Lengan tidak terlalu sempit, potongan tidak membentuk tubuh, tetapi tetap terlihat modern.
Gaya ini juga memengaruhi cara orang memilih outfit keluarga. Lebaran nanti, banyak yang tidak mengharuskan lagi seragam total. Cukup satu tone warna yang sama, dengan model berbeda sesuai karakter masing-masing. Ibu bisa pakai gamis, ayah koko setelan, anak perempuan tunik, anak laki-laki kemeja koko simpel. Hasilnya tetap harmonis tanpa terlihat kaku.
Tren ini menunjukkan pergeseran selera. Orang ingin tampil rapi dan pantas, tapi tetap nyaman dan yang penting bajunya bisa dipakai ulang.
4. Hijab dan Aksesori: Lebih Berani tapi Praktis
Hijab polos masih jadi pilihan utama, terutama untuk outfit yang sudah memiliki detail kain. Namun, printed hijab dengan motif tegas juga diprediksi naik.
Beberapa laporan mode global menyoroti kebangkitan printed scarf sebagai statement piece. Motifnya bukan yang ramai tanpa arah, melainkan pola geometris, floral minimal, atau sentuhan etnik yang lebih modern.
Tekstur hijab juga berubah. Banyak yang beralih ke bahan voal premium, satin silk look, atau organza ringan untuk tampilan lebih rapi. Pemakaian bros kembali muncul, tetapi ukurannya kecil dan tidak mencolok. Aksesori hanya sebagai aksen, bukan focus point.
Untuk tas dan sepatu, arahnya ke model simpel dengan warna netral. Sling bag kecil, kitten heels, atau flat shoes dengan detail minimal jadi pilihan realistis. Orang mempertimbangkan durasi pemakaian. Lebaran bukan cuma foto, tapi juga jalan dari rumah ke rumah. Jadi, kenyamanan tetap masuk hitungan.
5. Kain dan Tekstur: Ringan, Adem, dan Tidak Terlihat Berat
Pilihan kain sangat menentukan tampilan akhir. Untuk tren fashion Lebaran 2026, bahan yang ringan dan breathable banyak direkomendasikan oleh retailer. Linen blend dan katun premium dipilih karena adem dan tidak mudah membuat gerah. Apalagi Lebaran sering jatuh di cuaca panas.
Satin tetap ada, tapi lebih banyak versi matte dibanding yang terlalu mengilap. Brokat pun bergeser ke model yang lebih tipis dan tidak terlalu padat. Tujuannya agar tidak terlihat berat dan tetap nyaman dipakai berjam-jam. Kain dengan tekstur halus juga membantu warna netral terlihat lebih hidup tanpa perlu tambahan detail.
Baca juga: Dari Klasik ke Modern: Perkembangan Baju Gamis dalam Sejarah Busana Muslim
Tren Lebaran 2026 tidak bergerak ke arah yang ekstrem. Perubahannya smooth dibandingkan tahun lalu. Warna lebih dewasa, model lebih nyaman, detail lebih rapi. Yang menarik, sekarang banyak yang berpikir jangka panjang, beli baju yang bisa dipakai berulang kali, sehingga pilihannya akan lebih aman. Itulah yang membuat tren tahun ini terasa lebih matang dibanding beberapa musim sebelumnya.