JNEWS – Siapa tak mengenal Wakatobi? Gugusan pulau di Sulawesi Tenggara ini menyimpan banyak destinasi menarik, mulai dari pantai berpasir putih, spot menyelam dengan biota laut yang melimpah, hingga kampung adat dan wisata alam yang masih terjaga keasliannya.
Jika ingin menjelajahi kawasan ini lebih jauh, daftar tempat berikut bisa menjadi inspirasi untuk menyusun perjalanan yang lebih lengkap.
Tempat Wisata di Wakatobi yang Wajib Dikunjungi

Wakatobi merupakan kabupaten sekaligus kawasan taman nasional di Sulawesi Tenggara yang namanya diambil dari empat pulau utamanya, yaitu Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko.
Wilayah ini masuk dalam kawasan Segitiga Terumbu Karang dunia dan memiliki ekosistem laut yang sangat kaya. Tak heran jika kawasan ini menjadi salah satu destinasi favorit para penyelam, dengan perairan jernih, terumbu karang yang masih terjaga, serta beragam biota laut yang menarik untuk dijelajahi.
Berikut adalah beberapa tempat menarik yang wajib dikunjungi jika ingin berlibur ke Wakatobi.
1. Pulau Wangi-Wangi
Wangi-Wangi merupakan gerbang utama untuk masuk ke wilayah gugusan pulau yang indah ini. Di sinilah bandara dan berbagai fasilitas wisata berada. Pilihan penginapan, restoran, hingga layanan transportasi juga cukup lengkap.
Kalau punya waktu luang, sempatkan mampir ke Pantai Cemara yang teduh atau Pantai Wambuliga dengan pasir putih dan laut bening. Kombinasi akses yang mudah dan panorama pantai yang cantik membuat pulau ini cocok dijadikan titik awal menjelajahi Wakatobi.
Baca juga: Cara ke Wakatobi dengan Modal Low Budget
2. Pulau Hoga
Suasana Pulau Hoga jauh lebih tenang dibandingkan destinasi lainnya. Hamparan pasir putih lembut berpadu dengan air laut yang sangat jernih, sementara terumbu karang dan ikan-ikan tropis dengan mudah ditemukan di sini. Ombaknya yang bersahabat membuat snorkeling bisa dinikmati dengan santai tanpa terganggu keramaian.
3. Pulau Kapota
Pulau Kapota terkenal sebagai salah satu lokasi terbaik untuk menyaksikan lumba-lumba liar di Indonesia. Saat pagi hari, wisatawan akan mudah menemukan lumba-lumba yang berenang di sekitar perahu. Perjalanan menuju pulau ini juga menyenangkan berkat laut yang tenang dan pemandangan yang memanjakan mata.
4. Pulau Binongko
Berada di bagian tenggara Wakatobi, Pulau Binongko menawarkan perpaduan alam dan budaya yang menarik. Tebing karang yang kokoh berdiri menghadap laut lepas, sementara di daratan terdapat kampung pandai besi dengan tradisi yang telah diwariskan selama bertahun-tahun. Hasil tempa masyarakat setempat terkenal kuat, menjadikan Binongko memiliki identitas yang berbeda dari pulau lainnya.
5. Roma Reef
Roma Reef berada di perairan Pulau Tomia, dan menjadi primadona bagi penikmat panorama bawah laut berkat hamparan table coral raksasa yang membentang luas. Terumbu karang ini dihuni ribuan ikan tropis dengan warna-warna cerah. Airnya juga sangat jernih, membuat setiap detail keindahan laut dapat dinikmati dengan mudah, baik saat menyelam maupun snorkeling.
6. Marimabuk
Marimabuk, juga berada di kawasan Pulau Tomia, menawarkan visibilitas air yang sangat baik sehingga panorama bawah laut terlihat jelas dari berbagai kedalaman, seperti halnya Roma Reef. Penyu laut kerap melintas di sekitar penyelam, sementara kawanan ikan black snapper berenang berkelompok di antara terumbu karang.
7. Sombu Dive
Lokasinya yang dekat dengan dermaga di Pulau Wangi-Wangi membuat Sombu Dive mudah dijangkau tanpa perjalanan laut yang panjang. Spot ini cocok untuk penyelam pemula maupun penggemar snorkeling yang ingin menikmati bawah laut Wakatobi dengan cara yang lebih santai. Airnya bening, karangnya masih terawat, dan ikan tropis dapat ditemui di berbagai sudut perairan.
8. Cornucopia
Kembali ke Pulau Tomia, Cornucopia menawarkan sensasi wall diving dengan dinding bawah laut yang menjulang dan dipenuhi koral berwarna-warni. Semakin turun ke kedalaman, semakin beragam pula biota laut yang dapat ditemui, mulai dari ikan karang hingga berbagai penghuni terumbu lainnya.
9. Puncak Khayangan
Tak hanya di laut, Wakatobi juga sangat indah untuk dijelajahi di bagian daratnya. Salah satunya di Pulau Tomua, ada Puncak Khayangan yang menyuguhkan panorama dari atas bukit yang dipenuhi padang savana hijau.
Menjelang senja, langit berubah warna dengan latar laut lepas yang luas sehingga menghasilkan pemandangan sunset yang memikat. Banyak wisatawan datang untuk bersantai, menikmati angin, atau mengabadikan momen dari ketinggian.
10. Kampung Bajo Mola
Sementara itu, di Pulau Wangi-Wangi, ada Kampung Bajo Mola. Di sini, wisatawan bisa mengamati kehidupan masyarakat yang sejak lama hidup berdampingan dengan laut. Rumah-rumah panggung berdiri di atas perairan dan dihubungkan oleh jembatan kayu, sementara perahu tradisional hilir mudik menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Berkunjung ke sini memberikan kesempatan untuk mengenal tradisi Suku Bajo secara lebih dekat.
11. Desa Adat Liya Togo
Ada juga Desa Adat Liya Togo yang menyimpan jejak sejarah sekaligus budaya Wakatobi yang masih bertahan hingga kini. Desa adat ini bisa dikunjungi di Pulau Wangi-Wangi dengan rumah adat Banua Tada yang tetap dipelihara dengan tata ruang tradisionalnya. Wisatawan juga bisa menemukan Benteng Liya Togo di sini, yang menjadi saksi perjalanan masyarakat pada masa lampau.
12. Gua Kontamale
Masih di Pulau Wangi-Wangi, di balik ceruk batu kapur, terdapat Gua Kontamale dengan kolam mata air alami yang sangat jernih. Wisatawan bisa berenang atau berendam di sini, suasananya pun sejuk dan tenang. Lokasinya menjadi alternatif menarik bagi yang ingin menikmati sisi lain Wakatobi selain laut dan terumbu karang.
13. Danau Sombano
Danau Sombano di Kaledupa menawarkan pemandangan alam yang berbeda lewat hamparan air payau yang dikelilingi hutan mangrove lebat. Kawasan ini menjadi habitat berbagai satwa, termasuk udang merah yang tergolong langka. Suasana yang masih alami membuat Danau Sombano cocok untuk menikmati ketenangan sekaligus melihat kekayaan ekosistem Wakatobi dari sudut yang berbeda.
Baca juga: 20 Tempat Terindah di Indonesia yang Wajib Dikunjungi Sekali Seumur Hidup
Keindahan Wakatobi memang tidak hanya berhenti di bawah permukaan laut. Dengan pesona alam dan budaya yang saling melengkapi, kawasan ini menjadi destinasi yang selalu menyisakan alasan untuk kembali berkunjung.