JNEWS ONLINE
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
No Result
View All Result
JNEWS Online
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Yogyakarta Menghidupkan Kembali Budaya Jam Belajar Masyarakat

by Redaksi JNEWS
12 October 2026
percontohan jam belajar masyarakat di yogyakarta

Sejumlah mahasiswi mendampingi anak-anak mempelajari keterampilan sains dalam Program Jam Belajar Masyarakat (JBM). Program JBM bertujuan menghidupkan budaya belajar, meningkatkan minat belajar anak, serta mendorong interaksi sosial di luar sekolah.

Share on FacebookShare on Twitter

JNEWS – Ada yang berbeda dengan empat kelurahan di Kota Yogyakarta yakni Kelurahan Tahunan, Sorosutan, Tegalrejo, dan Bumijo. Keempatnya menjadi kelurahan pencontohan penerapan program Jam Belajar Masyarakat (JBM) yang digaungkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta.

Setiap hari Senin-Kamis pukul 19.30-20.30, anak-anak sekolah dasar (SD) di wilayah tersebut belajar bersama di gedung kelurahan setempat. Ada yang jalan kaki. Ada pula yang mengayuh sepeda dari rumah masing-masing. Mereka melepas gawai. Hanya membawa buku dan alat tulis. Di tempat tersebut, mereka mendapatkan bimbingan belajar dari guru profesional yang disiapkan Pemkot Yogyakarta.

Selama satu jam, anak-anak fokus belajar tematik mata pelajaran. Mereka juga mendapatkan ilmu pengetahuan dan wawasan lainnya yang dikemas secara atraktif. Ajang ini sekaligus menjadi tempat bermain yang menyenangkan.

“JBM ini bisa menjadi kenangan dan memori manis bagi anak-anak bahwa mereka pernah belajar bersama di kelurahan,” buka Lurah Tahunan, Fatwa Fathika yang ditemui di kantor kelurahan setempat, Jumat (2/10/2026).

Kelurahan Tahunan dipilih sebagai percontohan JBM diharapkan dapat menggerakkan minat belajar anak-anak di luar sekolah formal. Meski awalnya dihinggapi keraguan karena banyaknya lembaga bimbingan belajar berbayar, namun ternyata antusiasme masyarakat, terutama anak-anak mengikuti JBM sangat tinggi. Selain gratis, mereka bisa bermain bersama teman-teman satu kelurahan bahkan di luar kelurahan.

Menurut Fatwa, sejak diluncurkan awal September 2026 lalu, sebanyak 94 anak murid kelas 1-6 mengikuti JBM secara aktif. Meski jumlahnya mengalami penyusutan karena berbarengan dengan ujian tengah semester (UTS) atau asesmen sumatif tengah semester (ASTS), serta beberapa anak izin sakit, jumlah peserta JBM rata-rata sekitar 70-80 anak setiap malamnya.

Anak-anak mendapatkan pembekalan materi dari guru profesional yang disediakan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta. Ada dua guru yang bertugas. Satu guru mendampingi murid kelas 1-3 di pendopo, sementara guru lainnya mengajar di ruang rapat kantor kelurahan yang terletak di lantas atas.

Baca juga: Menggapai Asa Baru di Pasar Klithikan Pakuncen Yogyakarta

“Jadi yang kelas bawah itu awalnya belajar lesehan beralaskan tikar. Kami kemudian berinisiatif mencari dukungan CSR untuk menyediakan meja lipat. Sementara di lantai atas berupa ruang rapat, sehingga tinggal kita setting saja menjadi ruang belajar dengan papan tulis,” ujarnya.

Fatwa menambahkan, konsep awal JBM adalah mengerjakan PR. Namun, setelah dievaluasi materi yang diberikan fokus pada mata pelajaran, seperti hitungan dan matematika untuk kelas bawah. Sementara kelas atas membekali murid dengan mapel pokok yang diujikan menjelang kelulusan.

“Karena keterbatasan pengajar, jadi belum bisa per kelas. Harapannya memang bisa per kelas sehingga bisa lebih fokus, seperti les bimbel pada umumnya,” ujarnya.

Pihaknya optimis JBM dapat berkembang jika dibarengi dengan pendampingan secara terstruktur dan berkelanjutan. Pasalnya, tidak semua murid berasal dari kalangan mampu, sehingga kesulitan untuk mengikutkan anak-anaknya les di bimbel berbayar.

“Di tempat kami memang mayoritas menengah ke bawah yang ikut JBM. Namun begitu, ada juga siswa dari keluarga mampu. Mereka ikut JBM karena motivasinya ingin belajar bersama, menambah teman baru, karena di kota ini anak-anak kurang bersosialisasi jarang keluar rumah,” ungkapnya.

Tak hanya di kelurahan percontohan, wilayah lain di Kota Yogyakarta juga ramai-ramai membentuk kelompok kerja (pokja) JBM. Ketua Pengurus Pokja JBM RW 6 Bumen, Purbayan, Kotagede, Hendri mengisahkan upaya menghidupkan kembali JBM itu sejalan dengan yang dilakukan beberapa tokoh masyarakat selama ini mendampingi kegiatan anak-anak.

Saat pandemi Covid-19, lanjutnya, anak-anak salat jamaah di masjid lalu belajar bersama karena sekolah saat itu daring. Dulu di Kotagede ada Gemar Mengaji atau Gerakan Maghrib Mengaji.

“Dulu jam 18.00 sampai 19.00 itu mengaji, jam 19.00 sampai jam 21.00 itu belajar. Tetapi kami belajarnya tidak rutin, kami hanya mendampingi saja,” ungkapnya yang menyebut, antusiasme anak-anak mengikuti JBM cukup tinggi. “Kalau di rumah mungkin lebih banyak main HP, kalau belajar bersama lebih terpantau,” sambungnya.

Dari 45 kelurahan di Kota Yogyakarta, diproyeksikan jumlah percontohan JBM akan ditambah pada tahun 2027. Seperti di Kotagede, beberapa wilayah bahkan sudah membentuk pokja untuk mendukung JBM. Diharapkan muncul JBM-JBM baru pada tahun depan, sehingga upaya membentuk budaya belajar di kota pelajar ini semakin meningkat.

Baca juga: Peduli Pendidikan, JNE Salurkan 10 Unit Laptop ke Sekolah Cendekia Baznas

Saat ini tugas pendamping JBM kelurahan bertugas memantau kegiatan JBM dan koordinasi dengan kemantren, membuat laporan pelaksanaan JBM serta menindaklanjuti hasil kegiatan JBM. Sedangkan pendamping JBM di kemantren antara lain mengkoordinir pendamping JBM terkait kegiatan di instrumen pemantauan JBM, merekap, menyusun, menambahkan dokumentasi dan narasi hasil pemantauan pendamping JBM kelurahan. Juga melaporkan laporan hasil pemantauan maksimal tanggal 25 setiap bulannya. Para pendamping JBM tersebut mendapatkan honor.

Di sisi lain, Pemkot Yogyakarta juga menggaungkan program pemberantasan buta huruf Al-Quran. Murid-murid SD diharapkan dapat mengikuti wisuda Iqro, sementara tingkat SMP dapat membaca Al-Quran dengan harapan dapat mengikuti wisuda Juz 30.

Selain itu, Kota Yogyakarta juga tengah menggencarkan Bule Mengajar, mendatangkan penutur asli dari negara asal ke sekolah-sekolah dengan harapan dapat berbagi pengetahuan dan wawasan. Dengan cara ini, anak-anak didik diharapkan memiliki keinginan belajar bahasa asing lebih kuat.

 

Post Views: 2
Tags: gemar belajargemar membacajam belajarjam belajar di yogyakartajam belajar masyarakatsekolah di yogyakarta
Share186Tweet116

TERKINI

percontohan jam belajar masyarakat di yogyakarta

Yogyakarta Menghidupkan Kembali Budaya Jam Belajar Masyarakat

12 October 2026
kunjungan wisman ke indonesia masih tetap tumbuh di tahun 2026

Tensi Geopolitik Meninggi, Kunjungan Wisman ke Indonesia Masih Tumbuh di Tahun 2026

12 October 2026
Bisnis Affiliate: Pengertian, Cara Kerja, dan Langkah Memulainya

Mengenal Bisnis Affiliate: Pengertian, Cara Kerja, dan Langkah Memulainya

12 October 2026
Makanan Khas Prancis Terpopuler di Dunia dan Menarik untuk Dicoba

10 Makanan Khas Prancis Terpopuler di Dunia dan Menarik untuk Dicoba

11 October 2026
bisnis kuliner bandung

Peluang Bisnis Kuliner Bandung 2026: Franchise, Frozen Food hingga Oleh-oleh Viral

10 October 2026
4 Flyover Tertinggi di Dunia dengan Konstruksi Spektakuler

4 Flyover Tertinggi di Dunia dengan Konstruksi Spektakuler

10 October 2026

POPULER

Bisnis Warung Madura: Panduan Memulai hingga Mengelola Usaha

Bisnis Warung Madura: Panduan Memulai hingga Mengelola Usaha

by Penulis JNEWS
2 October 2026

Mengenal Gunung Anak Krakatau, Gunung Api yang Tumbuh dari Laut

Mengenal Gunung Anak Krakatau, Gunung Api yang Tumbuh dari Laut

by Penulis JNEWS
23 September 2026

Ingin Buka Usaha Fotokopi? Ini Panduan Memulainya dari Nol

Ingin Buka Usaha Fotokopi? Ini Panduan Memulainya dari Nol

by Penulis JNEWS
28 September 2026

Mengenal Rumah Bung Karno di Bengkulu, Saksi Jejak Perjuangan Sang Proklamator

Mengenal Rumah Bung Karno di Bengkulu, Saksi Jejak Perjuangan Sang Proklamator

by Penulis JNEWS
23 September 2026

Burung Dodo: Kisah Tragis Burung yang Punah dari Pulau Mauritius

Burung Dodo: Kisah Tragis Burung yang Punah dari Pulau Mauritius

by Penulis JNEWS
15 September 2026

JNEWS Online

©2020 - Your Trusted Logistic Portal

Navigate Site

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1

©2020 - Your Trusted Logistic Portal