JNEWS – Jelang purna tugas setelah lebih dari seperempat abad mengabdi di JNE, Reman bangga sekaligus bersyukur. Banyak kenangan sekaligus pencapaian yang ia catatkan selama 27 tahun bekerja di JNE.
Reman pertama kali bergabung di JNE pada Mei 1999, ketika karyawan JNE masih belum begitu banyak dan menempati kantor di Tomang 3, Jakarta Barat.
“Saya mulai bergabung setahun pasca Reformasi. Kantor tempat saya bekerja sebelum masuk ke JNE yakni di Tomang 11 tutup dan kemudian gedungnya disewa oleh JNE. Saya ditawari untuk menjadi satpam. Perusahaan lain kolaps tapi JNE malah terus maju kala itu,” kenang Reman mengawali kisahnya kepada JNEWS, Rabu (13/5/2026).
Meski saat itu ia resminya diterima di bagian security, Reman tak segan-segan untuk membantu pekerjaan lain jika kondisi mengharuskan, termasuk ikut menyortir paket kiriman dan juga diperbantukan sebagai CS apabila yang berjaga sudah pulang. “Pegawai yang bertugas jaga sales konter biasanya hari Minggu pada libur. Saya sebagai security yang kebetulan jaga tetap harus melayani customer yang akan mengirimkan paket. Waktu itu semuanya masih manual, dicatat pakai buku, belum canggih seperti sekarang,” ucapnya sambil tersenyum.
Seiring berjalannya waktu dan berkat kinerjanya yang baik, Reman kemudian diangkat menjadi Koordinator Security hingga kemudian sebagai GM Security dengan membawahi puluhan anggota.
Mengingat JNE terus bertumbuh dan merekrut banyak karyawan, pada 2010 dirinya ditugasi untuk membentuk Divisi Risk Management yang kemudian berganti nama menjadi Investigation Management Officer (IMO). Sejak saat itulah Reman bersinggungan dengan yang namanya investigasi.

“Dari satpam ke investigasi, bagi saya itu dunia baru dan menjadi tantangan yang harus dijawab dengan sebaik-baiknya. Saya pun belajar dunia investigasi dengan cara membaca buku dan bergaul dengan polisi di bagian reserse di Polres Jakarta Barat,” bebernya.
Baca juga: Badal Haji: Bakti Ksatria JNE Ini untuk Ibunda Tercinta
Sebagai “komandan” tim manajemen investigasi di JNE, Reman menangani dugaan tindakan-tindakan individu yang menyalahi aturan perusahaan (fraud), tidak terkecuali di kantor-kantor cabang JNE yang ada di daerah.
“Karyawan JNE semakin banyak, ada puluhan ribu di seluruh Indonesia. Begitu juga volume kiriman semakin tinggi, dugaan fraud hingga penyimpangan maupun penggelapan tentu saja kadang ada. Tugas saya bersama tim harus menyelesaikannya dengan sebaiknya-baiknya agar JNE tetap menjadi perusahaan yang menjunjung tinggi Good Corporate Governance,” ucapnya.
Sudah 27 tahun mengabdi di JNE, Reman juga menorehkan prestasi di eksternal perusahaan. “Saya pernah menerima penghargaan dari Polres Jakarta Barat, Polda Metro Jaya dan Mabes Polri karena dianggap telah membantu aparat dalam mengungkap peredaran narkoba. Saya merasa bangga dan terharu telah menjadi bagian dari keluarga besar JNE selama ini. Saya pensiun pada Agustus 2026 nanti. Terima kasih JNE yang selama 27 tahun menjadi bagian dari perjalanan hidup,” tandas Reman dengan mata berkaca-kaca mengingat tahun ini adalah tahun terakhir dirinya bekerja di JNE. *












