PT Pertamina menjadi salah satu perusahaan BUMN yang cukup fokus dalam membantuk pelaku usaha UMK dalam mengembangkan produknya. Ragam program dan bantuan telah digelontorkan agar bisa membantu UMK naik kelas di tengah pandemi Covid-19, terutama yang masuk dalam binaannya.
Menurut Pjs. Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina Fajriyah Usman, ada sembilan program unggulan yang menjadi jurus Pertamina dalam berfokus pada pemberdayaan UMK guna mendorong agar bisa naik kelas.
“Mitra binaan (MB) akan dibina sesuai kondisi usahanya dan diharapkan bisa naik kelas secara bertahap. Mulai dari Go Modern, Go Digital, Go Online, hingga akhirnya mampu menjadi UMK Go Global,” jelasnya.
Program unggulan pertama yakni UMK Academy. Kegiatan ini disusun sebagai akselerasi bagi UMK berprestasi untuk naik kelas. Pada tahun 2020 lalu, sebanyak 290 MB menjadi peserta UMK Academy dan 162 MB lulus menjadi UMK naik kelas. Sedangkan untuk peserta UMK Academy tahun 2021 ini mencapai 613 MB dan rangkaian program masih berlangsung hingga akhir tahun ini.
BACA JUGA : 187 UMK Wisata Prioritas Diganjar Modal Bergulir Pertamina
Kedua, lanjut Fajriyah, hibah teknologi tepat guna untuk membantu pengembangan produksi UMK melalui hibah alat berteknologi tepat guna. Mayoritas diberikan kepada mitra binaan dari sektor pertanian dan perkebunan untuk menunjang hasil produksi mereka.
Ketiga, yakni berupa bantuan sertifikasi dan perizinan usaha untuk memperoleh sertifikasi Halal, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), dan izin edar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Sebagai upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat dan pasar terhadap produk UMK. “Sebanyak 64 MB mendapatkan bantuan mengurus sertifikat HKI serta 21 dari 24 UMK telah mengantongi sertifikat Halal dari ajang serupa,” jelas Fajriyah.
Keempat, display product SME dengan memajang produk UMK di area publik (bandara, stasiun, dll). Pada semester I tahun 2021 ini, telah dilakukan penataan kembali Gerai UMK di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Kelima, yakni fasilitas e-learning berupa pelatihan UMK secara online dan reguler dilaksanakan. Pertamina menyediakan sarana berupa e-platform UMKM yang dikhususkan untuk mitra binaan Pertamina dan dapat diakses melalui situs www.belajarumkm-pertamina.com. Hingga triwulan ketiga tahun 2021, Pertamina telah menggelar 169 kali pelatihan yang diikuti oleh ribuan UMK.
BACA JUGA : Minat Jadi Agen JNE, Simak Syarat-syaratnya
Keenam, publikasi mitra binaan dengan beberapa media seperti Instagram dan Youtube @gen_umkm. Serta beberapa bantuan publikasi dari program PUMK yang dijalankan di beberapa wilayah region Pertamina. Hingga akhir Agustus, sudah ada 434 konten mendukung upaya publikasi ini.
Ketujuh, penjualan UMK melalui marketplace bekerja sama dengan e-commerce untuk meningkatkan penjualan produk. Terbaru, Pertamina telah melaksanakan pelatihan e-commerce pada Maret 2021. Sebanyak 33 UMK telah mengikuti pelatihan tersebut.
Kedelapan, memfasilitasi adanya katalog SME 1000 yang memuat informasi 1.000 mitra binaan berdasarkan hasil kurasi produk mitra binaan dengan kamar dagang dan industri (KADIN). Buku Pertamina SME 1000 edisi kedua baru saja diluncurkan pada Sabtu (28/8) lalu oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahudin Uno.
Terakhir yakni menggelar dan mengikutsertakan mitra binaan pada exhibition/ Virtual Exhibition sebagai pengembangan usaha melalui pameran, pelatihan & business forum. Seperti pada kegiatan Gerakan Bangga Buatan Indonesia Kalimantan Timur (GBBI Kaltim) dan SMEXPO 2021 yang bakal digelar Oktober mendatang.