JNEWS ONLINE
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
No Result
View All Result
JNEWS Online
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Arsitektur Bali Kuno: Mengenal Ciri dan Filosofi Bangunan Tradisional

by Penulis JNEWS
6 May 2024
Arsitektur Bali Kuno
Share on FacebookShare on Twitter

JNEWS – Arsitektur tradisional Bali kuno, yang telah berkembang turun-temurun, adalah representasi dari tata ruang yang menunjang kehidupan masyarakat Bali. Gaya arsitektur ini dipengaruhi oleh budaya Hindu dan Jawa kuno.

Arsitektur Bali mencerminkan tradisi lokal dengan penggunaan bahan-bahan alami seperti jerami, kayu kelapa, bambu, kayu jati, batu, dan batu bata. Ciri khasnya meliputi atap rumah yang bertingkat dan bergelombang, yang dihiasi dengan ornamen-ornamen indah.

Konsep kosmologi Bali kuno yang mengharmonikan alam, keyakinan, dan kehidupan spiritual, turut andil besar memengaruhi desain arsitektural. Dalam kepercayaan masyarakat Bali, hidup di dunia dianggap sebagai misi untuk berbuat kebaikan. Jika kebaikan tersebut diterima oleh Sang Hyang Widi, mereka akan mencapai moksa dan menyatu dengan dewa dalam nirwana. Namun, kesalahan yang dilakukan memaksa mereka untuk menjalani reinkarnasi hingga dosa-dosa terhapus dan diterima kembali oleh Tuhannya.

Dengan demikian, arsitektur Bali tidak hanya mencakup aspek estetika dan fungsional, tetapi juga memiliki filosofi spiritual dalam upayanya untuk hidup harmonis dengan alam, yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Filosofi Arsitektur Bali Kuno

Dikutip dari laman Binus University, berikut ini beberapa prinsip filosofis yang dipegang oleh Undagi, para ahli arsitektur tradisional Bali kuno, dalam mendesain berbagai bangunan di Pulau Dewata ini.

1. Tri Hita Karana

Filosofi Tri Hita Karana mendefinisikan tiga faktor yang berkontribusi pada kesejahteraan hidup, yang terdiri dari keselarasan dalam hubungan antara manusia dengan Tuhannya (Khaya), manusia dengan lingkungan alam sekitarnya (Angga), dan manusia dengan manusia lainnya (Atma). Konsep ini melibatkan tiga elemen utama, yaitu Sanghyang Jagatkarana, Bhuana, dan Manusia, yang bersama-sama membentuk dasar dari keharmonisan ini.

Baca juga: 5 Tradisi Nyepi yang Dijalani Umat Hindu di Bali dan Maknanya

2. Arga Segara

Arga Segara adalah sebuah filosofi yang mengeksplorasi orientasi sakral antara arga (kaja), yang melambangkan gunung, dan segara (kelod), yang melambangkan laut. Dalam konsep ini, wilayah gunung dilihat sebagai parahyangan, tempat suci tempat tinggal dewa-dewa, sedangkan wilayah dataran dipandang sebagai dunia manusia, dan wilayah laut dianggap sebagai realm makhluk laut dan entitas jahat.

3. Tri Mandala

Filosofi Tri Mandala adalah pedoman zonasi yang membagi area berdasarkan tingkat kesuciannya menjadi tiga zona. Ketiga zona tersebut adalah:

  • Nista Mandala (jaba sisi), zona paling luar yang memiliki tingkat kesakralan paling rendah.
  • Madya Mandala (jaba tengah), zona peralihan yang memiliki tingkat kesakralan menengah.
  • Utama Mandala (jeroan), zona terdalam yang paling sakral.

Pembagian ini memengaruhi penempatan struktur dalam area tersebut. Bangunan dengan fungsi paling sakral diletakkan di Utama Mandala, bangunan dengan tingkat kesakralan menengah di Madya Mandala, dan bangunan dengan kesakralan paling rendah di Nista Mandala.

Arsitektur Bali Kuno
Sumber: binus.ac.id

4. Sanga Mandala

Filosofi Sanga Mandala adalah aturan yang mengatur zonasi dan ruang berdasarkan orientasi arah yang sakral dan profan di masyarakat Bali, yaitu melalui konsepsi Kaja-Kelod (gunung-laut) dan Kangin-Kauh (matahari terbit-matahari terbenam). Konsep ini menghasilkan sebuah sumbu imajiner yang penting dalam orientasi ritual Kangin-Kauh (Timur-Barat) dan orientasi alamiah Kaja-Kelod, yang bervariasi di setiap daerah di Bali.

Arsitektur Bali kuno: Sanga Mandala
Sumber: binus.ac.id

Dalam konsep Sanga Mandala, area dibagi menjadi sembilan zona berdasarkan tingkat kesakralan dan keprofanannya. Di tengah area tersebut terdapat Natah, sebuah ruang terbuka pusat. Dari orientasi Kangin-Kauh, zona ini dibagi lagi menjadi tiga bagian: Utama (sakral), Madya, dan Nista (profan). Sama halnya dengan pembagian berdasarkan sumbu Kaja-Kelod, yang juga menciptakan sembilan zona dengan tingkat kesakralan dan keprofanan yang berbeda-beda.

5. Tri Angga dan Tri Loka

Filosofi Tri Angga adalah konsep yang memetakan hierarki antara berbagai alam, yang mencakup mikrokosmos, wilayah tengah, dan makrokosmos. Konsep ini berkaitan erat dengan Tri Loka, dengan fokus pada tiga aspek fisik, yaitu Utama Angga, Madya Angga, dan Nista Angga.

Dalam konteks Tri Loka, yang diatur secara vertikal, alam semesta atau Bhuwana Agung dibagi menjadi:

  • Swah Loka (Dewa), yang menempati posisi teratas sebagai nilai utama dan dianggap paling sakral.
  • Bwah Loka (Manusia), yang berada di posisi tengah dengan nilai madya.
  • Bhur Loka (Hewan dan makhluk jahat), yang menempati posisi terendah sebagai nilai nista dan dianggap kotor.

Konsep Tri Angga dan Tri Loka ini berlaku dalam berbagai skala, dari Bhuwana Alit hingga Bhuwana Agung, mengilustrasikan pengelompokan wilayah di bumi seperti gunung yang dinilai utama, dataran dengan nilai madya, dan lautan yang dinilai nista.

6. Asta Kosala Kosali

Filosofi Asta Kosala Kosali adalah pengetahuan arsitektur tradisional Bali kuno yang mengatur desain dan tata letak lahan untuk perumahan dan bangunan suci, dengan mengambil inspirasi dari anatomi tubuh manusia untuk pengukuran. Beberapa metode pengukuran melibatkan jarak antara ujung telunjuk dan ibu jari, keliling tangan yang terkepal, panjang ruas jari, serta ukuran telapak tangan dan kaki.

Konsep ini tidak hanya praktis untuk pengukuran, tetapi juga kaya akan nilai filosofis, mengintegrasikan aspek spiritual dan fisikal dalam arsitektur.

Ciri Desain Rumah Tradisional Bali Kuno

Arsitektur Bali Kuno

Dengan melihat filosofi di atas, dapat dikatakan rumah atau bangunan yang dibuat mengikuti prinsip filosofi Bali kuno akan memiliki ciri-ciri desain seperti berikut.

1. Sistem Ventilasi yang Efisien

Di rumah-rumah atau vila Bali, penggunaan jendela besar sangat umum untuk memaksimalkan sirkulasi udara. Ada ruang yang dibuat antara atap dan dinding untuk mendukung ventilasi ini.

2. Fondasi yang Kokoh

Mengikuti filosofi Tri Loka, yang mengibaratkan rumah seperti tubuh manusia, fondasi rumah dibangun kuat mirip dengan kaki yang mendukung tubuh, sehingga memberikan kestabilan dan kekuatan pada struktur.

3. Halaman yang Luas

Sejalan dengan konsep harmoni dengan alam, rumah tradisional Bali kuno dirancang dengan halaman besar yang memungkinkan interaksi langsung dengan lingkungan sekitar.

4. Tembok Penjaga

Dinding tinggi dibangun untuk melindungi privasi penghuni dan memberi perlindungan dari pengaruh luar, termasuk ilmu hitam dan roh jahat.

5. Terdapat Pura di Setiap Area Rumah

Di Bali, setiap kompleks rumah tradisional memiliki desain yang unik dengan selalu ada pura kecil yang terletak di area yang dianggap sakral. Area sakral ini biasanya berada di posisi yang paling dihormati dan dilindungi dalam kompleks rumah, menghadap ke arah gunung yang dianggap suci.

Pura ini bukan hanya simbol religius, tetapi juga pusat aktivitas spiritual dan tempat penghuni rumah melakukan ritual dan persembahan kepada dewa-dewi dalam agama Hindu.

6. Dikelilingi Pagar

Seperti halnya rumah tradisional di Jawa, rumah khas di Bali dibangun dalam sebuah kompleks yang dilindungi oleh dinding yang terbuat dari lumpur yang dicat putih atau batu bata, tergantung pada kemampuan finansial pemiliknya.

Kompleks rumah tradisional Bali kuno ditandai dengan beberapa paviliun yang dikenal sebagai bale, yang tersebar mengelilingi halaman tengah, yang disebut natah. Natah berfungsi sebagai pusat kegiatan keluarga dan umumnya digunakan untuk berbagai aktivitas sosial dan ritual.

Konfigurasi ini tidak hanya menciptakan ruang privat yang aman dan tersembunyi dari pandangan luar, tetapi juga mendukung kehidupan sosial yang kuat di dalam keluarga dan komunitas yang lebih luas, merefleksikan nilai-nilai kebersamaan dan kekeluargaan yang dihargai dalam budaya Bali.

Baca juga: Arsitektur Unik Tempat Ibadah Hindu: Menggali Estetika dan Simbolisme dalam Desain Bangunan

Arsitektur Bali kuno dikenal unik dan menarik, populer hingga ke mancanegara. Meskipun masih mempertahankan beberapa elemen dari Hindu Jawa Kuno, Bali memiliki karakteristik arsitektural yang khas dan berbeda, yang patut dilestarikan.

Post Views: 337
Tags: arsitektur Baliciri desainfilosofi arsitektur balipurarumah tradisional Bali
Share337Tweet211
Next Post
smart point jne di ciomas, serang, banten

Smart Point Ciomas Pangkas Waktu Pengantaran Paket di Serang, Banten

TERKINI

progam lapak berkah, kolaborasi jne medan dan izi

JNE Medan Gandeng IZI Perkuat UMKM melalui Program Lapak Berkah

2 November 2026
pameran seni in medio artjog dan tab space, bandung

Merayakan Seni yang Inklusif di Pameran In Medio ARTJOG dan Tab Space

2 November 2026
ntt jadi penyumbang ekspor vanili

NTT Penyumbang Terbesar Komoditas Vanili, Diminati Pasar Global

2 November 2026
waspadai pesan berantai mengenai iming-iming bantuan subsidi upah

Kemnaker Imbau Pekerja Waspadai Penipuan Pencairan Bantuan Subsidi Upah 2026

2 November 2026
jne meresmikan tim tanggap darurat bencana diresmikan

‘Sedia Payung Sebelum Hujan’, Tim Tanggap Darurat Bencana Diresmikan

1 November 2026
kurir jne berangkat umrah

Senyum Bahagia Ratusan Kurir Kala Ikut Diberangkatkan Umrah

31 October 2026

POPULER

Desa Shirakawa-go, Desa Tradisional Jepang dengan Rumah Beratap Jerami yang Ikonik

Desa Shirakawa-go, Desa Tradisional Jepang dengan Rumah Beratap Jerami yang Ikonik

by Penulis JNEWS
23 October 2026

Cara Membuat Rute di Google Maps, Begini Langkah-Langkahnya

Cara Membuat Rute di Google Maps, Begini Langkah-Langkahnya

by Penulis JNEWS
15 October 2026

Rumah Ibadah dengan Lokasi Paling Ekstrem di Dunia

9 Rumah Ibadah dengan Lokasi Paling Ekstrem di Dunia

by Penulis JNEWS
23 October 2026

Jenis Jenang Tradisional yang Populer dan Kaya Rasa

10 Jenis Jenang Tradisional Khas Jawa yang Populer dan Kaya Rasa

by Penulis JNEWS
13 October 2026

inovation lab jne 2026

Mewadahi Ide-ide Baru di Innovation Lab JNE 2026

by Redaksi JNEWS
30 October 2026

JNEWS Online

©2020 - Your Trusted Logistic Portal

Navigate Site

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1

©2020 - Your Trusted Logistic Portal