JNEWS – Selain pendidikan, ketahanan pangan dan energi serta MBG, pemerintah tak luput memberikan perhatian serius di sektor kesehatan. Salah satunya dengan terus meningkatkan kapasitas produksi produk-produk yang terkait kesehatan.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan penguatan kapasitas produksi kesehatan nasional merupakan faktor strategis untuk melindungi Indonesia dari risiko krisis global di masa mendatang.
Hal tersebut disampaikan Menkes saat peresmian Pengembangan Fasilitas Manufaktur dan Riset Bayer Indonesia di Depok, beberapa waktu lalu. “Peresmian ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kemandirian sistem kesehatan nasional,” ungkapnya.
Menkes Budi menyinggung pengalaman pandemi Covid-19 yang menunjukkan kerentanan negara yang tidak memiliki kemampuan produksi obat, vaksin, dan alat kesehatan secara mandiri. “Pembatasan mobilitas internasional saat krisis membuat negara yang bergantung pada impor berada dalam posisi sangat rentan terhadap gangguan pasokan. Tanpa kapasitas industri di dalam negeri, populasi besar seperti Indonesia menghadapi risiko serius ketika terjadi wabah berskala global,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa ketahanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pelayanan medis, tetapi juga kesiapan industri penunjang yang mampu tetap beroperasi dalam kondisi darurat. Oleh karena itu, investasi di sektor farmasi dan kesehatan dinilai sebagai bagian dari perlindungan nasional, setara dengan pembangunan infrastruktur strategis lainnya.
Sementara itu, Duta Besar Jerman untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor Leste Ralf Beste menilai investasi perusahaan asal Jerman di bidang kesehatan, mencerminkan kekuatan basis industri Jerman yang berorientasi jangka panjang. Produksi lokal dan transfer teknologi, menurutnya, menjadi elemen penting dalam membangun ketahanan ekonomi dan kesehatan di Indonesia.
“Kami sangat senang melihat keputusan untuk memproduksi di Indonesia dan menjadikan Indonesia sebagai hub. Hal ini membawa manfaat berupa produksi lokal, transfer pengetahuan, serta penguatan kemitraan Jerman–Indonesia,” ujarnya. *
Baca juga: Relawan TCK Kemenkes Terus Beri Layanan Kesehatan Korban Bencana Sumatera












