JNEWS ONLINE
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
No Result
View All Result
JNEWS Online
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Tak Hanya Jeruk, Desa Sukoreno Kini Kembangkan Alpukat, Belimbing, Buah Naga dan Jambu

by Redaksi JNEWS
24 April 2026
desa sukaresono

Petani di Kabupaten Jember mengembangkan buah alpukat

Share on FacebookShare on Twitter

JNEWS – Kabupaten Jember dikenal sebagai produsen komoditas pertanian seperti kakao, gula, kopi, tembakau, jeruk, dan kini juga mulai dikenal sebagai produsen buah naga, belimbing dan alpukat.

Untuk kopi dan kakao, Kabupaten Jember cukup istimewa karena dibangun pusat penelitian kopi dan kakao (Puslitkoka). Lembaga ini menjadi pusat unggulan nasional dalam riset dan pengembangan kedua komoditas tersebut, mulai dari budidaya, pascapanen, hingga industri hilir.

Puslitkoka berdiri pada 1 Januari 1911 pada masa kolonial Belanda dengan nama Besoekisch Proefstation. Puslitkoka berada di bawah pengelolaan PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) dan memiliki visi menjadi lembaga penelitian unggul bertaraf internasional. Visi tersebut diwujudkan melalui berbagai program penelitian, pelatihan, dan diseminasi teknologi yang berorientasi peningkatan mutu serta daya saing kopi dan kakao.

Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia merupakan salah satu daya tarik wisata agro yang terletak di Desa Nogosari Kecamatan Rambipuji, sekitar 12 km ke arah selatan Kota Jember. Berdiri sejak tahun 1911 dan merupakan satu-satunya lembaga penelitian kopi dan kakao di Indonesia.

Dengan lahan seluas 160 hektare yang dikelilingi areal perkebunan kopi dan kakao (coklat) yang asri, pengunjung dapat menyaksikan sekaligus mempelajari pembibitan dan pembenihan, proses pengolahan, sekaligus menikmati secara langsung hasil produksi kopi dan kakao berupa minuman panas/dingin, coklat, permen, hingga ice cream.

Hasil produksi ini dapat dijadikan bahan oleh-oleh khas Jember. Tersedia pula fasilitas perpustakaan, aula, guest house, lapangan tenis, masjid, serta gazebo.

Selain kopi, Jember dikenal sebagai salah satu daerah penghasil tembakau cerutu terbaik di Indonesia. Daun tembakau Jember memiliki karakter yang kuat, tebal, aromatik, dan halus sehingga banyak menjadi pilihan industri cerutu premium dunia.

Untuk tebu, tidak kalah pentingnya karena ada dua Pabrik Gula (PG) yang ada di Kabupaten Jember yakni PG Semboro dan PG Djatiroto. Di mana sampai saat ini dua pabrik gula tersebut masih berproduksi dan menghasilkan ratusan ribu kg dalam masa gilingnya. Kedua pabrik gula tersebut menjadi bukti eksistensi sampai saat ini lahan tebu di Kabupaten Jember masih memadai menjadi bahan baku gula.

Jeruk Semboro, Dikenal Ikon Pusat Jeruk Siam

Nama jeruk Semboro bahkan telah melekat kuat sebagai ikon buah jeruk dengan cita rasa manis dan kualitas premium yang dikenal hingga tingkat nasional. Sebenarnya sentra produksi Jeruk semboro tidak hanya di Desa Semboro, tetapi juga melebar ke wilayah sekitar sejak lebih dari 20 tahun lalu dan bertahan hingga saat ini meski kini banyak yang beralih diversifikasi ke jenis tanaman lain.

Pohon jeruk siam

Jeruk asal Jember kerap menjadi rujukan kualitas, baik untuk konsumsi lokal maupun distribusi ke berbagai daerah di Indonesia. Reputasi tersebut dibangun dari konsistensi rasa, ukuran buah, serta aroma khas yang dimiliki jeruk Semboro. Meski dari penampakan jeruk Semboro agak kurang menarik namun dari rasa tidak kalah diadu dengan jeruk produksi daerah lain di Indonesia.

Produksi jeruk di Kabupaten Jember tidak hanya bertumpu pada satu wilayah. Setidaknya terdapat enam kecamatan yang selama ini menjadi sentra utama penghasil jeruk dan berkontribusi besar terhadap sektor hortikultura Jawa Timur.

Baca juga: Menjelajahi Keindahan Surgawi dan Tantangan Fisik di Kawah Ijen Banyuwangi

Keenam daerah tersebut meliputi Semboro, Umbulsari, Bangsalsari, Sumberbaru, Jombang, dan Gumukmas. Wilayah-wilayah ini memiliki karakter tanah dan iklim yang mendukung budidaya jeruk sejak puluhan tahun lalu.

Tak heran, jeruk Semboro kerap menjadi primadona pasar, terutama saat musim panen raya tiba. Bahkan, nama “Semboro” sendiri sudah identik dengan jeruk manis berkualitas tinggi.

Produksi Mulai Menurun, Beralih Tanam Buah Lain

Dalam lima tahun terakhir, produksi jeruk siam di Jember kususnya Semboro mulai menurun. Sejumlah faktor diduga menjadi penyebabnya, mulai dari alih fungsi lahan, perubahan pola tanam, hingga tantangan cuaca dan regenerasi petani. Penurunan produksi ini membuat posisi Jember sebagai daerah penghasil jeruk terbesar mulai tergeser. Meski kualitas tetap diakui, secara kuantitas Jember kini tak lagi berada di puncak.

Seperti yang terjadi di Desa Sukoreno, kini banyak petani jeruk mulai beralih tanam aneka buah yang selama ini tidak pernah ditanam dan ternyata berhasil. Seperti buah naga sempat booming lima tahun lalu, banyak ditanam di area pekarangan. Demikian juga belimbing, di Desa Sukoreno banyak yang menanam di pekarangan yang kurang produktif, bukan area sawah utama.

Selain itu juga ada jambu kristal, tidak hanya ditanam di area pekarangan melainkan banyak yang ditanam di sawah dengan lokasi yang tidak banyak dialiri air irigasi. Sempat booming juga lima tahun lalu, pernah menjadi komoditas andalam petani Desa Sukoreno.

Dan yang terbaru yakni buah alpukat. Buah yang selama ini identik dengan tanaman yang cocok untuk dataran tinggi dan pegunungan, kenyataannya buah alpukat cukup subur dan banyak menghasilkan. Cukup banyak varian buah alpukat yang ditanam, mulai miki, markus, alligator dan varian lain yang mulai tahun ini banyak menghasilkan buah dengan ukuran yang besar dan menarik minat pembeli.

“Tanam alpukat ini sudah sekitar 4 tahun lalu dan baru tahun ini bisa buah besar-besar dan banyak. Tahun lalu berbuah namun tidak terlalu banyak masih bisa dihitung, tapi tahun ini jumlahnya lumayan banyak,” kata Mahfud Ahmadi, salah satu petani alpukat yang mulai memanen tanaman alpukatnya.

Diakui Mahfud awalnya tanam alpukat untuk memberikan variasi tanam di pekarangan yang ada di sekitar rumah. Karena buah naga dan kambu biji sudah ada, dilengkapi dengan tanaman alpukat dan ternyata menarik juga melihat hasil alpukatnya yang besar-besar dan bagus.

“Per kilo alpukat di Desa ini kisaran Rp 10 ribu – Rp 20 ribu per kg bergantung besaran dan kualitas penampakan fisik alpukat. Bagi petani tentunya sangat senang meski ditanam di pekarangan ternyata bisa menjadi komoditas lain dan cukup laku di pasaran,” ujar Mahfud. *

 

Post Views: 247
Share196Tweet123
Next Post
Masjid Raya Medan: Keindahan Arsitektur dan Nilai Sejarah yang Kuat

Masjid Raya Medan: Keindahan Arsitektur dan Nilai Sejarah yang Kuat

TERKINI

ahli kakao

Siapkan SDM Ahli Kakao, Kemenperin Buka Program Cocoa Doctor

3 November 2026
progam lapak berkah, kolaborasi jne medan dan izi

JNE Medan Gandeng IZI Berdayakan UMKM melalui Program Lapak Berkah

3 November 2026
pameran seni in medio artjog dan tab space, bandung

Merayakan Seni yang Inklusif di Pameran In Medio ARTJOG dan Tab Space

2 November 2026
ntt jadi penyumbang ekspor vanili

NTT Penyumbang Terbesar Komoditas Vanili, Diminati Pasar Global

2 November 2026
waspadai pesan berantai mengenai iming-iming bantuan subsidi upah

Kemnaker Imbau Pekerja Waspadai Penipuan Pencairan Bantuan Subsidi Upah 2026

2 November 2026
jne meresmikan tim tanggap darurat bencana diresmikan

‘Sedia Payung Sebelum Hujan’, Tim Tanggap Darurat Bencana Diresmikan

1 November 2026

POPULER

Cara Membuat Rute di Google Maps, Begini Langkah-Langkahnya

Cara Membuat Rute di Google Maps, Begini Langkah-Langkahnya

by Penulis JNEWS
15 October 2026

Desa Shirakawa-go, Desa Tradisional Jepang dengan Rumah Beratap Jerami yang Ikonik

Desa Shirakawa-go, Desa Tradisional Jepang dengan Rumah Beratap Jerami yang Ikonik

by Penulis JNEWS
23 October 2026

Jenis Jenang Tradisional yang Populer dan Kaya Rasa

10 Jenis Jenang Tradisional Khas Jawa yang Populer dan Kaya Rasa

by Penulis JNEWS
13 October 2026

Rumah Ibadah dengan Lokasi Paling Ekstrem di Dunia

9 Rumah Ibadah dengan Lokasi Paling Ekstrem di Dunia

by Penulis JNEWS
23 October 2026

waspadai pesan berantai mengenai iming-iming bantuan subsidi upah

Kemnaker Imbau Pekerja Waspadai Penipuan Pencairan Bantuan Subsidi Upah 2026

by Redaksi JNEWS
2 November 2026

JNEWS Online

©2020 - Your Trusted Logistic Portal

Navigate Site

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1

©2020 - Your Trusted Logistic Portal