JNEWS – Hallstatt Austria adalah kota kecil di wilayah Gmunden, negara bagian Upper Austria di pegunungan Alpen. Lokasinya cukup unik, menempel di tepi barat daya Danau Hallstätter See dengan latar pegunungan Dachstein yang curam.
Kawasan ini termasuk dalam wilayah Salzkammergut, dan berada di jalur penghubung antara Salzburg dan Graz. Meski ukurannya kecil, pemandangannya sangat ikonik karena rumah-rumahnya seolah menempel di antara danau dan tebing.
Hallstatt dikenal sebagai wilayah penghasil garam. Aktivitas penambangan di sini sudah ada sejak zaman prasejarah, dan jadi alasan utama wilayah ini berkembang.
Nama Hallstatt bahkan dipakai untuk menyebut Hallstatt culture, budaya arkeologi dari awal Zaman Besi di Eropa sekitar 800–450 SM, yang berkaitan dengan masyarakat Proto-Kelt dan Kelt awal. Artinya, tempat ini bukan sekadar desa wisata, tapi juga punya nilai sejarah yang cukup kuat.
Sejak 1997, Hallstatt masuk dalam kawasan Hallstatt-Dachstein/Salzkammergut Cultural Landscape yang diakui UNESCO sebagai situs warisan dunia. Status ini membuat namanya makin dikenal luas. Dampaknya, jumlah wisatawan meningkat tajam hingga sering disebut mengalami overtourism. Kota yang kecil ini harus menampung kunjungan besar setiap tahun, jadi suasananya bisa sangat ramai di waktu tertentu.
Perjalanan Panjang Hallstatt Austria

Pada Zaman Perunggu, produksi garam di Hallstatt Austria sudah berjalan seperti industri harian. Hasilnya besar, dan itu terlihat dari temuan makam prasejarah di sekitar wilayah ini. Barang-barang yang ditemukan di dalam kubur menunjukkan tingkat kemakmuran yang cukup tinggi untuk ukuran masa itu.
Tahun 1846, Johann Georg Ramsauer menemukan kompleks pemakaman besar di area tambang Salzberg. Diperkirakan ada sekitar dua ribu jasad yang dimakamkan di area ini, termasuk perempuan dan anak-anak, tetapi bayi jumlahnya sedikit. Menariknya, di dalam tambang, adanya kandungan garam membantu mengawetkan banyak benda organik seperti kain, kayu, dan kulit. Bahkan ada sepatu, potongan pakaian, alat kerja, sampai tas tambang yang masih utuh hingga sekarang.
Ada bukti bahwa karena lahan sangat terbatas, pemakaman diatur ulang secara berkala. Tulang lama dipindahkan ke ossuary, yaitu tempat penyimpanan tulang, agar bisa memberi ruang bagi jenazah baru. Di kapel lokal, tengkorak-tengkorak itu bahkan dihias dan diberi nama, profesi, serta tanggal kematian.
Sekitar 500 SM, aktivitas penambangan garam di lokasi ini berhenti, walau penyebab pastinya belum jelas. Banyak makam juga ditemukan sudah dalam kondisi sudah dirusak. Jejak aktivitas masyarakat yang hidup di sini memudar.
Baca juga: 10 Negara Paling Aman di Dunia untuk Tinggal dan Berwisata
Highlight Wisata Hallstatt Austria yang Paling Populer
Sampai akhir abad ke-19, akses ke Hallstatt Austria tidaklah mudah. Orang hanya bisa datang lewat perahu atau jalur sempit di pegunungan. Jalan darat baru dibangun pada tahun 1890 di sisi barat danau, sebagian dengan cara memahat batu.
Di abad ke-19 itulah, Hallstatt mulai dikenal sebagai destinasi wisata. Apalagi setelah kawasan ini masuk daftar warisan dunia UNESCO pada 1997. Popularitasnya makin naik sekitar 2006 setelah muncul di acara televisi Korea Selatan. Sejak saat itu, wisatawan dari Asia Timur mulai berdatangan dalam jumlah besar.
Efek media sosial juga ikut mendorong namanya. Dalam unggahan-unggahan yang ada, Hallstatt sering disebut sebagai kota paling instagramable di dunia. Foto-foto kota kecil ini menyebar luas, terutama di Asia.
Bahkan, beberapa waktu yang lalu sempat muncul kabar kalau desa ini jadi inspirasi Arendelle di film Frozen. Walau sebenarnya tidak benar, kabar itu tetap menarik perhatian dan bikin kunjungan harian meningkat.
Berikut adalah beberapa daya tarik utama dan aktivitas wisata yang bisa dilakukan wisatawan selama berkunjung ke salah satu desa paling indah di dunia ini.

1. Salzwelten Hallstatt (Tambang Garam)
Tempat ini dikenal sebagai salah satu tambang garam tertua di dunia. Pengunjung bisa naik funicular untuk mencapai area atas sebelum masuk ke dalam tambang.
Di dalam tambang ada tur interaktif, termasuk perosotan kayu yang cukup ikonik. Selain wisata, tempat ini juga memberi gambaran jelas tentang sejarah panjang penambangan di Hallstatt Austria.
2. Hallstatt Skywalk
Skywalk ini berada di ketinggian dan menghadap langsung ke desa dan danau. Dari sini, pemandangannya terbuka lebar, cocok untuk melihat keseluruhan lanskap Hallstatt. Aksesnya bisa lewat funicular yang sama dengan jalur menuju tambang garam. Tempat ini sering jadi spot foto utama karena sudut pandangnya cukup dramatis.
3. Beinhaus Hallstatt (Charnel House)
Terletak di Kapel St. Michael, tempat ini menyimpan ratusan tengkorak yang sudah dihias. Setiap tengkorak diberi nama, tanggal kematian, dan ada juga yang dihias dengan motif bunga. Tradisi ini muncul karena keterbatasan lahan pemakaman di Hallstatt. Bagi pengunjung, ini jadi salah satu sisi budaya yang cukup unik dan berbeda.

4. Hallstatter See (Danau Hallstatt)
Danau ini jadi pusat aktivitas di desa ini. Pengunjung bisa menyewa perahu, mencoba kayak, atau naik ferry berkeliling danau. Airnya tenang dengan latar pegunungan. Pemandangannya sangat ikonik.
5. Pusat Kota
Area pusat desa ini didominasi oleh jalan sempit dan bangunan klasik yang berderet di pinggir danau. Hampir semua sudutnya terlihat seperti foto-foto indah di kartu pos.
Jalurnya ramah pejalan kaki, jadi enak untuk jalan santai tanpa kendaraan. Area ini juga jadi titik paling ramai karena banyak spot foto yang mudah diakses.
Baca juga: 10 Desa Terindah di Dunia dengan Pemandangan Memesona
Hallstatt Austria memang tidak luas. Namun, dalam sehari bisa dikunjungi oleh 10.000 wisatawan lebih. Kalau ingin pengalaman yang lebih nyaman, datang sebelum pukul 09.30 atau setelah 16.00 jadi pilihan paling bijak supaya tidak terjebak keramaian.
Akses ke sini juga cukup mudah tanpa kendaraan pribadi. Dari Vienna butuh sekitar 3,5-4 jam dengan kereta, sedangkan dari Salzburg sekitar 2,5-3 jam. Perjalanan darat dari kota tersebut kemudian diakhiri dengan penyeberangan ferry yang langsung menuju desa. Momen ini adalah salah satu momen paling ditunggu oleh banyak wisatawan karena sangat berkesan sebelum benar-benar masuk ke Hallstatt Austria












