JNEWS – Tahun ini JNE kembali menggelar ajang kompetisi kreatif bertajuk “JNE Content Competition 2026” yang selama ini mampu menarik minat dari berbagai kalangan termasuk para mahasiswa. Untuk mendorong semangat berkarya sekaligus sosialisasi ajang tahunan tersebut, JNE menggelar creative workshop di Kampus Bina Nusantara (Binus) dengan tema ‘Think Creative dari Ide Jadi Karya Penuh Cerita’.
Kegiatan yang berlangsung di ballroom lantai 8 Kampus Anggrek Binus, Jakarta Barat, Senin (11/5/2026) tersebut diikuti oleh ratusan mahasiswa semester 2 jurusan komunikasi. Hadir dalam acara dewan juri JNE Content Competition 2026 yang sekaligus menjadi nara sumber. Di antaranya Vivid Fitri Argarini selaku juri untuk kategori National Writing, Yuda (Video Competition) dan Muklay (National Design) serta Agung Pambudhy selaku juri Regional Foto.
Sementara dari internal perusahaan JNE hadir Div. Head of Business Development and Partnership, Mayland Hendar Prasetyo. Sedangkan dari Binus hadir Dekan Faculty of Digital Communication and Hotel & Tourism, Dr. Yanti, S.Ikom, MM.

Dalam paparannya, Vivid Fitri Argarini, membahas mengenai cara-cara menulis yang baik dan benar serta memberikan tips menulis kepada para peserta. “Sebagai bekal mengikuti ajang Content Competition yang diadakan JNE ini, maka di antaranya harus banyak membaca, kemudian saat menulis jangan terlalu dipikirkan akan tetapi mengalir saja dan harus siap bekal mental juga,” ungkapnya.
“Sekarang ini dengan adanya media sosial dan juga AI, menulis cukup mudah berbeda dengan waktu dulu. Waktu saya belajar menulis dengan mesin tik, di mana harus menghabiskan banyak kertas. Terus asah dan berlatih menulis agar naskah yang dikirim nantinya sudah benar-benar bagus dan mempunyai harapan untuk menang,” sambungnya.
Sedangkan Agung Pambudhy menjelaskan bagaimana sebuah foto menjadi menarik bagi yang melihatnya. Karena baginya, foto lebih mudah dipahami dibandingkan dengan tulisan, lebih emosional dan menyentuh. Untuk jurnalistik dan media sosial fotonya juga akan menjadi lebih kuat, hingga mudah menyampaikan isu atau realitas yang ingin disampaikan.
“Sekarang adalah era smartphone dan AI. Semua orang bisa jadi fotografer. Beda sekali dengan jaman dulu. Meski demikian, tidak semua foto yang kita anggap menarik bisa semuanya pakai AI. Kami juga sebagai juri foto tidak akan menerima jika fotonya pakai AI,” jelasnya.
Baca juga: The JNE Effect: Membawa Aroma Pantan Musara dari Hulu ke Hilir
Ryan, salah seorang peserta menyatakan rasa bangganya bisa ikut Creative Workshop yang digelar JNE. “Sangat menarik. Para pemateri juga bagus semuanya, apalagi mereka menceritakan pengalaman dan pekerjaannya sekarang. Bagi saya itu menjadi inspirasi,” ucap mahasiswa yang berasal dari Riau, Sumatra ini.
Menurut Dr. Yanti, acara Creative Workshop yang digelar JNE sangat bagus, karena para mahasiswanya bisa dan belajar langsung dari ahlinya dengan segudang pengalaman di bidangnya masing-masing.

“Sangat luar biasa. Mahasiswa biasanya hanya belajar dari dosen, akan tetapi hari ini belajar langsung dari ahlinya dengan segudang pengalaman. Saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada JNE,” ujar Dr. Yanti, saat ditemui JNEWS di sela-sela acara.
Ia mengungkapkan, sudah lama mengenal JNE sebagai perusahaan pengiriman terdepan, dan dengan inovasi serta pelayanannya yang baik, JNE mampu bersaing dengan para kompetitor yang terus berdatangan. “Semoga acara ini bermanfaat bagi para mahasiswa. Saya wajibkan kepada para mahasiswa sebagai bagian dari kuliah. Terima kasih JNE,” tandasnya.












