JNEWS – Ditopang kawasan industri baru yang terus berkembang di Jawa Tengah dan juga pembangunan tol Solo-Yogya menjadi potensi besar yang terus bisa dimaksimalkan oleh JNE Region Jawa Tengah dan DIY ke depannya. Selain itu, sektor UMKM di mana kini banyak pelaku UMKM yang mulai tumbuh di kota kabupaten-kabupaten atau di Zona B.
Saat ditemui JNEWS beberapa waktu lalu, senyum optimisme terpancar jelas dari raut wajah Murah Lestari. Selaku Head of JNE Region Jateng – DIY, Murah Lestari bersyukur bahwa sampai Agustus 2026 pencapaian kinerja sales dan operasional JNE yang dipimpinnya memuaskan serta mencapai target. “Alhamdulillah, untuk tahun ini, tren tumbuhnya cukup menjanjikan. Seperti misalnya Kantor Cabang Utama JNE Solo itu tumbuhnya luar biasa dengan berbagai project korporasi yang ditanganinya,” ujarnya.
Menurut Murah Lestari, saat ini sektor korporasi dan kargo terus digenjot sampai akhir tahun nanti guna mengapai target tahunan yang sudah ditentukan sebelumnya. Namun demikian, sektor lainnya seperti ritel, instansi pemerintahan, sektor kesehatan, dan juga dari pelaku UMKM juga mendapat perhatian maksimal.
“Kami bersyukur, dengan terhubungnya tol lintas Jawa dan sebentar lagi tol Solo – Yogyakarta juga selesai dibangun maka saya yakin perputaran perekonomian Jateng dan DIY semakin kencang. Beberapa kawasan industri baru seperti di Kendal dan Batang saat ini mulai banyak dibangun pabrik-pabrik besar. Dan, tentu saja ini menjadi berkah bagi JNE. Hal lainnya, para pelaku UMKM tumbuh subur di banyak kota kabupaten-kabupaten, ini menggembirakan,” jelasnya.

Sebagai Kota Pelajar, Yogyakarta juga mendapat berkah dengan datangnya tahun ajaran baru, di mana banyak mahasiswa yang membanjiri Kota Gudeg tersebut untuk kuliah di sana. Hal ini menjadi peluang tersendiri bagi JNE Yogya untuk memaksimalkan potensi pengiriman. “Potensi dan peluangnya masih sangat terbuka lebar, baik di Jateng maupun Yogyakarta,” tambah Murah Lestari.
Baca juga: Kini Pimpin JNE Karawang, Iwan Ridwan: Ruang buat Tumbuh Masih Lebar
Untuk memaksimalkan potensi dan peluang tersebut, Murah Lestari menegaskan tentang pentingnya meningkatkan kolaborasi yang solid antara JNE Pusat dengan kantor-kantor cabang. Selain itu juga, kuncinya ada pada konsistensi pelayanan kepada pelanggan yang harus terus dijaga agar para pelanggan merasa puas dengan layanan yang diberikan oleh JNE.
“Dari infrastruktur internal saat ini juga terus ditingkatkan. Setelah selesai pembangunan dan diresmikannya gedung JNE Solo, sebentar lagi akan diadakan groundbreaking pembangunan gedung JNE Yogyakarta. Kami optimis, tahun 2026 yang tinggal beberapa bulan lagi ini bisa kami tutup dengan pencapaian yang maksimal dan memuaskan,” pungkas Murah Lestari.
Sebagai tambahan, saat ini JNE Region Jateng – DIY membawahi 6 Kantor Cabang Utama (KCU) dan 45 Kantor Cabang Pembantu (KCP) serta ratusan mitra agen yang tersebar di seluruh Jawa Tengah dan DIY. JNE masih menjadi pilihan utama masyarakat Jawa Tengah dan Yogyakarta dalam urusan jasa pengiriman dan logistik.*












