JNEWS – La Tomatina adalah festival tahunan di Buñol, Spanyol, yang dikenal sebagai perang tomat terbesar di dunia. Wisatawan dari berbagai negara datang ke Buñol untuk ikut merasakan keseruan acara tersebut.
Seiring meningkatnya popularitas La Tomatina, jumlah peserta yang datang juga semakin banyak. Hingga 2013, festival ini belum memiliki batas jumlah pengunjung. Kondisi tersebut lantas membuat Buñol kewalahan karena jumlah penduduknya hanya sekitar 9.000 orang. Untuk mengendalikan keramaian dan menjaga kelancaran acara, penyelenggara kemudian menerapkan sistem tiket dengan kapasitas maksimal 20.000 peserta sejak 2013.
Kisah La Tomatina, Tradisi yang Sempat Dilarang

Sejarah La Tomatina bermula pada Rabu terakhir bulan Agustus di tahun 1945. Saat itu, sekelompok anak muda berkumpul di alun-alun di Buñol untuk menyaksikan parade Giants dan Big-Heads, yaitu patung-patung besar yang menjadi bagian dari tradisi perayaan di Spanyol.
Di tengah parade, salah satu peserta terjatuh hingga figur Big-Heads yang dibawanya lepas. Kejadian tersebut membuatnya marah dan mulai memukul benda-benda di sekitarnya. Kemarahan itu kemudian memicu keributan di sebuah lapak sayuran. Orang-orang yang berada di sana ikut melempar tomat satu sama lain hingga aparat setempat turun tangan untuk menghentikan aksi tersebut.
Setahun kemudian, sekelompok anak muda kembali melakukan aksi serupa. Kali ini, mereka sudah merencanakan keributan ini dan membawa tomat sendiri dari rumah. Aparat setempat sempat membubarkan aksi tersebut, tetapi kebiasaan saling lempar tomat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.
Aksi yang awalnya dilakukan oleh segelintir anak muda mulai menarik perhatian warga. Jumlah peserta pun bertambah hingga mencapai ribuan orang.
Pada awal 1950-an, pemerintah Spanyol di bawah kepemimpinan Francisco Franco melarang La Tomatina. Namun, larangan itu tidak membuat warga berhenti menggelar acara. Sejumlah peserta tetap melakukan tradisi ini dan bahkan sampai ditangkap oleh aparat.
Warga kemudian melakukan protes agar La Tomatina kembali diizinkan. Festival sempat dibatalkan lagi hingga 1957. Sebagai bentuk protes, warga Buñol mengarak peti mati berisi tomat berukuran besar, diiringi kelompok musik yang memainkan lagu-lagu pemakaman. Aksi protes ini berhasil. Pemerintah akhirnya mengizinkan La Tomatina kembali digelar dan menetapkannya sebagai festival resmi.
Jumlah peserta terus meningkat dari tahun ke tahun, begitu pula antusiasme terhadap festival ini. Pada 2002, La Tomatina mendapat pengakuan sebagai Fiesta of International Tourist Interest dari Departemen Pariwisata Spanyol. Penghargaan tersebut diberikan karena festival ini telah menjadi daya tarik wisata yang dikenal luas.
La Tomatina juga sempat terhenti akibat pandemi COVID-19. Perayaan yang seharusnya menjadi edisi ke-75 pada 2020 dibatalkan pada April tahun itu karena situasi pandemi di Spanyol. Acara pada 2021 juga dibatalkan. Festival ini kemudian kembali digelar dan mencapai perayaan ulang tahun ke-80 pada 27 Agustus 2025. Lebih dari 22.000 orang ikut serta dalam perang tomat tersebut.
Baca juga: 12 Makanan Khas Spanyol yang Mendunia dan Menggugah Selera
Rangkaian Acara dan Aturan La Tomatina

Sebelum perang tomat dimulai, La Tomatina dimeriahkan dengan berbagai acara selama beberapa hari. Ada lomba memasak paella di dekat alun-alun, pertunjukan kembang api, penampilan kelompok musik, hingga parade yang melewati kawasan pusat kota dengan bangunan-bangunan bergaya abad pertengahan. Berbagai kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan yang bisa dinikmati warga maupun wisatawan yang datang ke Buñol.
Pada Rabu pagi, festival dimulai dengan tradisi Palo Jabón. Dalam tradisi ini, sebuah tiang tinggi dilumuri minyak hingga licin, lalu sepotong ham digantung di bagian atasnya. Peserta harus memanjat tiang tersebut untuk mengambil ham. Selama mereka berusaha mencapai puncak, peserta lain bernyanyi dan menari mengelilingi tiang. Perang tomat baru dimulai setelah ham berhasil diturunkan.
Perang tomat berlangsung selama kurang lebih satu jam. Setelah selesai, jalanan dan alun-alun Buñol akan dipenuhi tomat yang hancur. Truk pemadam kebakaran kemudian menyemprotkan air untuk membersihkan area tersebut. Warga juga menyediakan selang yang bisa digunakan peserta untuk membilas tubuh dan pakaian mereka. Sebagian pengunjung memilih mandi di kolam Los Peñones.
Menariknya, tomat yang digunakan dalam festival ini juga membantu membersihkan kota. Kandungan asam sitrat di dalamnya dapat membantu mengangkat kotoran saat jalanan dan permukaan bangunan disemprot air. Hasilnya, beberapa area di Buñol bahkan bisa menjadi lebih bersih setelah La Tomatina selesai.
Sejak 2013, jumlah peserta La Tomatina dibatasi maksimal 20.000 orang dan setiap peserta harus memiliki tiket. Aturan ini diterapkan agar jumlah pengunjung tetap terkendali, mengingat Buñol hanya dihuni sekitar 9.000 orang. Besarnya skala festival juga terlihat dari jumlah tomat yang digunakan. Pada 2015, sekitar 145.000 kilogram tomat diperkirakan dilempar selama acara berlangsung.
Untuk menjaga keselamatan peserta, pemerintah kota Buñol menetapkan sejumlah aturan yang harus dipatuhi selama festival berlangsung:
- Peserta hanya boleh melempar tomat. Benda lain tidak diperbolehkan.
- Dilarang merobek pakaian peserta lain.
- Tomat harus diremas terlebih dahulu sebelum dilempar agar tidak melukai orang.
- Peserta wajib menjaga jarak aman dari truk yang berada di area festival.
- Aksi lempar tomat harus dihentikan setelah tembakan pistol kedua terdengar sebagai tanda berakhirnya acara.
- Peserta harus mengikuti arahan petugas keamanan.
- Tomat hanya boleh dilempar ke arah orang yang terlihat jelas untuk menghindari cedera.
- Dilarang melempar tomat secara langsung ke bangunan.
- Peserta diharapkan tetap menjaga keselamatan diri dan orang lain.
Baca juga: Istana Alhambra Spanyol: Sejarah, Arsitektur, dan Keindahannya
Tradisi La Tomatina di Buñol kini menjadi daya tarik wisata yang mendatangkan ribuan pengunjung setiap tahun. Bagi Buñol, La Tomatina bukan sekadar perang tomat, melainkan tradisi lokal yang kini menjadi bagian penting dari identitas kota.











