JNEWS – Cook Islands merupakan negara kepulauan yang terdiri atas 15 pulau. Tersebar di wilayah Pasifik Selatan, negara kecil yang indah ini memiliki luas sekitar 850.000 mil persegi atau 2,2 juta kilometer persegi.
Pulau dengan jumlah penduduk terbanyak adalah Rarotonga. Pulau ini menjadi lokasi bandara internasional sekaligus pusat pemerintahan Kepulauan Cook, dengan Avarua sebagai ibu kota.
Tidak banyak orang yang tahu mengenai negara satu ini. Karena itu, tak ada salahnya kali ini kita berkenalan.
Berkenalan dengan Cook Islands yang Indah

Masyarakat Cook Islands merupakan bagian dari bangsa Polinesia dan masih mempertahankan warisan leluhur hingga sekarang. Nenek moyang mereka dikenal sebagai pelaut andal dengan kemampuan navigasi yang memungkinkan mereka menyeberangi wilayah Pasifik yang sangat luas.
Para pendatang awal diperkirakan berasal dari Polinesia Prancis dan mencapai Kepulauan Cook sekitar 800 M. Dalam tradisi lokal, penjelajah Maori disebut telah tiba di Rarotonga lebih awal, sekitar 500 M, dengan mengikuti pola migrasi burung seperti cuckoo ekor panjang yang bergerak antara Selandia Baru dan Polinesia. Migrasi Polinesia sendiri sudah berlangsung sejak sekitar 1500 SM, ketika leluhur bangsa Maori berlayar menggunakan vaka dengan menjadikan bintang sebagai panduan.
Kontak dengan bangsa Eropa tercatat mulai 1595 ketika pelaut Spanyol Álvaro de Mendaña melihat Pukapuka. Captain James Cook kemudian mencatat Manuae pada 1773 dan menemukan Palmerston, Takutea, Mangaia, serta Atiu empat tahun kemudian. Pada 1789, HMS Bounty yang dipimpin Captain William Bligh tiba di Aitutaki, sebelum pemberontakan di kapal tersebut membawa Fletcher Christian hingga ke Rarotonga.
Kekristenan masuk ke Cook Islands pada 1821 dan membawa perubahan pada kehidupan masyarakat serta sejumlah tradisi setempat. Meski pengaruh agama baru cukup kuat, identitas Polinesia tetap dipertahankan melalui berbagai tradisi budaya.
Hubungan politik dengan Selandia Baru kemudian berubah pada 1901 ketika Cook Islands dianeksasi, meski keputusan tersebut ditentang sejumlah kepala suku. Status itu bertahan sampai 1965, saat Kepulauan Cook memperoleh pemerintahan sendiri dalam hubungan free association dengan Selandia Baru, yang tetap bertanggung jawab atas pertahanan negara kecil ini.
Sebelum pandemi COVID-19, negara ini memiliki sekitar 19.000 penduduk dan sebagian besar tinggal di Rarotonga. Jumlah warga keturunan yang menetap di luar negeri juga cukup besar, termasuk sekitar 50.000 orang di Selandia Baru untuk bekerja atau menempuh pendidikan.
Baca juga: Mengenal Kepulauan Whitsundays, Destinasi Wisata Impian di Queensland
Daya Tarik Wisata Utama Cook Islands
Sektor pariwisata menjadi bagian penting dari kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat, sementara keramahan penduduk, budaya Polinesia, serta gaya hidup yang santai menjadi bagian dari pengalaman wisatawan selama berada di kepulauan ini.
Berikut beberapa atraksi wisata yang bisa dinikmati jika kebetulan berlibur ke negara kecil yang indah ini.
1. Aitutaki Lagoon
Aitutaki Lagoon menjadi salah satu tujuan utama bagi wisatawan yang datang ke Cook Islands. Laguna ini dikenal dengan air berwarna biru kehijauan yang sangat jernih, dengan pulau-pulau kecil tersebar di dalamnya.
Kondisi perairannya cocok untuk snorkeling karena visibilitas di bawah air cukup baik. Wisatawan juga bisa menjelajah laguna menggunakan perahu vaka, kayak, atau mengikuti tur island hopping untuk berpindah dari satu motu ke motu lainnya.
Luangkan waktu untuk menikmati laguna dari atas perahu karena pemandangan laut dan pulau kecil di sekitarnya menjadi bagian menarik dari perjalanan.
2. One Foot Island (Tapuaetai)
One Foot Island atau Tapuaetai merupakan sebuah motu kecil yang tidak berpenghuni di dalam Aitutaki Lagoon. Ukurannya memang kecil, tetapi pulau ini menjadi salah satu pemberhentian populer dalam tur laguna.
Salah satu hal yang paling dicari wisatawan adalah kantor pos mungil di pulau tersebut. Pengunjung dapat meminta stempel berbentuk telapak kaki sebagai kenang-kenangan dan cap khusus di paspor. Setelah itu, bisa lanjut jalan-jalan menyusuri pasir putih, berenang di perairan dangkal, atau sekadar menikmati suasana pulau tanpa bangunan besar di sekelilingnya.
3. Pantai Muri
Pantai Muri berada di pesisir Rarotonga dan menjadi salah satu kawasan wisata yang paling ramai di pulau utama. Laguna di depannya memiliki air yang tenang dan relatif dangkal sehingga cocok untuk aktivitas air yang santai. Kayaking dan paddleboarding menjadi pilihan populer karena wisatawan bisa mendayung menuju beberapa pulau kecil yang berada tidak jauh dari garis pantai.
Kalau ingin berenang, area laguna juga cukup nyaman untuk menikmati air tanpa harus pergi jauh dari pantai. Kawasan sekitar Muri dilengkapi berbagai pilihan tempat makan dan akomodasi, sehingga wisatawan bisa menghabiskan waktu seharian di area ini.
4. Aroa Marine Reserve
Aroa Marine Reserve merupakan kawasan konservasi laut di Rarotonga yang menjadi salah satu lokasi snorkeling favorit. Terumbu karang dapat dijumpai di perairan dekat pantai, sehingga wisatawan tidak harus mengikuti perjalanan dengan kapal untuk melihat kehidupan bawah laut.
Air yang jernih memungkinkan pengunjung mengamati ikan tropis, karang, serta kerang raksasa yang hidup di kawasan tersebut. Kondisi laut yang relatif tenang juga membuat lokasi ini cocok bagi wisatawan yang baru mencoba snorkeling. Tetap ikuti aturan kawasan konservasi agar terumbu karang dan biota laut di dalamnya tidak terganggu.
5. Te Vara Nui Village
Te Vara Nui Village menawarkan pengalaman wisata yang menggabungkan budaya, kuliner, dan pertunjukan khas Polinesia di Cook Islands. Pengunjung dapat mengikuti tur untuk mengenal kehidupan masyarakat setempat, termasuk pengetahuan tentang tanaman obat, sejarah, serta teknik navigasi yang diwariskan leluhur.
Setelah tur selesai, pengalaman berlanjut dengan makan malam prasmanan yang menyajikan berbagai hidangan lokal. Acara kemudian ditutup dengan pertunjukan tari dan atraksi api di atas panggung terapung. Tempat ini cocok bagi wisatawan yang ingin mengenal budaya Kepulauan Cook melalui pengalaman langsung, bukan sekadar melihat pertunjukan.
6. Pasar Malam Muri
Di Muri Night Market, ada berbagai penjual membuka lapak dengan menu yang cukup beragam. Salah satu makanan yang wajib dicoba adalah ikamata, hidangan berbahan tuna mentah yang dimarinasi menggunakan jeruk nipis dan santan kelapa. Perpaduan ikan segar, rasa asam, dan santan membuat hidangan ini cukup khas di kawasan Pasifik.
7. Black Rock Beach
Black Rock Beach memiliki ciri khas berupa batuan vulkanik berwarna gelap yang berada di sepanjang pantai. Batuan tersebut menciptakan pemandangan yang kontras dengan pasir dan air laut di sekitarnya.
Pantai ini juga memiliki nilai budaya bagi masyarakat Maori setempat. Menurut kepercayaan yang diwariskan dalam tradisi lokal, Black Rock menjadi tempat roh orang yang meninggal memulai perjalanan menuju Avaiki, tanah leluhur.
8. Te Rua Manga (The Needle)
Te Rua Manga, yang lebih dikenal sebagai The Needle, merupakan formasi batu menjulang di pedalaman Rarotonga. Untuk mencapainya, wisatawan dapat mengikuti jalur Cross-Island Trek yang melewati kawasan hutan hujan. Trek ini membutuhkan kondisi fisik yang cukup baik karena beberapa bagian jalurnya menanjak dan memiliki permukaan yang licin, terutama setelah hujan.
Sesampainya di area The Needle, perjalanan terbayar dengan pemandangan pegunungan dan bentang Rarotonga yang terlihat dari ketinggian. Gunakan alas kaki yang sesuai agar perjalanan di jalur hutan lebih aman dan nyaman.
9. Pengamatan Paus Bungkuk
Perairan Cook Islands merupakan lokasi melihat paus bungkuk saat musim migrasi sekitar Juni sampai Oktober. Pada periode tersebut, paus bungkuk melintas di perairan sekitar kepulauan setelah melakukan perjalanan panjang di Pasifik.
Kemunculan paus ini bergantung pada kondisi laut, sehingga tidak ada jaminan setiap perjalanan akan menghasilkan penampakan. Wisatawan yang beruntung dapat melihat paus muncul ke permukaan, termasuk dari sejumlah titik di pesisir Rarotonga. Tur pengamatan paus dengan kapal juga tersedia bagi pengunjung yang ingin mencari peluang melihat satwa ini dari jarak yang sesuai aturan konservasi.
Baca juga: Menjelajahi Kepulauan Togean: Permata Tersembunyi di Sulawesi Tengah
Cook Islands memiliki sejarah panjang. Meski kehidupan masyarakat terus berubah, warisan leluhur tetap menjadi bagian penting dalam budaya setempat. Hal inilah yang membuat Kepulauan Cook menarik untuk dikunjungi.