JNEWS – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menekankan pentingnya peran perempuan baik dalam kepemimpinan maupun kemandirian dalam sektor ekonomi. Perempuan harus tangguh dan mampu bangkit dari tekanan dan tahan banting (resiliensi).
Hal tersebut diungkapkan Wakil Menteri (Wamen) Ekonomi Kreatif, Irena Umar belum lama ini. “Saat ini ekonomi kreatif membuka peluang besar tanpa melihat latar belakang termasuk perbedaan gender. Dengan dukungan teknologi, perempuan dapat berkarya dari mana saja dan menjadi bagian dari penggerak ekonomi. Ini adalah ruang inklusif bagi siapa saja yang memungkinkan siapa pun untuk berkontribusi,” ujarnya.
Menurut Irene, penguatan peran perempuan melalui ekonomi kreatif juga berkontribusi pada peningkatan kapasitas dan kemandirian, seiring semakin terbukanya akses terhadap berbagai peluang usaha dan inovasi.
“Ekonomi kreatif adalah the new engine of growth atau mesin pertumbuhan baru yang memberikan ruang luas bagi perempuan untuk berkembang. Kuncinya adalah keberanian untuk memulai dan kepercayaan terhadap diri sendiri,” tambahnya.
Baca juga: 7 Negara Paling Aman di Dunia untuk Traveler Perempuan
Kementerian Ekraf melihat bahwa penguatan kepemimpinan perempuan, khususnya melalui sektor ekonomi kreatif, menjadi langkah konkret dalam memperluas partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat fondasi pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Hal senada juga diutarakan oleh Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Veronica Tan. Menurutnya, pendekatan pembangunan ke depan perlu memastikan perempuan terlibat sebagai penggerak, bukan hanya penerima manfaat. *












