JNEWS – Pakistan mungkin belum terlalu sering masuk ke dalam bucket list wisata banyak orang. Padahal, negara ini menyimpan begitu banyak tempat dan pengalaman menarik yang jarang diketahui wisatawan. Bahkan, itinerary Pakistan 7 hari itu sebenarnya terasa cukup singkat karena ada banyak destinasi luar biasa yang bisa dikunjungi, terutama di sisi utara.
Berikut contoh itinerary 7 hari di Pakistan yang berfokus pada Hunza Valley, kawasan utara yang terkenal dengan panorama pegunungan megah, danau berwarna biru jernih, serta budaya masyarakat yang hangat. Rute perjalanan ini disusun seefisien mungkin dengan memanfaatkan penerbangan domestik agar waktu tempuh perjalanan darat bisa lebih singkat.
Itinerary Pakistan Hari 1: Tiba di Islamabad

Ibu Kota Pakistan, Islamabad, dikenal sebagai kota yang hijau, bersih, dan tertata rapi. Kota ini memiliki atmosfer yang lebih tenang dibanding beberapa kota besar lain di Pakistan.
Salah satu tempat yang wajib dikunjungi adalah Faisal Mosque, masjid ikonik dengan desain modern yang menjadi salah satu masjid terbesar di Asia Selatan. Bentuk arsitekturnya yang unik membuat tempat ini menjadi salah satu landmark paling terkenal di Pakistan.
Menjelang sore, itinerary Pakistan hari pertama dapat dilanjutkan ke Daman-e-Koh untuk menikmati panorama kota dari kawasan perbukitan Margalla. Tempat ini populer sebagai lokasi terbaik untuk melihat matahari terbenam dengan latar Islamabad dari ketinggian. Untuk makan malam, tersedia pilihan restoran seperti The Monal atau Monarch yang terkenal dengan suasana malam dan pemandangan lampu kota yang indah.
Baca juga: Deretan Masjid Termegah di Dunia yang Menjadi Ikon Arsitektur Islam
Hari 2: Menuju Hunza Valley
Hari kedua, ambil penerbangan pagi dari Islamabad menuju Gilgit yang memakan waktu sekitar satu jam. Jalur udara ini menjadi pilihan paling efisien untuk mencapai wilayah utara Pakistan, meskipun jadwal penerbangan cukup bergantung pada kondisi cuaca. Dari jendela pesawat, penumpang biasanya sudah dapat melihat panorama pegunungan Karakoram yang terkenal dramatis.
Setelah tiba di Gilgit, perjalanan darat dilanjutkan menuju Karimabad di kawasan Hunza Valley melalui jalur legendaris Karakoram Highway selama sekitar 2-3 jam. Rute ini dikenal sebagai salah satu jalan pegunungan paling indah di dunia karena dikelilingi tebing, sungai, dan deretan gunung raksasa.
Dalam perjalanan, sempatkan berhenti di Rakaposhi View Point untuk melihat langsung megahnya Gunung Rakaposhi setinggi 7.788 meter dari pinggir jalan. Pemandangan dinding es dan salju yang terlihat sangat dekat menjadi salah satu momen paling berkesan sebelum tiba di Hunza.
Hari 3: Menjelajahi Karimabad dan Sejarah Hunza

Itinerary Pakistan hari ketiga dapat dimulai dengan mengunjungi Baltit Fort, benteng berusia ratusan tahun yang berdiri di atas bukit dengan latar pegunungan Hunza. Bangunan ini memiliki arsitektur khas Tibet-Balti dan dahulu menjadi kediaman keluarga kerajaan Hunza.
Agenda selanjutnya bisa berkunjung ke Altit Fort, benteng tertua di kawasan Hunza yang menghadap langsung ke Sungai Hunza. Area di sekitar benteng dipenuhi lorong batu, rumah tradisional, dan kebun aprikot. Suasananya khas desa pegunungan Asia Tengah.
Menjelang sore, sempatkan berjalan santai di Karimabad Bazaar untuk mencari kain lokal, batu permata, hingga mencicipi makanan tradisional seperti sup Dowdoo dan jus aprikot segar yang populer di kawasan ini.
Saat matahari mulai turun, perjalanan dapat ditutup dengan menuju Duiker atau yang dikenal juga sebagai Eagle’s Nest. Tempat ini terkenal sebagai lokasi terbaik untuk menikmati matahari terbenam di Hunza Valley.
Hari 4: Upper Hunza dan Attabad Lake
Perjalanan hari ini berlanjut menuju kawasan Upper Hunza dengan pemandangan pegunungan yang semakin dramatis. Rute menuju wilayah ini melewati terowongan persahabatan Pakistan-Tiongkok yang menjadi bagian penting dari Karakoram Highway. Sepanjang perjalanan, lanskap berupa tebing curam, sungai berwarna kebiruan, dan desa kecil di kaki gunung membuat perjalanan darat terasa sangat berkesan.
Setelah tiba di area Gulmit, wisatawan dapat menguji adrenalin dengan berjalan di atas Hussaini Suspension Bridge. Jembatan gantung ini terkenal karena bentuknya yang ekstrem dengan papan kayu yang berjauhan serta angin pegunungan yang cukup kencang.
Siang hari itinerary Pakistan hari keempat ini dapat dihabiskan di Attabad Lake, danau berwarna biru toska yang terbentuk akibat longsor besar pada tahun 2010. Airnya yang jernih berpadu dengan latar pegunungan Karakoram menciptakan panorama yang sering disebut sebagai salah satu yang terindah di Pakistan.
Setelah selesai menjelajah, perjalanan dapat ditutup dengan bermalam di kawasan Gulmit atau Passu.
Hari 5: Passu Cones dan Khunjerab Pass

Perjalanan hari ini dipenuhi panorama pegunungan paling ikonik di wilayah utara Pakistan. Pagi hari dapat dimulai dengan berhenti di area Passu Cones yang terkenal dengan deretan puncak gunung runcing berbentuk dramatis. Lanskap unik ini menjadi salah satu spot foto paling populer di Hunza Valley karena terlihat sangat kontras dengan langit biru dan lembah di sekitarnya. Kawasan Passu juga memiliki suasana desa pegunungan yang tenang dengan latar gletser dan sungai berwarna kebiruan.
Perjalanan bisa dilanjutkan menuju Khunjerab Pass yang berada di ketinggian sekitar 4.693 meter di atas permukaan laut. Tempat ini dikenal sebagai perbatasan darat tertinggi di dunia antara Pakistan dan Tiongkok serta berada di dalam kawasan taman nasional pegunungan Karakoram. Sepanjang perjalanan menuju Khunjerab, pemandangan lembah luas, padang rumput pegunungan, hingga kemungkinan melihat satwa liar seperti yak dan ibex menjadi daya tarik tersendiri. Udara di kawasan ini terasa sangat dingin dan tipis, terutama saat mendekati area perbatasan.
Menjelang sore, itinerary Pakistan ini bisa lanjut ke Karimabad atau Gilgit untuk bermalam. Rute pulang memberikan kesempatan terakhir menikmati panorama Karakoram Highway dengan latar pegunungan bersalju yang megah.
Hari 6: Kembali ke Islamabad
Pagi hari, perjalanan dilanjutkan dengan penerbangan dari Gilgit menuju Islamabad. Jika cuaca tidak memungkinkan untuk terbang, perjalanan alternatif dilakukan melalui jalur darat via Karakoram Highway menuju Islamabad. Perjalanan ini memakan waktu cukup panjang, tetapi tetap menawarkan panorama pegunungan dan lembah yang indah sepanjang perjalanan.
Apabila tiba di Islamabad sesuai jadwal, sore atau malam hari dapat dimanfaatkan untuk berbelanja oleh-oleh khas Pakistan. Pilihan tempat yang populer antara lain Centaurus Mall yang modern dan lengkap, atau Saidpur Village yang menawarkan suasana tradisional dengan deretan toko kerajinan, kuliner lokal, dan area santai di kaki perbukitan Margalla.
Hari 7: Selamat Tinggal, Pakistan
Itinerary Pakistan hari terakhir dapat dimulai dengan menikmati sarapan khas lokal berupa Halwa Puri. Hidangan ini terdiri dari roti puri hangat, kari kacang, semolina manis, dan acar dengan cita rasa gurih serta sedikit pedas. Area komersial F-6 dan F-7 di Islamabad memiliki banyak tempat makan yang ramai dikunjungi pada pagi hari dan cocok untuk menikmati suasana santai sebelum perjalanan pulang.
Setelah selesai bersiap, perjalanan dilanjutkan menuju Islamabad International Airport untuk penerbangan kembali ke tanah air.
Baca juga: 17 Jalan Terindah di Dunia yang Bikin Kagum Sepanjang Perjalanan
Liburan ke Dubai atau Turki mungkin sudah biasa. Namun, Pakistan menawarkan pengalaman liburan antimainstream dengan panorama alam yang masih sangat alami dan belum terlalu padat wisatawan. Kawasan utara Pakistan terutama Hunza Valley menjadi salah satu wilayah yang paling worth it untuk dijelajahi. Jika sedang mencari referensi perjalanan, itinerary Pakistan di atas bisa dijadikan gambaran untuk menyusun liburan yang lebih seru dan berkesan.











