JNEWS – Mendaki bukit atau gunung menjadi salah satu aktivitas yang banyak digemari anak muda, baik yang millennial maupun generasi Z. Namun, tahukah kamu mendaki gunung tidak bisa dilakukan hanya dengan modal Fear of Missing Out (FOMO), perlu persiapan yang kuat dan matang guna memastikan badan terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan.
Aktivitas mendaki baik tektok ataupun berkemah membutuhkan banyak persiapan. Tidak hanya materi, yang paling penting adalah kesiapan fisik dan pengetahuan. Mendaki selama puluhan jam hingga berhari-hari harus disiapkan dengan matang. Untuk mencapai puncak, perlu persiapan fisik dengan berjalan kaki atau berlari disesuaikan dengan ketinggian puncak yang akan didaki.
Tidak hanya itu, pendaki pemula wajib mengetahui hal-hal dasar soal bukit atau gunung yang akan didaki, bagaimana trek dan kondisi alamnya. Tanpa pengetahuan yang cukup, pendaki pemula bisa mudah celaka, hilang atau terjatuh saat pendakian.
Siapkan Fisik dan Mental
Hal utama yang harus disiapkan para pendaki pemula sebelum melakukan pendakian adalah menyiapkan fisik dan mental. Pendakian yang menanjak hingga ribuan meter dari permukaan laut membutuhkan fisik yang kuat. Tidak hanya fisik, kesiapan mental juga sangat dibutuhkan.
Sebelum mendaki, pendaki pemula sebaiknya melakukan olahraga ringan beberapa bulan sebelum hari pendakian. Seperti kardio, jalan kaki, lari, serta naik turun tangga. Hal ini bertujuan agar meminimalisir terjadinya cedera saat proses pendakian.
Pendaki juga wajib memastikan kondisi fisik yang fit dengan beristirahat secara cukup. Sebelum mendaki, pastikan tidur delapan jam per hari. Serta pastikan kesiapan mental dalam menghadapi cuaca yang tiba-tiba berubah.
Persiapan Peralatan, Logistik, dan Kesehatan
Selain fisik, perlu juga memastikan kesiapan logistik selama pendakian. Kebutuhan logistik ditentukan sesuai dengan lamanya masa pendakian. Seperti air minum, protein, karbohidrat, dan kebutuhan harian lainnya. Pastikan juga membawa peralatan masak seperti kompor portable, alat makan.
Tidak hanya perbekalan, kebutuhan harian selama mendaki seperti tenda, carrier, baju yang hangat, senter, hingga jaket untuk memastikan suhu tubuh tetap hangat.
Selama mendaki, disarankan untuk menggunakan sepatu gunung agar kaki terhindar dari cedera seperti terkilir, terkena benturan, dan goresan. Tongkat juga sangat penting bagi pendaki pemula, penggunaan tongkat sangat membantu proses pendakian. Sleeping bag dan jas hujan juga wajib ada dalam carrier guna mengantisipasi terjadinya hujan selama masa pendakian.
Begitupun dengan obat-obatan, bagi pendaki yang menderita penyakit tertentu dan diperbolehkan melakukan pendakian, wajib membawa obat sebagai antisipasi kejadian tidak terduga.
Kenali Trek Pendakian
Tidak hanya menyiapkan fisik dan logistik, pendaki pemula wajib memiliki pengetahuan soal bukit atau gunung yang akan didaki. Minimnya pengetahuan soal puncak yang akan didaki dapat berakibat fatal, tidak hanya bagi individu, tetapi juga tim saat melakukan pendakian.
Mengenali karakteristik bukit atau gunung yang akan didaki bisa membantu pendaki pemula dalam menyiapkan kebutuhan apa saja yang wajib dibawa selama proses pendakian. Jika hanya FOMO tanpa adanya persiapan, pendaki pemula bisa saja tersesat, cedera fisik, hingga terkena hipotermia.
Untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan selama proses pendakian, wajib hukumnya bagi pendaki pemula untuk mengetahui karakter bukit atau gunung yang akan didaki. Mulai dari jalur, cuaca, ketinggian, serta apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat berada di atas ketinggian.
Baca gunung: Gunung Dukono: Mengenal Gunung Api Aktif yang Tak Pernah Tidur di Halmahera Utara











