JNEWS – Jauh-jauh hari sebelum libur panjang akhir tahun tiba, PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya, PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM), terus mengoptimalkan preservasi jalan tol. Selain untuk menjaga keandalan infrastruktur dan memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM), preservasi ini juga demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan tol milik Jasa Marga.
Menurut Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, preservasi merupakan bagian penting menjaga kualitas infrastruktur jalan tol di tengah beban lalu lintas yang berlangsung setiap hari.
“Jalan tol menerima beban lalu lintas setiap hari sehingga membutuhkan preservasi berkala untuk menjaga kondisi perkerasan dan mencegah kerusakan berkembang lebih jauh. Pemeliharaan yang tepat menjadi bagian penting dalam mempertahankan keandalan infrastruktur dalam jangka panjang, karena kualitas jalan tol yang terjaga turut mendukung perjalanan pengguna jalan yang lancar, aman dan nyaman,” ujarnya.
Rivan menambahkan bahwa preservasi merupakan bagian dari langkah perseroan dalam memperkuat transformasi layanan berbasis customer experience (pengalaman pelanggan) dan customer journey (perjalanan pelanggan). “Jasa Marga terus memperkuat integrasi tiga pilar layanan meliputi preservasi, rest area, dan layanan informasi jalan tol, sebagai bagian dari transformasi pelayanan untuk meningkatkan customer experience,” imbuhnya.
Dalam pelaksanaannya, Jasa Marga menyesuaikan metode preservasi dengan jenis dan tingkat kerusakan perkerasan. Penanganan ringan dilakukan melalui patching atau penambalan pada titik kerusakan, sedangkan scrapping & filling dilakukan dengan mengupas lapisan aspal yang mengalami penurunan kualitas dan menggantinya dengan lapisan baru.
Pekerjaan tertentu dijadwalkan pada malam hari, khususnya pada pukul 22.00 – 05.00, dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas dan kebutuhan penanganan di lapangan. Pengaturan jadwal dan tahapan pekerjaan tersebut dilakukan untuk meminimalkan gangguan terhadap perjalanan pengguna jalan tanpa mengabaikan kualitas hasil pekerjaan dan keselamatan.
Untuk kerusakan yang lebih berat, Jasa Marga dapat melakukan rekonstruksi perkerasan, baik pada jalan beraspal maupun beton. Pekerjaan ini mencakup pembongkaran bagian perkerasan yang rusak dan perbaikan struktur sesuai kebutuhan teknis, termasuk pemulihan lapisan fondasi atau penggantian pelat beton. *
Baca juga: Inilah 6 Etika Berkendara yang Wajib Dipahami Pengguna Jalan











