JNEWS ONLINE
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
No Result
View All Result
JNEWS Online
No Result
View All Result
Home e-Commerce

Kenapa Jualan Sepi di Marketplace? Ini 9 Penyebabnya

by Penulis JNEWS
9 October 2026
Kenapa Jualan Sepi di Marketplace? Ini 9 Penyebabnya
Share on FacebookShare on Twitter

JNEWS – Jualan sepi di marketplace bisa bikin bingung, apalagi ketika produk sudah diunggah, harga sudah dipasang, dan toko terlihat cukup rapi. Produk memang ada yang melihat, tetapi pesanan tidak kunjung masuk. Ada juga toko yang sudah mendapatkan banyak kunjungan, tetapi jumlah transaksi tetap rendah.

Kondisi seperti ini tidak selalu berarti produknya jelek. Ada beberapa bagian dalam proses jual-beli online yang bisa membuat calon pembeli berhenti sebelum checkout. Mulai dari foto produk, harga, judul, deskripsi, ulasan, sampai cara toko merespons calon pembeli.

Kenali Penyebab Jualan Sepi agar Toko Lebih Mudah Mendapat Pesanan

Kenapa Jualan Sepi di Marketplace? Ini 9 Penyebabnya

Sebelum mengubah strategi toko, penyebab jualan sepi perlu dilihat dari kondisi yang benar-benar terjadi di marketplace. Jumlah kunjungan, produk yang paling sering dilihat, persentase chat, sampai transaksi bisa memberikan petunjuk tentang bagian mana yang perlu diperbaiki.

1. Foto Produk Kurang Meyakinkan

Foto menjadi hal pertama yang dilihat calon pembeli ketika membuka halaman produk. Jika gambarnya gelap, buram, terlalu banyak tulisan, atau produk terlihat kurang menarik, calon pembeli bisa segera pindah ke toko lain.

Foto tidak harus dibuat dengan kamera mahal. Pencahayaan yang cukup dan latar yang bersih sudah bisa membuat perbedaan besar. Pastikan produk terlihat jelas dari beberapa sudut.

Untuk makanan, misalnya, tampilkan bentuk dan porsinya dengan jelas. Untuk pakaian, tampilkan detail bahan, ukuran, bagian depan, belakang, dan contoh ketika dikenakan. Produk elektronik juga membutuhkan foto bagian penting seperti port, tombol, kelengkapan, dan kemasan.

Baca juga: Cara Menjaga Margin Penjualan di Marketplace untuk UMKM Pemula

2. Judul Produk Sulit Ditemukan

Marketplace bekerja dengan sistem pencarian. Calon pembeli memasukkan kata tertentu, lalu platform menampilkan produk yang dianggap sesuai. Jika judul terlalu pendek atau memakai istilah yang jarang dicari, produk akan sulit muncul di hasil pencarian.

Misalnya, judul seperti “Tas Cantik Kekinian” rasanya kurang memberi informasi yang cukup. Lebih baik gunakan kata yang menggambarkan jenis produk, fungsi, bahan, ukuran, atau karakteristik penting. Contohnya, “Tas Selempang Wanita Kanvas Ukuran Medium untuk Kuliah”. Judul seperti ini memberikan informasi lebih lengkap sekaligus memasukkan istilah yang mungkin digunakan calon pembeli.

3. Harga Kalah Bersaing

Harga menjadi salah satu alasan paling cepat bagi pembeli untuk berpindah toko. Ketika terdapat beberapa produk dengan fungsi dan spesifikasi serupa, selisih harga beberapa ribu rupiah pun bisa memengaruhi keputusan.

Namun, harga termurah bukan satu-satunya pilihan. Toko bisa menawarkan nilai tambahan melalui bonus, gratis ongkir, paket hemat, atau jumlah isi yang lebih banyak.

Coba bandingkan produk dengan setidaknya lima toko lain yang menjual barang sejenis. Perhatikan harga, ukuran, variasi, ongkos kirim, jumlah ulasan, dan bonus yang diberikan. Dari perbandingan tersebut, posisi harga toko akan lebih mudah dibaca.

4. Deskripsi Produk Terlalu Minim

Deskripsi yang hanya berisi nama produk dan satu kalimat pendek membuat calon pembeli harus mencari informasi sendiri. Kondisi ini bisa membuat jualan sepi, terutama untuk produk yang membutuhkan pertimbangan sebelum membeli.

Deskripsi sebaiknya menjawab pertanyaan yang mungkin muncul sebelum checkout. Cantumkan ukuran, bahan, warna, berat, isi paket, fungsi, cara penggunaan, masa kedaluwarsa jika ada, serta informasi penting lainnya.

Untuk produk makanan, misalnya, tuliskan ukuran porsi, pilihan rasa, komposisi tertentu jika memang perlu diketahui, dan cara penyimpanan. Semakin lengkap informasi yang dibutuhkan calon pembeli, semakin sedikit keraguan saat hendak memesan.

Cara Memanfaatkan Testimoni Pelanggan untuk Meningkatkan Kepercayaan

5. Ulasan Produk Masih Sedikit

Pembeli cenderung lebih percaya pada pengalaman pelanggan sebelumnya. Produk dengan banyak ulasan dan foto pembeli dapat memberikan gambaran mengenai kondisi barang setelah sampai.

Toko baru memang butuh waktu untuk mengumpulkan ulasan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah memberikan pelayanan yang konsisten sejak pesanan pertama. Kemasan yang rapi, pengiriman sesuai pesanan, dan komunikasi yang baik dapat membantu menghasilkan pengalaman positif.

Setelah pesanan selesai, pembeli juga bisa diarahkan untuk memberikan ulasan melalui fitur yang tersedia di marketplace. Hindari membuat klaim berlebihan tentang produk hanya untuk mengejar rating tinggi.

6. Toko Jarang Aktif

Marketplace bukan sekadar tempat menaruh katalog. Aktivitas toko juga perlu dijaga. Produk yang stoknya tidak diperbarui, chat lama tidak dijawab, atau toko jarang memperbarui katalog bisa kehilangan kesempatan mendapatkan transaksi.

Aktif bukan berarti harus terus-menerus mengubah semua produk. Cukup pastikan stok sesuai kondisi nyata, variasi tersedia, pertanyaan calon pembeli dijawab, dan produk yang sudah tidak dijual segera diperbarui.

Respons yang cepat juga membantu ketika calon pembeli sedang membandingkan beberapa toko. Jika pertanyaan mengenai ukuran atau stok baru dijawab berjam-jam kemudian, pembeli mungkin sudah memilih penjual lain.

7. Produk Terlalu Sedikit atau Terlalu Banyak Tanpa Arah

Toko dengan hanya beberapa produk bisa kesulitan mendapatkan kunjungan dari berbagai pencarian. Sebaliknya, katalog yang sangat banyak tetapi tidak memiliki hubungan satu sama lain juga dapat membuat toko terlihat tidak terarah.

Misalnya, toko ingin fokus menjual perlengkapan dapur. Produk bisa dikembangkan ke wadah makanan, alat masak, rak dapur, botol minum, dan perlengkapan penyimpanan. Katalog seperti ini membuat pembeli yang datang untuk satu produk punya peluang menemukan barang lain.

Jika jualan sepi meskipun toko sudah berjalan cukup lama, lihat kembali struktur katalognya. Bisa saja produknya ada, tetapi pilihan yang tersedia belum cukup untuk menarik pembeli masuk lebih jauh.

8. Promosi Hanya Mengandalkan Diskon

Diskon memang menarik perhatian, tetapi potongan harga tidak otomatis menghasilkan transaksi. Jika calon pembeli belum yakin dengan kualitas produk, diskon 10 atau 20 persen pun belum tentu membuat mereka checkout.

Promosi perlu dikaitkan dengan alasan membeli. Paket bundling bisa digunakan untuk menaikkan jumlah barang dalam satu pesanan. Voucher pembelian berikutnya dapat mendorong pelanggan lama kembali. Sementara itu, bonus kecil bisa menjadi pemicu tambahan bagi calon pembeli yang masih membandingkan produk.

Perhatikan juga margin keuntungan. Jangan sampai transaksi meningkat tetapi keuntungan toko malah habis untuk membiayai potongan harga.

9. Tidak Mengecek Data Toko

Keputusan berdasarkan perkiraan sering membuat pemilik toko mengubah banyak hal sekaligus. Padahal, data marketplace bisa menunjukkan bagian mana yang sebenarnya bermasalah.

Jika kunjungan produk tinggi tetapi transaksi rendah, periksa foto, harga, deskripsi, variasi, ulasan, dan biaya pengiriman. Jika kunjungan sangat rendah, perhatian bisa dialihkan ke judul produk, kata pencarian, kategori, promosi, serta aktivitas toko.

Data tersebut membantu menentukan perubahan yang lebih terarah. Satu produk yang banyak dilihat tetapi jarang dibeli bahkan bisa menjadi bahan eksperimen. Misalnya, ubah foto utama, perbaiki judul, sesuaikan harga, lalu lihat apakah performanya berubah.

Baca juga: Tips Foto Produk Olshop yang Estetik Diunggah di Marketplace dan Media Sosial

Jangan Langsung Menyalahkan Produk Saat Pesanan Seret

Marketplace vs Toko Sendiri: Mana yang Lebih Menguntungkan?

Ketika jualan sepi, produk bukan satu-satunya hal yang perlu dicurigai. Cek perjalanan calon pembeli sejak menemukan produk sampai melakukan checkout. Foto yang kurang menarik bisa membuat orang berhenti di awal. Harga yang kurang kompetitif bisa membuat mereka pindah. Deskripsi yang minim dapat menimbulkan keraguan, sementara ulasan yang sedikit membuat kepercayaan belum terbentuk.

Marketplace menyediakan banyak ruang untuk melakukan perbaikan. Mulai dari memperbaiki foto, menyusun ulang judul, melengkapi informasi produk, menjaga stok, sampai membaca data kunjungan dan transaksi. Dengan melihat bagian yang paling lemah terlebih dahulu, toko punya peluang lebih besar mengubah pengunjung menjadi pembeli.

Post Views: 4
Tags: cara meningkatkan penjualanmarketplaceonline shopPromositoko onlineUMKM
Share186Tweet116

TERKINI

Kenapa Jualan Sepi di Marketplace? Ini 9 Penyebabnya

Kenapa Jualan Sepi di Marketplace? Ini 9 Penyebabnya

9 October 2026
karyawan jne mendapat rumah gratis dari perusahaan tahun 2025 lalu

Cerita Agus Daryanto tentang Rumah Pembawa Berkah dari JNE

9 October 2026
Pulau Samosir, Pulau Eksotis di Tengah Danau Toba

Menjelajahi Pulau Samosir, Pulau Eksotis di Tengah Danau Toba

8 October 2026
JNE Sumedang

JNE Garap Potensi Kiriman Komoditi Unggulan di Sumedang

8 October 2026
10 Strategi Promosi Warung yang Efektif untuk Menarik Pelanggan

10 Strategi Promosi Warung yang Efektif untuk Menarik Pelanggan

8 October 2026
penataan kawasan blok m

Kawasan Blok M Akan Kembali Bersolek, Nanti Makin Ciamik!

8 October 2026

POPULER

Mengenal Gunung Anak Krakatau, Gunung Api yang Tumbuh dari Laut

Mengenal Gunung Anak Krakatau, Gunung Api yang Tumbuh dari Laut

by Penulis JNEWS
23 September 2026

Bisnis Warung Madura: Panduan Memulai hingga Mengelola Usaha

Bisnis Warung Madura: Panduan Memulai hingga Mengelola Usaha

by Penulis JNEWS
2 October 2026

Mengenal Rumah Bung Karno di Bengkulu, Saksi Jejak Perjuangan Sang Proklamator

Mengenal Rumah Bung Karno di Bengkulu, Saksi Jejak Perjuangan Sang Proklamator

by Penulis JNEWS
23 September 2026

Ingin Buka Usaha Fotokopi? Ini Panduan Memulainya dari Nol

Ingin Buka Usaha Fotokopi? Ini Panduan Memulainya dari Nol

by Penulis JNEWS
28 September 2026

Burung Dodo: Kisah Tragis Burung yang Punah dari Pulau Mauritius

Burung Dodo: Kisah Tragis Burung yang Punah dari Pulau Mauritius

by Penulis JNEWS
15 September 2026

JNEWS Online

©2020 - Your Trusted Logistic Portal

Navigate Site

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1

©2020 - Your Trusted Logistic Portal