JNEWS ONLINE
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
JNEWS Online
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Daya Tarik Kebaya Janggan yang Dikenakan Dian Sastro dalam Gadis Kretek

by Penulis JNEWS
17 November 2023
Daya Tarik Kebaya Janggan yang Dikenakan Dian Sastro dalam Gadis Kretek
Share on FacebookShare on Twitter

Serial Gadis Kretek berhasil mencuri perhatian pencinta film Indonesia. Alur yang rapi, setting film berhasil menggambarkan suasana tahun 1960-an, akting para pemain yang apik membuat serial yang diadaptasi dari novel berjudul sama menduduki nomor 1 untuk penayangan di Netfilx. Namun, ada satu hal yang menarik perhatian dari serial ini yaitu kebaya janggan yang kerap dikenakan Dasiyah atau Jeng Yah.

Kebaya adalah warisan budaya bangsa yang masih dijaga hingga sekarang. Seiring perkembangan zaman, kebaya pun mulai beradaptasi dengan berbagai desain tanpa mengubah pakem aslinya.

Kebaya janggan sendiri masih jarang yang tahu dan kenakan. Pada umumnya, perempuan Indonesia sering menggunakan kebaya encim, kebaya kutu baru, kebaya Sunda, kebaya Bali untuk menghadiri berbagai acara baik formal dan non formal.

Ada kesan berbeda saat mengenakan kebaya pada umumnya seperti encim dengan kebaya janggan. Seorang perempuan mengenakan kebaya encim atau kutu baru, kesan yang muncul adalah sosok yang lembut dan ayu. Berbeda dengan kebaya janggan, ada ‘aura’ ketegasan yang hadir dalam sosok perempuan yang mengenakannya.

Mengenal Asal Usul Kebaya Janggan

Daya Tarik Kebaya Janggan yang Dikenakan Dian Sastro dalam Gadis Kretek
Sumber: Dinas Kebudayaan Yogyakarta

Nama janggan berasal dari kata jangga yang artinya leher. Kebaya janggan merupakan lambang keindahan, kesucian para perempuan keraton dan juga perempuan Jawa umumnya.

Awal mula kebaya ini muncul pada tahun 1830-an, tepatnya di akhir masa Perang Diponegoro. Model kebaya janggan mengadopsi seragam militer Eropa di masa itu yang identik dengan kerah tinggi dan tidak menutup.

Adalah Ratna Ningsih, istri Pangeran Diponegoro yang kerap mengenakan kebaya ini selama menemani sang suami dalam berperang melawan Belanda. Ketika mengenakan kebaya ini, beliau selalu menyembunyikan patrem yaitu senjata keris putih yang disimpan di balik kebaya.

Selain Ratna Ningsih, ada juga Nyi Ageng Serang, pahlawan nasional dari Banten, yang sering mengenakan kebaya ini dalam bertempur melawan penjajah.

Di zaman dulu juga, penggunaan dari kebaya ini berhubungan erat dengan pembagian strata sosial. Biasanya kaum perempuan dari kalangan bangsawan atau perempuan Belanda yang bisa mengenakan kebaya. Tapi, seiring perkembangan zaman, kebaya pun bisa digunakan oleh seluruh perempuan.

Dalam lingkungan Keraton Yogyakarta, kebaya janggan dikenakan oleh abdi dalem perempuan atau disebut estri punakawan. Karena mengenakan kebaya ini melambangkan pangkat atau tugas khusus yang tengah diemban oleh seorang abdi dalem.

Para estri punakawan sering mengenakan kebaya jenis ini di acara tertentu, termasuk saat upacara adat besar. Seperti hajad dalem (sungkeman di lingkungan Keraton saat Idulfitri) dan juga caos bekti (tanda penghormatan pada raja keraton).

Kebaya yang satu ini termasuk ke dalam kategori kebaya tradisional Indonesia. Bentuk kebayanya mirip seperti surjan, jas laki-laki khas Jawa dengan kerah tegak yang menutup area leher. Di baju surjan, ada tiga pasang kancing yang terletak di leher depan. Jika dijumlahkan, ada enam buah kancing. Namun, berbeda dengan kebaya janggan, detail pakaian ini memiliki kancing yang terletak dari leher hingga ke bagian kiri tubuh. Lalu, dilengkapi juga dengan kancing menutupi leher.

Kebaya yang satu ini dibuat dari bahan dasar kain bermotif dan umumnya berwarna hitam. Ada alasan khusus mengapa kebaya ini kerap berwarna hitam. Kebaya janggan menggambarkan karakter kesederhanaan, ketegasan, kedalaman serta sifat suci dan bertakwa.

Baca juga: Cara Memilih Model Kebaya Modern yang Cocok untuk Bentuk Tubuh dan Contohnya

Daya Tarik Jeng Yah dalam Balutan Kebaya Janggan

Daya Tarik Kebaya Janggan yang Dikenakan Dian Sastro dalam Gadis Kretek
Sumber: Netflix

Harus diakui, pemilihan kebaya ini untuk dikenakan oleh Dasiyah atau Jeng Yah sangatlah tepat. Kebaya ini mewakili kepribadian tokoh Jeng Yah di serial Gadis Kretek. Jeng Yah tampil sebagai sosok perempuan independen, progresif, mendobrak tatanan patriarki di masa itu. Dengan lantang, dia mengatakan tidak ingin melayani laki-laki dan melakukan peran perempuan pada umumnya karena yang ada di pikirannya hanyalah kretek.

Selama lima episode Gadis Kretek, Jeng Yah mengenakan tiga jenis kebaya janggan hitam bergantian. Yang pertama dengan corak bunga yang memenuhi seluruh kebaya dan muncul di awal episode pertama ketika dia mengenalkan tentang dirinya yang ingin menjadi peracik saus. Di episode awal, kebaya hitam ini dipadukan dengan dua bros berwarna kuning emas, yang satu di tengah belahan kerah dan satunya di bagian kiri.

Kebaya hitam janggan kedua dihiasi dengan manik-manik kecil yang tersebar merata di seluruh kebaya. Sekali lagi, Jeng Yah memadukannya dengan bros. Yang ketiga, kebaya dibuat dari kain brokat transparan dipadukan tank top hitam di dalamnya.

Untuk bagian bawah, Jeng Yah memadukan dengan rok lilit kain batik. Untuk aksesorinya, hanya menggunakan anting dan bros. Dengan sedikitnya aksesori menunjukkan kesederhanaan sosok Jeng Yah tetapi tetap elegan.

Baca juga: 9 Ragam Baju Adat Jawa yang Harus Diketahui

Kebaya janggan yang muncul di Gadis Kretek telah berhasil membawa nuansa baru dalam dunia mode Indonesia. Kini, makin banyak yang mulai mengenakan kebaya ini di berbagai acara. Selain memadukannya dengan bros, bisa juga mengenakan obi belt untuk penampilan lebih stylish.

Post Views: 11
Tags: baju surjanDasiyahDian SastroGadis KretekJeng Yahjenis kebayakebayakebaya Indonesiakebaya tradisionalKeraton Yogyakarta
Share263Tweet164
Next Post
Panduan Memilih Hotel di Uluwatu Bali

Panduan Lengkap Memilih Hotel di Uluwatu yang Paling Sesuai dengan Bujet

TERKINI

upacara bendera HUT RI ke-81 di istana

Sudah Dibuka, Ini Syarat Ikut Upacara Bendera 17 Agustus di Istana!

10 August 2026
ekonomi berbasis AI

Kejar Pertumbuhan Ekonomi Berbasis AI Pemerintah Percepat Jaringan 5G

10 August 2026
Ide Yel-Yel dan Slogan Hari Kemerdekaan Indonesia yang Kreatif

Kumpulan Ide Yel-Yel dan Slogan Hari Kemerdekaan Indonesia yang Kreatif

9 August 2026
kepala regional JNE di wilayah jawa timur, bali, nusa tenggara barat dan timur

Optimisme JNE di Region JBNTN: Kerja Keras Demi Pengiriman Lebih Cepat

8 August 2026
Cara Membuat Hiasan Merah Putih dari Bahan Sederhana

Cara Membuat Hiasan Merah Putih dari Bahan Sederhana

8 August 2026
Rekomendasi Tempat Wisata di Barcelona: Sejarah, Seni, dan Panorama Memukau

Rekomendasi Tempat Wisata di Barcelona: Sejarah, Seni, dan Panorama Memukau

7 August 2026

POPULER

Cara Membuat Brand yang Kuat untuk Bisnis Baru

Cara Membuat Brand yang Kuat untuk Bisnis Baru

by Penulis JNEWS
29 July 2026

Oleh-Oleh Khas Sidoarjo Populer

Wisata Belanja, Ini 11 Oleh-Oleh Khas Sidoarjo yang Layak Dibeli

by Penulis JNEWS
30 July 2026

Cara Tetap Fokus saat WFH agar Produktivitas Tetap Terjaga

Cara Tetap Fokus saat WFH agar Produktivitas Tetap Terjaga

by Penulis JNEWS
27 July 2026

Arc de Triomphe Paris Prancis: Sejarah, Arsitektur, dan Daya Tarik yang Mendunia

Arc de Triomphe Paris Prancis: Sejarah, Arsitektur, dan Daya Tarik yang Mendunia

by Penulis JNEWS
23 July 2026

Menara Pisa: Kisah di Balik Bangunan Miring Paling Terkenal di Dunia

Menara Pisa: Kisah di Balik Bangunan Miring Paling Terkenal di Dunia

by Penulis JNEWS
17 July 2026

JNEWS Online

©2020 - Your Trusted Logistic Portal

Navigate Site

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2

©2020 - Your Trusted Logistic Portal