JNEWS ONLINE
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
JNEWS Online
No Result
View All Result
Home UKM

Kisah Riyang Gati, Raih Cuan dari Ngarit Suket Online

by Redaksi JNEWS
16 September 2026
ngarit suket

Riyang Gati menyiapkan rumput pesanan pelanggan untuk dikirim ke berbagai daerah melalui penjualan online, di Sumberagung, Moyudan, Sleman.

Share on FacebookShare on Twitter

JNEWS – Suket Ora Trending, Tapi Suket Iku Penting. Jargon ini tergiang di benak Riyang Gati (27). Ia masih tidak percaya menjadi bakul suket online. Dari suket alias rumput inilah, Riyang membuka ladang mata pencaharian yang menjanjikan.

Hampir satu tahun, Riyang menjadi bakul suket. Atau lebih tepatnya petani suket. Riyang membranding usahanya dengan nama Suketin.id. “Kadang masih nggak percaya, kok bisa suket dijual online,” ujar Riyang membuka percakapan dengan JNEWS di tempat usahanya di Pakukuhan Pendulan RT 3 RW 21 Sumberagung, Moyudan, Sleman, Selasa (8/9/2026).

Selepas lulus dari SMK 1 Muhammadiyah Moyudan Sleman Jurusan Teknik Komputer Jaringan, Riyang bekerja sebagai karyawan swasta di sejumlah perusahaan. Ia juga menerima order desain hingga dekorasi sebagai tambahan penghasilan. Hingga suatu saat, Riyang memutuskan banting setir. Ia melihat potensi di wilayahnya yang belum tergarap. Ngarit suket, dan dijual online. Toh modalnya tidak besar, pikirnya sederhana.

Riyang sempat meminta pendapat pamannya, Marsudi yang memiliki ternak. Sang paman awalnya pesimis. “Saya punya prinsip. Orang yang jualan, pasti ada pembelinya,” kata Riyang. Setengah nekat, Riyang mulai membuat konten dan memasarkannya lewat marketplace ternama.

Bak gayung bersambut. Konten buatannya viral di media sosial. Netizen yang penasaran menunggu kelanjutan kisah pemuda yang kerap menemani pamannya ngarit tersebut. “Saya ingat waktu itu pembeli pertama dari Tangerang. Saya paking dan kirim sampai dua hari,” kisahnya.

Riyang senang campur gelisah. Senang karena rumputnya laku. Tapi, juga gelisah dengan satu pertanyaan besar: apakah rumputnya tetap segar saat diterima pelanggan? “Ternyata masih fresh. Ternaknya juga mau makan. Rasanya gembira sekali,” ujarnya.

Baca juga: Pantai Siung, Surga Tebing Karang yang Memikat di Gunungkidul Yogyakarta

Sejak saat itu Riyang melakukan riset kecil-kecilan untuk mengukur daya tahan rumput ke tangan konsumen. Ia membuat dua pakingan. Satu untuk pelanggan. Satu untuk dirinya sendiri. Ketika dua sampai tiga hari sampai ke tujuan, Riyang juga membuka pakingan di rumah. Ternyata sama-sama aman.

Berkat promosi yang menarik via media sosial, suket ternyata punya nilai ekonomi yang lumayan

Menurutnya, hasil pakingan rumput mempengaruhi kualitas serta daya tahan pakan alami tersebut. Semakin rapat dan padat semakin baik. Pastikan rumput dalam kondisi kering tidak ada airnya. Dari hasil risetnya, suket yang dikirim online bahkan mampu bertahan 10-15 hari sampai ke tangan konsumen. Di periode tersebut, sebagian rumput mulai menguning, namun tetap layak diberikan ke ternak, terutama sapi.

Ekspansi Lahan Baru

Mulai serius menjadi bakul suket sejak Oktober 2025, Riyang terus melakukan ekspansi dengan menggarap lahan suket baru di sekitar Moyudan Sleman. Dari awal hanya menggarap 1.000 meter persegi milik keluarga, ia kini telah menyewa dengan luasan 15.000 meter persegi. Semua lahan ini ditanami rumput sawah yang digarap layaknya menanam padi.

Menurutnya, rumput sawah juga memerlukan nutrisi serta cukup air. Karenanya, lahan baru yang dibukanya tersebut sebisa mungkin dekat dengan saluran irigasi. Apalagi saat musim kemarau yang baru pertama kali dijalaninya, saluran irigasi ini sangat membantu proses penanaman rumput sawah.

Riyang juga memberikan nutrisi dari beragam pupuk dengan perbandingan tertentu agar hasil panennya maksimal. Ia bisa panen tiga minggu sekali selama musim hujan, dan sekitar sebulan sekali saat musim kemarau.

Sejak permintaan membeludak, Riyang menerapkan sistem inden yang dibatasi 10-15 karung. Pelanggan lokal harus pesan jauh-jauh hari untuk mendapatkan stok. Sementara untuk pesanan online, ia berusaha sedia kapan saja.

Permintaan suket paling tinggi datang pada saat perayaan Idul Adha. Pesanan melonjak hingga dua kali lipat. Orderan kebanyakan dari pedagang tiban yang tidak sempat ngarit di lahan bebasan atau sebutan untuk area yang bebas dibabat.

Riyang mengaku, pesanan online datang dari berbagai wilayah di Jabodetabek, Jawa Timur, Jawa Tengah dan lokalan DIY. Selain peternak sapi, kambing dan domba, suketnya juga menjadi langganan pemilik farm maupun stable tempat les berkuda. Penghobi yang memiliki kelinci maupun kura-kura juga kerap pesan ulang di tempatnya.

“Biasanya pelanggan itu konsul dulu, kalau buat ternak ini bagusnya rumput yang mana ya Mas? Saya juga kasih edukasi, grade rumput tertentu untuk pakan ternak tertentu,” ujarnya.

Tabungan Suket

Sejak awal berdiri, Suketin.id hanya dikerjakan Riyang dibantu pamannya. Karena tingginya permintaan, Riyang menggagas kemitraan yang menggandeng tetangga kanan kiri yang memiliki ternak. Sembari ngarit untuk ternak sendiri, para tetangganya tersebut bisa menyetor hasil aritan kepada Riyang. Satu karung suket dihargai Rp20 ribu. Oleh Riyang, satu karungnya dijual Rp30 ribu.

“Saat ini sudah ada 15 mitra yang bergabung. Awal-awal minta duit, tapi sekarang banyak yang ditabung. Tabungan suket. Nanti saya catat, ketika mitra butuh, tinggal diuangkan,” ujarnya.

Hanya saja, setoran ngarit mitra tidak bisa ditebak. Kadang setor, kadang tidak. Ini karena mereka juga memiliki pekerjaan sampingan sebagai buruh. Karenanya, Riyang membuka lahan baru untuk mengantisipasi ketersediaan rumput di tempatnya.

Untuk memudahkan operasional, Riyang membeli mesin pemotong rumput untuk ngarit. Menurutnya, mesin pemotong rumput yang proper tidak mempengaruhi kualitas rumput yang ditebas. Ia pernah mendapat cerita bahwa banyak ternak yang tidak mau makan gegara ngaritnya pakai mesin.

“Saya sudah delapan bulan pakai mesin, tapi aman-aman saja. Ternak tetap mau makan, tidak ada komplain. Bisa jadi mesin yang dipakai tidak proper, bensinnya bocor, atau olinya netes jadi mempengaruhi pakan alami,” imbuhnya.

Selain membuka lahan baru, Riyang juga ingin menambah armada pickup. Selama ini ia dan pamannya menggunakan dua motor jadul penarik gerobak dan mengangkut kronjot untuk langsiran sawah ke rumah dan sebaliknya. Peremajaan ini diharapkan mendukung operasional kerja.

“Alhamdulillah mas, kalau dulu gaji UMR, mau beli sepatu saja mikir-mikir. Sekarang bisa terbeli, bisa menabung,” ujarnya.

Berkat profesi ngarit suket tersebut, ia pernah diundang ke stasiun TV nasional. Pengalaman tersebut menjadikannya beberapa kali diundang untuk menjadi pengisi materi motivasi. Termasuk di almamaternya.

Baca juga: Mengintip Kemegahan dan Filosofi di Balik Keraton Yogyakarta

“Iya Mas kemarin habis libur panjang, saya disuruh jadi pembina upacara. Tukang ngarit kok jadi pembina, tapi seru mas. Saya bilang kalau mau masuk televisi jadi bakul suket,” candanya.

Meski demikian, tanggung jawabnya bertambah. Semakin luas lahan garapannya, semakin tinggi operasional untuk pupuk dan sewa lahan. Jika 1.000 meter perseginya disewa Rp1 juta setahun, maka Riyang harus menyisihkan sekitar Rp15 juta dalam setahunnya untuk sewa sawah. Demikian juga pupuk yang paling banyak untuk jenis Urea, Phonska dan kandang.

Jerih payahnya tersebut bisa terlihat dari omzet yang didapatnya setiap hari mencapai 10-15 karung untuk pelanggan lokalan. Jumlah ini belum ditambah orderan online yang biasa dikemas ukuran 10kg dan 20kg. Pengiriman menggunakan kargo, di antaranya menggunakan jasa ekspedisi JNE.

“Di marketplace saya pakai kargo dari internalnya, sama JNE. Kebetulan langganannya di Kecamatan Minggir karena dekat dengan rumah,” imbuhnya. *

 

Post Views: 12
Tags: bisnis suketjual suketsuketsuket online
Share187Tweet117
Next Post
Lake Louise Kanada: Pesona Danau Turquoise di Tengah Pegunungan Rocky

Lake Louise Kanada: Pesona Danau Turquoise di Tengah Pegunungan Rocky

TERKINI

Lake Louise Kanada: Pesona Danau Turquoise di Tengah Pegunungan Rocky

Lake Louise Kanada: Pesona Danau Turquoise di Tengah Pegunungan Rocky

16 September 2026
ngarit suket

Kisah Riyang Gati, Raih Cuan dari Ngarit Suket Online

16 September 2026
pemandu wisata virtual

MaiA, Pemandu Virtual buat Berwisata di Indonesia

16 September 2026
Kuliner Pasar Ngasem yang Menggoda Selera, Wajib Masuk Wishlist

9 Kuliner Pasar Ngasem yang Menggoda Selera, Wajib Masuk Wishlist

15 September 2026
bpjs ketenagakerjaan

Mengenal Program PEKA dari BPJS Ketenagakerjaan

15 September 2026
direktur jne chandra fireta

Chandra Fireta: Ekspektasi Pelanggan Tinggi, Infrastruktur dan Sistem IT Jadi Kunci

15 September 2026

POPULER

Cara Kerja Sama dengan Influencer untuk UMKM agar Promosi Lebih Efektif

Cara Kerja Sama dengan Influencer untuk UMKM agar Promosi Lebih Efektif

by Penulis JNEWS
1 September 2026

Fika Swedia: Tradisi Minum Kopi yang Lebih dari Sekadar Coffee Break

Mengenal Fika Swedia: Tradisi Minum Kopi yang Lebih dari Sekadar Coffee Break

by Penulis JNEWS
14 August 2026

Pantai Virgin Bali: Pantai Eksotis dengan Panorama Laut dan Perbukitan

Pantai Virgin Bali: Pantai Eksotis dengan Panorama Laut dan Perbukitan

by Penulis JNEWS
26 August 2026

Apa Itu Emotional Spending? Kenali Tanda-tandanya Sebelum Merusak Keuangan

Apa Itu Emotional Spending? Kenali Tanda-tandanya Sebelum Merusak Keuangan

by Penulis JNEWS
13 August 2026

Cara Menghadapi Overthinking dan Berhenti Terjebak dalam Pikiran Sendiri

Cara Menghadapi Overthinking dan Berhenti Terjebak dalam Pikiran Sendiri

by Penulis JNEWS
3 September 2026

JNEWS Online

©2020 - Your Trusted Logistic Portal

Navigate Site

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2

©2020 - Your Trusted Logistic Portal