JNEWS – Makanan khas Lebaran biasanya mulai dipersiapkan setelah THR turun, yaitu dua hingga satu minggu sebelum Lebaran. Para ibu mulai mencicil bahan makanan selagi harganya belum naik terlalu tinggi.
Tanpa menu khas Lebaran, rasanya suasana hari raya menjadi kurang afdal. Apalagi Indonesia memiliki banyak sekali ragam kuliner Lebaran yang berakar dari banyaknya suku bangsa.
Makanan Khas Lebaran di Berbagai Daerah
Salah satu makanan khas Lebaran yang populer di Jawa adalah ketupat opor. Bahkan ketupat identik dengan Lebaran. Namun masyarakat di daerah lain memiliki menu-menu Lebaran favorit yang berbeda dan wajib ada di meja makan keluarga.
Berikut ini adalah beberapa makanan khas Lebaran dari berbagai daerah yang menarik untuk diketahui.
1. Ketupat
Dikutip dari Historia, ketupat adalah simbol perayaan hari raya Islam yang sudah ada pada masa kepemimpinan Raden Patah di Demak pada abad ke-15. Kemasan ketupat yang berasal dari janur merujuk pada identitas masyarakat pesisir yang ditumbuhi pohon kelapa.
Demak adalah kerajaan Islam pertama di Jawa dan mendapat dukungan penuh dari Walisongo dalam penyebaran agama tersebut. Daerah pesisir dari Demak hingga Pekalongan merayakan Lebaran Ketupat secara khusus pada tanggal 8 Syawal. Sementara salah satu anggota Walisongo, yaitu Sunan Kalijaga, memperkenalkan ketupat bersamaan dengan dakwah di pedalaman-pedalaman Jawa.
2. Opor Ayam
Di Jawa, ketupat disandingkan dengan opor ayam. Opor ayam ada 2 macam, yaitu kuah santan putih dan kuah santan kuning. Konon opor ayam kuah putih diperkenalkan oleh pendatang dari Tiongkok karena mirip dengan lontong cap go meh, yang merupakan masakan khas Tionghoa dalam puncak peringatan Tahun Baru Imlek.
Sedangkan opor kuah santan kuning merupakan perpaduan dari kari India dan gulai Arab. Warna kuning dari opor ini berasal dari kunyit. Opor kuning lebih sering ditemui di pesisir utara, sedangkan opor putih banyak ditemukan di Jawa bagian selatan.
Baca juga: 38 Makanan Tradisional dari 38 Provinsi di Indonesia – Yang Mana Favoritmu?
3. Rendang
Rendang, salah satu makanan terlezat di dunia, adalah hidangan Lebaran yang tidak pernah tertinggal di Sumatra Barat. Rendang adalah warisan budaya Minangkabau yang membanggakan.
Sebagian masyarakat setempat sengaja memasak rendang lebih banyak, lebih lama, dan lebih kering dari biasanya. Ini dimaksudkan agar rendang lebih awet sehingga tuan rumah tidak perlu bolak-balik memasak di hari raya tersebut. Rendang juga diberikan kepada sanak keluarga yang datang dari jauh sebagai oleh-oleh.
4. Sambal Goreng Ati
Sambal goreng ati merupakan menu yang fleksibel karena bisa dijadikan pelengkap ketupat opor dan dapat pula dijadikan lauk nasi rames. Isi sambal goreng ati dapat menyesuaikan dengan dana yang dimiliki.
Untuk sambal goreng ekonomis, bisa diperbanyak kentangnya ditambah ati dan ampela atau udang. Jika lebih longgar, bisa menggunakan ati sapi. Kalau THR banyak, makin mantap menggunakan daging sapi giling yang dibulatkan. Sambal goreng terdiri dari 2 tipe, yaitu kering dan banyak kuah santan.
5. Sayur Godog
Makanan khas Lebaran ini berasal dari Betawi yang dijadikan teman makan ketupat juga. Bahan utama sayur kuah santan ini adalah sayur-sayuran, biasanya labu siam dan kacang panjang. Lebih lezat lagi jika dimasukkan udang atau ebi.
Cita rasa sayur godog gurih dan sedikit pedas. Sepintas, rasanya mirip sayur lodeh tetapi kuahnya berwarna kuning pekat seperti gulai. Jangan lupa menaburkan bawang goreng agar aromanya semakin menggoda.
6. Lepat
Lepat adalah penganan dari ketan dan parutan kelapa yang dibungkus janur. Karena bahan kemasannya sama dengan ketupat, lepat dibuat sekalian bersamaan atau sesudah memasak ketupat. Lepat banyak dijumpai di Jawa Timur ketika Lebaran Ketupat. Selain dimakan, selongsong lepat juga digantungkan di atas pintu bagian tengah untuk menolak hal-hal negatif.
Lepat atau lepet berasal dari kata silep dan rapet. Lengkapnya, “Monggo dipun silep ingkang rapet”. Artinya, mari kita kubur yang rapat. Manusia itu tidak luput dari kesalahan sehingga sebaiknya saling memaafkan dan mengubur semua pemusuhan rapat-rapat.
7. Burasa’
Masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan tidak makan ketupat melainkan makan burasa’ atau buras. Bentuknya mirip lontong tapi lebih pendek dan padat. Bahannya juga nasi yang dibungkus daun pisang. Bedanya, rasa burasa’ lebih gurih karena ada tambahan santan. Bisa dikatakan burasa’ mirip arem-arem tetapi tanpa isi.
8. Nasi Jaha
Nasi jaha atau nasi bulu merupakan makanan khas Lebaran di Gorontalo. Kuliner khas Minahasa ini juga dijumpai di Kepulauan Sangihe dan Talaud serta Bolaang Mongondow.
Ada beberapa versi tentang penamaan hidangan ini. Ada yang mengatakan jaha berasal dari kata jahe. Ada pula yang mengatakan bahwa jaha berasal dari kisah-kisah orang Wosey dan Waraney tentang nasi yang dimakan orang-orang jahat.
Nasi bulu dibuat orang Jaton (Jawa Tondano), tujuh hari setelah Lebaran. Cara masak dan bentuk nasi jaha mirip lemang di Sumatra Barat, yaitu dibakar di dalam bambu. Bahan dasar nasi jaha adalah beras dan beras ketan, yang dibumbui dengan jahe, santan, daun jeruk, daun pandan, dan serai sehingga wanginya luar biasa.
9. Timphan
Timphan adalah makanan khas Lebaran dari Aceh. Camilan ini wajib ada di rumah-rumah sebagai hidangan untuk tamu. Timphan terbuat dari tepung dan pisang yang dibungkus daun pisang muda lalu dikukus. Teksturnya seperti nagasari tapi bentuknya pipih dan di dalamnya ada isian gula atau srikaya.
Ada peribahasa khusus tentang timphan, yaitu uroe get buluen get, timphan ma peugoet beumeuteme rasa. Artinya, hari baik bulan baik, timphan bikinan ibu harus dapat kurasakan.
Baca juga: 10 Makanan Khas Aceh yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung ke Serambi Makkah

10. Bakar Batu Halal
Bakar batu adalah tradisi masak bersama dan menikmatinya bersama-sama pula yang dilakukan oleh masyarakat Papua. Bakar batu yang asli menggunakan daging babi. Komunitas-komunitas muslim di Papua, misalnya di Jayawijaya dan Jayapura, mengadopsi tradisi tersebut tetapi dengan versi halal.
Dalam versi halal ini, bahan yang digunakan adalah ayam, ubi, singkong, dan pisang. Tradisi ini dilakukan menjelang Ramadan dan Idulfitri. Namun demikian bakar batu halal ini tidak hanya diikuti oleh masyarakat muslim saja. Para tetangga yang nonmuslim juga ikut memasak dan makan bersama-sama.
Idulfitri adalah perayaan kemenangan dari hawa nafsu. Makanan khas Lebaran merupakan bagian dari perayaan itu. Tradisi Lebaran yang sangat beragam di Indonesia tidak hanya dimiliki oleh umat Islam tapi juga dinikmati bersama-sama tetangga dan teman-teman yang berbeda latar belakang. Kebersamaan tersebut berperan besar dalam pelestarian tradisi kuliner Lebaran.