JNEWS ONLINE
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
JNEWS Online
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Apa Itu Sound Horeg? Simak Asal-Usul dan Kontroversinya di Masyarakat

by Penulis JNEWS
1 August 2025
Sound Horeg: Asal Usul dan Kontroversinya
Share on FacebookShare on Twitter

JNEWS – Sound horeg belakangan ini jadi perbincangan di banyak daerah, terutama di Jawa Timur. Fenomena ini memang unik dan punya daya tarik tersendiri. Di satu sisi, ada semangat hiburan rakyat yang spontan dan meriah. Tapi di sisi lain, ada juga berbagai reaksi dan tanggapan dari masyarakat sekitar yang ikut terdampak.

Banyak yang bertanya-tanya, dari mana sebenarnya budaya ini berasal dan kenapa bisa menyebar luas? Di artikel ini, akan dibahas lebih dalam soal latar belakang kemunculannya, hingga kenapa sound horeg kadang jadi kontroversi di lingkungan masyarakat.

Apa Itu Sound Horeg?

Sound Horeg: Asal Usul dan Kontroversinya

Istilah sound horeg sebenarnya cukup unik dan menarik. Kata ini terbentuk dari gabungan dua bahasa, yaitu bahasa Inggris dan Jawa. “Sound” dalam bahasa Inggris berarti suara, sementara “horêg” dalam bahasa Jawa merujuk pada kondisi ketika sesuatu bergetar.

Jadi, kalau digabung, maknanya kurang lebih menggambarkan suara yang bikin badan ikut bergetar, sesuatu yang memang sangat terasa kalau berdiri dekat speaker berdaya tinggi. Nama ini mencerminkan pengalaman fisik yang ditimbulkan oleh dentuman suara keras dari speaker, sensasi yang terasa langsung di tubuh.

Awal mula sound horeg bisa ditelusuri ke era tahun 2000-an. Saat itu, alat pengeras suara atau sound system mulai sering digunakan oleh masyarakat, terutama di daerah pedesaan, sebagai hiburan sederhana untuk acara-acara hajatan seperti pernikahan atau sunatan. Biasanya, musik yang diputar pun seadanya. Tapi tetap jadi hiburan meriah karena suara yang dihasilkan cukup kencang dan menggema ke seluruh kampung. Di masa itu, sound system belum terlalu canggih. Tapi cukup ampuh untuk menghidupkan suasana.

Lalu, sekitar tahun 2014, muncul tren baru di Malang, Jawa Timur. Sound system tidak lagi cuma jadi pelengkap acara. Tapi justru menjadi inti acaranya. Fenomena ini dikenal sebagai sound horeg.

Di sini, masyarakat mulai menggabungkan unsur hiburan modern dengan nuansa tradisional. Acara ini biasanya diadakan malam hari, dengan iringan lampu kelap-kelip, lagu-lagu remix, dan truk-truk yang dimodifikasi khusus membawa speaker besar. Anak-anak muda berkumpul di pinggir jalan, ikut bergoyang mengikuti irama.

Aktivitas ini kemudian makin berkembang pesat. Di daerah Malang Selatan, fenomena ini tumbuh subur. Tak butuh waktu lama sampai tren ini menyebar ke kota dan kabupaten lain di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Beberapa daerah yang cukup dikenal dengan sound horeg antara lain Blitar, Jember, Pati, Kudus, Demak, dan Rembang.

Seiring waktu, peralatan yang digunakan pun makin canggih. Kalau dulu hanya speaker biasa, sekarang sudah memakai sistem audio besar yang mendekati standar diskotik. Bahkan, banyak yang terinspirasi dari sistem hiburan di kota besar seperti Jakarta.

Dentuman bass yang kuat, tata lampu yang meriah, dan gaya musik remix kekinian jadi ciri khas yang menonjol. Jadi, meskipun lahir dari akar budaya lokal, fenomena ini tetap berkembang mengikuti zaman. Kini, bukan cuma jadi bagian dari hajatan, tapi juga identitas budaya populer anak muda di beberapa daerah.

Baca juga: Ragam Tarian Jawa Timur dan Makna di Baliknya

Mengapa Sound Horeg Menjadi Kontroversi di Masyarakat?

Sound Horeg: Asal Usul dan Kontroversinya

Meskipun banyak yang menganggap sound horeg sebagai hiburan rakyat yang seru dan penuh semangat, kenyataannya tidak semua orang merasa nyaman dengan kehadirannya.

Di beberapa tempat, justru muncul keluhan dan penolakan dari warga sekitar. Ada yang merasa terganggu, ada juga yang khawatir dengan dampak sosialnya. Hal ini bikin fenomena ini menjadi kontroversi.

Supaya lebih jelas, berikut ini beberapa alasan kenapa kemunculannya kerap menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.

1. Suaranya Terlalu Keras dan Bikin Lingkungan Kurang Nyaman

Sound horeg memang dikenal karena suaranya yang menggelegar. Volume speakernya bisa sangat besar sampai getaran bass-nya terasa di dinding rumah sekitar.

Buat yang tinggal dekat lokasi, ini bisa jadi sumber stres. Apalagi kalau acaranya malam hari dan berlangsung sampai larut. Banyak warga merasa terganggu, karena tidak semua orang ingin ikut pesta atau mendengar musik keras di waktu istirahat.

2. Acara Sering Bikin Lalu Lintas Macet atau Terganggu

Biasanya, sound horeg digelar di jalan umum atau lapangan terbuka yang tidak jauh dari permukiman. Truk-truk modifikasi bawa speaker besar parkir di tengah jalan. Orang-orang pun berkerumun di sekitarnya. Ini bikin arus kendaraan tersendat atau bahkan harus ditutup total. Kemacetan pun kerap terjadi.

3. Kerusakan Infrastruktur

Salah satu dampak yang paling sering terjadi dari sound horeg adalah potensi kerusakan fisik pada infrastruktur di sekitarnya. Suara yang dihasilkan sistem audio ini punya getaran kuat, terutama dari frekuensi bas yang dipompa terus-menerus dalam volume tinggi.

Getaran ini, jika berlangsung lama dan intens, bisa memengaruhi kestabilan bangunan, terutama yang konstruksinya sudah tua atau tidak dirancang untuk menerima tekanan suara semacam itu. Retakan kecil bisa muncul di dinding rumah, plafon bisa bergeser, bahkan sambungan pada jembatan atau struktur jalan bisa terganggu.

Kalau hal ini terjadi terus-menerus dan tidak dikendalikan, bukan tidak mungkin akan menimbulkan kerugian materiil yang serius. Jadi, meskipun terkesan sepele, dampak teknis seperti ini patut jadi perhatian bersama, apalagi kalau acara diadakan dekat kawasan padat penduduk atau fasilitas umum.

4. Potensi Bahaya Kesehatan

Paparan suara berfrekuensi tinggi dalam volume besar, apalagi dalam jangka waktu yang lama, bisa berdampak langsung pada kesehatan, khususnya pendengaran. Telinga manusia punya batas kemampuan untuk menerima suara keras. Kalau batas ini dilewati terus-menerus, bukan cuma bikin telinga berdenging sesaat, tapi bisa menyebabkan kerusakan permanen pada sel-sel pendengaran.

Banyak orang mungkin belum menyadari bahayanya karena dampaknya tidak terasa langsung. Tapi jika sering berada di sekitar sound system bervolume tinggi tanpa pelindung telinga, risiko kehilangan pendengaran makin besar. Tidak hanya itu, efek lain seperti sakit kepala, gangguan tidur, hingga meningkatnya stres juga bisa muncul akibat paparan suara keras secara terus-menerus.

Baca juga: Kesenian Suku Jawa: Wayang Kulit, Gamelan, dan Tari Tradisional

Sound horeg memang jadi bentuk hiburan yang unik dan punya daya tarik tersendiri. Tapi apa pun bentuknya, hiburan tetap perlu memperhatikan kenyamanan orang lain di sekitarnya.

Bukan soal dilarang atau tidak, tapi soal bagaimana caranya bisa hidup berdampingan tanpa saling mengganggu. Kalau ada ruang untuk saling paham, mungkin sound horeg bisa tetap dinikmati tanpa menimbulkan masalah. Toh, meriah boleh saja, asal tetap bijak.

Tags: asal usul sound horegkontroversi sound horegsound horeg haramsuara sound horeg
Share605Tweet378
Next Post
wamenekraf sebut kopi punya potensi ekonomi luar biasa

Pemerintah Sebut Komoditas Kopi Luar Biasa Potensinya

TERKINI

Kepala Regional Sulampapua

Menggali Potensi Besar Kiriman JNE di Regional Sulampapua

20 May 2026
Gen Z di NTB lebih suka ngopi ketimbang party

Tren Beralih, Gen Z di NTB Lebih Suka Ngopi Dibanding Party

19 May 2026
Gyeongbokgung Palace: Sejarah dan Keindahan Istana Ikonik Korea

Gyeongbokgung Palace: Sejarah dan Keindahan Istana Ikonik Korea

19 May 2026
Ihsan, kurir JNE HUB Veteran, Jakarta Selatan, yang setiap hari mengantar paket ke kawasan elit Pondok Indah

Ihsan Berbagi Kiat Mengantar Paket di Kawasan Elit Pondok Indah

19 May 2026
Pulau Paskah: Mengenal Pulau Misterius di Tengah Samudra Pasifik

Pulau Paskah: Mengenal Pulau Misterius di Tengah Samudra Pasifik

19 May 2026
potensi ekonomi kreatif di masa depan

Wamen Ekraf: Ekonomi Kreatif akan Jadi Kekuatan Ekonomi Masa Depan

19 May 2026

POPULER

Varanasi India: Sejarah, Budaya, dan Keunikan Kota Tertua di Dunia

Varanasi India: Sejarah, Budaya, dan Keunikan Kota Tertua di Dunia

by Penulis JNEWS
16 April 2026

Fushimi Inari Taisha: Mengenal Kuil Ikonik dengan Ribuan Torii di Jepang

Fushimi Inari Taisha: Mengenal Kuil Ikonik dengan Ribuan Torii di Jepang

by Penulis JNEWS
30 April 2026

Oleh-Oleh Khas Jepara, dari Ukiran hingga Camilan Tradisional

10 Oleh-Oleh Khas Jepara, dari Ukiran hingga Camilan Tradisional

by Penulis JNEWS
15 May 2026

Mindset UMKM yang Wajib Dimiliki di Era Digital

Mindset yang Perlu Dimiliki UMKM di Era Digital agar Bisa Bertahan dan Berkembang

by Penulis JNEWS
23 April 2026

Hobbiton Selandia Baru: Fakta, Keunikan, dan Pesona Desa Hobbit

Hobbiton Selandia Baru: Fakta, Keunikan, dan Pesona Desa Hobbit

by Penulis JNEWS
27 April 2026

JNEWS Online

©2020 - Your Trusted Logistic Portal

Navigate Site

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2

©2020 - Your Trusted Logistic Portal