JNEWS – Makanan khas Madagaskar punya cita rasa yang unik, agak berbeda dari negara-negara lain di Afrika. Tak heran, karena selain dipengaruhi tradisi kuliner Afrika, masakan di pulau terbesar keempat di dunia ini juga mendapat sentuhan budaya Asia, Arab, Prancis, hingga India.
Hasilnya, setiap hidangan memiliki karakter unik, mulai dari sup berkuah bening, olahan daun singkong, daging asap, hingga aneka kue tradisional.
Ragam Makanan Khas Madagaskar yang Populer

Selama ini Madagaskar lebih dikenal karena satwa endemik dan alamnya yang eksotis. Namun, ternyata kekayaan kulinernya juga tidak kalah menarik untuk dijelajahi. Beberapa menu bahkan bahkan bisa jadi cukup cocok di lidah orang Indonesia karena menggunakan bahan dan teknik memasak yang mirip.
Berikut deretan makanan khas Madagaskar yang paling populer dan layak dicicipi saat berkunjung ke The Great Red Island ini.
1. Romazava
Hampir di setiap perayaan penting di Madagaskar, ada Romazava. Hidangan nasional ini berupa sup daging berkuah bening dengan cita rasa gurih, disertai sensasi sedikit getir dan kebas yang membuatnya berbeda dari sup pada umumnya.
Keunikan tersebut berasal dari penggunaan Brèdes Mafane (Spilanthes oleracea), sayuran hijau lokal yang menimbulkan sensasi seperti kesemutan saat dikunyah. Sensasi ini banyak dibilang mirip andaliman atau merica Batak yang dikenal di Indonesia.
Resep tradisional makanan khas Madagaskar ini menggunakan daging zebu, yakni sapi berpunuk khas Madagaskar yang bertekstur lebih padat. Kini, Romazava juga banyak diolah memakai ayam, kambing, atau babi sesuai ketersediaan bahan.
Baca juga: Berburu Oleh-Oleh Khas Madagaskar, Ini 10 Pilihan yang Patut Dibeli
2. Ravitoto
Nama Ravitoto berarti daun singkong yang ditumbuk dalam bahasa Malagasy. Kalau di Indonesia, hidangan akan mengingatkan pada daun ubi tumbuk atau gulai daun singkong khas Sumatra Utara. Daun singkong dimasak perlahan hingga teksturnya lembut dan rasanya semakin gurih.
Varian yang paling populer adalah Ravitoto sy Henakisoa, yaitu daun singkong tumbuk yang dimasak bersama daging babi berlemak. Selama proses memasak, lemak daging menyatu dengan bumbu sehingga rasa gurihnya semakin kuat sekaligus membantu mengurangi pahit alami daun singkong.
Selain daging babi, banyak pula yang memilih daging sapi atau ayam. Apa pun jenis proteinnya, daun singkong tumbuk tetap menjadi ciri utama hidangan ini.
3. Kitoza
Sekilas, Kitoza mirip dengan dendeng asap karena dibuat dari irisan daging tipis yang dikeringkan lalu diasap secara tradisional. Awalnya, cara ini digunakan untuk mengawetkan daging agar dapat disimpan lebih lama. Kini, Kitoza lebih sering dinikmati sebagai menu sarapan atau camilan.
Bahan utamanya masih daging zebu. Setelah dipotong memanjang, daging dikeringkan dan diasap hingga menghasilkan aroma khas dengan tekstur yang kenyal.
Kitoza jarang disajikan sebagai lauk utama. Masyarakat Madagaskar lebih sering menikmatinya bersama Vary Amin’anana, yaitu bubur nasi gurih dengan sayuran hijau, atau sebagai teman minum kopi dan teh pada sore hari.
4. Mofo Gasy
Sarapan di Madagaskar terasa kurang lengkap tanpa Mofo Gasy. Kue tradisional yang namanya berarti roti Madagaskar ini bentuknya ataupun cara memasaknya mirip apem, kue cucur putih, atau serabi dari Indonesia.
Mofo Gasy paling nikmat disantap selagi hangat setelah diangkat dari cetakan. Karena itulah, kue ini banyak dijual di kaki lima dan menjadi pilihan sarapan sehari-hari, biasanya ditemani secangkir kopi khas Madagaskar atau teh hangat.
5. Koba
Sepintas, Koba tampak seperti perpaduan antara nagasari, lemet, dan dodol. Kue tradisional yang juga dikenal sebagai Koba Ravina ini dibuat dari campuran tepung beras, pisang, dan kacang tanah yang dibungkus daun pisang sebelum dimasak.
Di pasar tradisional, Koba dijual dalam bentuk gulungan besar. Penjual akan mengirisnya sesuai permintaan pembeli sehingga pola melingkar di bagian dalamnya terlihat jelas.
Rasa manis berpadu dengan tekstur padat tetapi tetap lembut. Koba paling sering disantap sebagai camilan sore bersama secangkir teh hangat.

6. Menakely
Bentuk Menakely langsung mengingatkan pada donat kampung yang banyak dijumpai di Indonesia. Kue goreng tradisional ini memiliki warna cokelat kemerahan, dengan bagian luar yang renyah dan bagian dalam yang lembut.
Jajanan ini mudah ditemukan di berbagai kota di Madagaskar, terutama menjelang sore. Menakely umumnya dinikmati selagi hangat bersama teh manis atau kopi hitam.
7. Lasary
Saat menyantap makanan khas Madagaskar berbahan daging, jangan lupa dilengkapi juga dengan mencicipi Lasary. Sajian ini dapat berupa salad segar, sayuran tumis, maupun acar yang berfungsi menyegarkan rasa di sela-sela makanan utama.
Salah satu varian yang paling banyak dijumpai ialah Lasary Legioma. Isinya berupa sayuran yang dimasak setengah matang lalu diiris tipis memanjang. Tampilannya mirip acar kuning Indonesia, tetapi tanpa tambahan kunyit.
Lasary disajikan di pinggir piring bersama nasi dan lauk. Tekstur renyah serta rasa segarnya membuat hidangan berbahan daging akan jadi lebih seimbang.
8. Achards
Wilayah pesisir Madagaskar memiliki Achards, yaitu acar buah atau sayuran berbumbu yang dipengaruhi tradisi kuliner Arab dan India. Berbeda dari Lasary yang lebih banyak memakai sayuran segar, Achards sering memanfaatkan buah muda atau buah tropis dengan bumbu pedas dan asam.
Toples Achards hampir selalu tersedia di meja makan masyarakat pesisir. Kondimen ini biasa disantap bersama nasi santan atau ikan bakar segar agar rasa hidangan semakin segar dan menggugah selera.

9. Kachumbari
Tomat, bawang merah, mentimun, dan paprika menjadi bahan utama Kachumbari, salad segar yang populer di Afrika Timur, termasuk Madagaskar. Hidangan ini disajikan tanpa proses memasak, sehingga teksturnya tetap renyah krenyes-krenyes. Kalau di Indonesia, mungkin mirip dengan sambal dabu-dabu atau acar mentah.
Kachumbari hampir selalu disajikan menemani aneka daging bakar, pilau, biryani, maupun sup daging. Rasa segarnya membantu menyeimbangkan makanan berbumbu kuat sekaligus menambah sensasi renyah di setiap suapan.
10. Foza sy Hena-kisoa
Foza sy Hena-kisoa merupakan makanan khas Madagaskar yang memadukan hasil laut dan daging. Kepiting, lobster, dan daging babi ditumis bersama bumbu hingga seluruh cita rasanya menyatu.
Sajian ini paling sering disandingkan dengan nasi putih hangat atau dicampurkan ke dalam nasi goreng tradisional yang berisi wortel dan daun bawang. Karena memakai seafood segar, harga Foza sy Hena-kisoa umumnya lebih tinggi dibandingkan banyak hidangan lokal lainnya.
Baca juga: Tsingy de Bemaraha: Hutan Batu Tajam, Formasi Geologi Langka di Madagaskar
Madagaskar memang terkenal sebagai habitat lemur dan penghasil vanila berkualitas dunia. Namun, kekayaan kulinernya juga layak mendapat perhatian. Beragam makanan khas Madagaskar menghadirkan perpaduan rasa yang unik, mulai dari olahan daging, seafood, sayuran, hingga kue tradisional.
Setiap sajian memperlihatkan betapa beragamnya budaya dan cita rasa yang dimiliki negara kepulauan ini.












