JNEWS – Berdiri sejak 2022, JNE Cabang Pacitan terus bertumbuh dan kini sudah mempekerjakan puluhan karyawan. Pertumbuhannya ditopang oleh berbagai potensi lokal, seperti komoditas hasil laut dan juga produk-produk UMKM setempat.
Pacitan merupakan sebuah kabupaten di Jawa Timur, dan menjadi tempat kelahiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang merupakan Presiden RI ke-6. Sejak SBY menjadi presiden untuk jabatan 2 periode yakni 2004-2009 dan 2009-2014, nama Pacitan semakin dikenal luas. Geliat pertumbuhan perekonomian masyarakatnya pun meningkat.
Kota yang terkenal dengan julukan Kota 1001 Goa ini, dikenal memiliki berbagai potensi ekonomi unggulan. Di antaranya hasil komoditas laut, hasil bumi, sektor pariwisata dan UMKM yang kini terus bertumbuh.
Selain itu, letaknya yang strategis yakni berbatasan langsung dengan Jawa Tengah, memberi keuntungan tersendiri di mana mobilitas perdagangan dan juga perputaran barang dan lainnya menjadi lebih tinggi.
Menurut PIC JNE Cabang Pacitan, Oki Milano, area operasional JNE Pacitan yang membawahi 11 kecamatan memiliki berbagi potensi ekonomi yang akan terus digarap lebih maksimal lagi. “Pacitan merupakan daerah penghasil berbagai komoditas laut, seperti tuna, frozen food dan olah seafood. Kemudian hasil bumi seperti empon-empon, cincau, porang hingga buah kelapa,” ujarnya saat berbincang dengan JNEWS, Senin (10/8/2026).
UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian warga, lanjut Oki, potensinya juga cukup besar dan terus bertumbuh. “Melalui pemasaran digital dan perluasan distribusi ke luar daerah, UMKM di Pacitan semakin meningkat. Sebagian besar mereka bergerak di bidang makanan dan minuman, hasil perikanan, kerajinan, fesyen, serta produk olahan pertanian,” bebernya.
Adapun produk UMKM yang menjadi andalan Pacitan di antaranya dari hasil olahan laut seperti abon ikan, ikan asap, sale tuna, dan kerupuk ikan. Kemudian dari hasil perkebunan dan pertanian ada kopi Pacitan yang mulai dikenal karena kualitasnya, keripik sukun, keripik pisang, serta aneka camilan khas lokal. Selain itu produk olahan berbahan dasar porang juga memiliki potensi pasar nasional hingga ekspor.
“UMKM Pacitan juga mempunyai batik khas Pacitan, berbagai kerajinan tangan berbahan kayu, bambu, maupun tempurung kelapa. Aneka oleh-oleh khas yang dipasarkan di kawasan destinasi wisata juga cukup menjanjikan,” ucap karyawan yang hobi balap motor ini.
Perkembangan UMKM merupakan peluang yang cukup besar bagi JNE Pacitan. Semakin banyak pelaku UMKM yang memanfaatkan marketplace dan media sosial untuk berjualan, maka kebutuhan akan layanan pengiriman yang cepat, aman, dan memiliki jangkauan luas juga akan meningkat.
“JNE Pacitan selama ini berperan sebagai mitra pertumbuhan UMKM melalui program edukasi penjualan online, layanan pickup gratis, promo ongkir serta kerja sama dengan komunitas UMKM dan pemerintah daerah. Dengan demikian, tidak hanya volume kiriman yang meningkat, tetapi juga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal Kabupaten Pacitan,” tandas Oki.
Baca juga: Kiprah JNE di Kota Kelahiran Presiden BJ Habibie
Terkait letak Pacitan yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah, menjadi berkah tersendiri, karena arus perdagangan dan mobilitas barang antara Pacitan dengan wilayah seperti Wonogiri, Solo, Sukoharjo, maupun Yogyakarta menjadi lebih tinggi. Kondisi ini membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha lintas wilayah dan memperluas jangkauan distribusi barang.
Seperti diketahui, JNE Pacitan yang operasionalnya berada di bawah JNE Cabang Utama Madiun, kini mempekerjakan sekitar 40 karyawan, serta didukung 110 agen penjualan. Adapun area operasional mencakup Kabupaten Pacitan yang terdiri dari 11 kecamatan. *











