JNEWS – JNE menggelar acara ‘Halal Bihalal Idul Fitri 1445 H’ secara offline dan hybrid melalui platform Zoom dan Facebook JNE Arjuna dengan menghadirkan penceramah Habib Abdullah bin Jafar. Dalam acara tersebut ratusan karyawan JNE hadir secara langsung dan juga karyawan dari kantor cabang seluruh Indonesia lainnya mengikuti via online.
Selain para karyawan, acara yang digelar di ballroom Kantor Pusat JNE Tomang 11, Jakarta Barat, Jumat (19/4/2024) sore dihadiri jajaran Dewan Direksi JNE dan tamu undangan dari Baznas, Bazis DKI, Rumah Zakat, Insiatif Zakat Indonesia, serta publik figur dan penggiat literasi Kang Maman. Acara ini merupakan penutup dari rangkaian program kegiatan Ramadan tahun 2024 di JNE.
Dalam acara juga diberikan santunan kepada anak yatim perwakilan dari Yayasan Yatuna, Kampung Makasar, Jakarta Timur, termasuk donasi dari para karyawan yang dikumpulkan saat acara berlangsung. Hal lainnya adalah penyerahan zakat perusahaan kepada 4 badan zakat yang diundang.
Dalam sambutannya Presiden Direktur JNE M. Feriadi Soeprapto menyatakan, bahwa puasa Ramadan yang sudah dilalui merupakan ujian, di mana hasilnya akan terlihat saat ini atau sesudah Ramadan berlalu.
“Ramadan telah melatih kita semua dalam hal peningkatan ibadah, kesabaran dan dalam berbuat kebaikan lainnya. Maka usai Ramadan ibadah dan kebaikan yang selama bulan puasa dikerjakan harus terus dilakukan, kinerja harus ditingkatkan, sedekah juga harus terus dilakukan. Ramadhan adalah momentum untuk berhijrah menjadi lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Habib Abdullah bin Jafar dalam tausiyahnya menjelaskan, puasa Ramadan telah mendidik umat Muslim dengan didikan yang luar biasa, sehingga hasil dari didikan tersebut menjadi suci bersih dari semua dosa atau menjadi fitri kembali.
Baca juga: Jejak Karya Sosial H. Soeprapto Soeparno di Yatuna

“Setelah Ramadan kita harus menjadi orang yang sukses, yakni manusia yang meningkat ketakwaannya. Kinerja dan produktivitas meningkat begitu juga infak sedekahnya menjadi meningkat. Karena itu menjadi ciri-ciri orang yang bertakwa, orang yang bertakwa adalah orang yang dicintai dan dimuliakan oleh Allah SWT dan kelak di akhrat akan dimasukkan ke dalam surga yang seluas langit dan bumi,” terang Habib Abdullah.
“Saya pribadi sangat mengapresiasi JNE yang tidak pernah lepas sedekah kepada anak yatim dan kaum duafa lainnya. Juga, selalu memberangkatkan karyawannya umrah, sehingga itu menjadi salah satu kunci sukses JNE menjadi perusahaan ternama dan terdepan jasa pengiriman di Indonesia,” tambah Sang Habib.
Ramadan juga mendidik untuk tetap konsisten atau istiqomah, terutama dalam hal waktu, kemudian bersabar alias bisa menahan amarah sehingga usai Ramadan sifat mulia ini harus terus dilakukan.
“Disiplin waktu untuk etos kerja, tidak pelit untuk berbagi dan bersedekah atas materi yang dimiliki, kemudian tetap bersabar adalah hasil didikan selama Ramadan. Terus tingkatkan kinerja karena kerja adalah ibadah, maka sampai kapan pun JNE akan terus maju dan mendapat keberkahan atas rejeki yang dikucurkan oleh Allah SWT,” pungkasnya.
Sebagai rangkaian akhir dari acara, diakhiri dengan bersalaman saling maaf memaafkan seluruh peserta yang hadir termasuk dengan jajaran Dewan Direksi JNE dan pimpinan JNE lainnya. *