Menhub Usulkan 10 Titik Rest Area Baru di Tol Jakarta-Semarang

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengusulkan pembangunan 10 titik rest area baru di sepanjang Jalan Tol Jakarta-Semarang, yang multifungsi dalam meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna jalan tol pada masa mendatang.

Baca juga: Hati-hati, Truk ODOL dan Pengendara Over Speed di Jalan Tol Bakal Ditindak ETLE

“Pembangunan 10 titik rest area dan manajemen penelolaannya menjadi perhatian Bapak Presiden dan mencatatnya sebagai bagian yang harus dievaluasi,” ungkap Menhub Budi Karya.

Menurut Budi Karya menambahkan Presiden Jokowi sudah setuju dengan rencana itu dan pihaknya akan meminta kepada developer (pihak pengembang) untuk menyediakan 10 titik lokasi tempat peristirahatan di dua arah PP Jalan Tol Jakarta-Semarang dengan kualifikasi, kuantitas, dan kualitas, yang lebih baik dari sekarang.

Baca juga: Mulai 1 April, Truk ODOL dan Pengendara Ngebut di Jalan Tol Bakal Dapat Surat Cinta

Keberadaan area istirahat tersebut dalam jangka pendek, diakui Menhub, memang belum memberikan return karena itu dia mengusulkan kepada Menteri PU (Basuki Hadimuljono) untuk membebaskan kawasan itu untuk dijadikan land bank, kalau pihak developer tidak mau kita tawarkan kepada swasta untuk investasi.

Prasarana Jalan Tol yang Multi Fungsi

Menhub menjelaskan dari 10 titik lokasi rest area, masing-masing luasnya 10 hektare, jadi total luas kawasan 100 hektare. “Keberadaan rest area tersebut akan sangat menolong bagi pengguna jalan tol untuk bisa melakukan ISHOMA (istirahat, sholat, dan makan) dan mengisi BBM bila diperlukan,” jelas Budi Karya.

Untuk membebaskan 100 hektare lahan buat 10 lokasi rest area yang terhubung dengan Tol Jakarta-Semarang, dari penuturan Menhub, tidak ada masalah dengan ketersedian lahan, masih banyak lahan yang kosong di sisi sepanjang jalan bebas hambatan tersebut.

Baca juga: Berlaku Tahun Ini, Kenali Metode Pembayaran Tol Tanpa Henti

“Pemilihan titik-titik lokasi rest area, kami usulkan mulai dicari dan dibebaskan 5 titik dari arah Jakarta sampai ke Semarang dulu, baru berlanjut 5 titik dari arah balik Semarang menuju ke Jakarta. Masih banyak sekali tanah kosong, kalau ke 10 kawasan bakal rest area bisa segera dibebaskan akan memberi keuntungan bagi developer atau investor swasta yang berminat membangun properti yang sangat menguntungkan karena terintegrasi dengan jalan Tol Jakarta-Semarang,” ujar Menhub.

Selain mengevaluasi satisfaction level masyarakat yang menjalani tradisi mudik, Kemenhub juga mengevaluasi kebijakan pengaturan yang mempengaruhi faktor keselamatan dalam berlalulintas

Exit mobile version