JNEWS ONLINE
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
No Result
View All Result
JNEWS Online
No Result
View All Result
Home Traveling

Mulang Pekelem, Ritual Sakral di Kaki Gunung Batur yang Penuh Makna

by Penulis JNEWS
7 October 2026
Mulang Pekelem, Ritual Sakral di Kaki Gunung Batur yang Penuh Makna
Share on FacebookShare on Twitter

JNEWS – Gunung Batur di Kintamani, Bangli, bukan hanya dikenal karena panorama kaldera dan Danau Batur yang cantik. Kawasan ini juga menjadi ruang penting bagi berbagai kegiatan keagamaan masyarakat Hindu Bali. Salah satunya adalah mulang pekelem.

Ritual persembahan ini dilakukan di kawasan gunung dan danau sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan alam serta memohon keselamatan dan kesejahteraan.

Sejarah Mulang Pekelem dan Makna Namanya

Mulang Pekelem, Ritual Sakral di Kaki Gunung Batur yang Penuh Makna

Istilah mulang pekelem berkaitan dengan tindakan mengembalikan persembahan kepada alam melalui air atau tempat-tempat yang dianggap suci.

Kata mulang dapat dimaknai sebagai mengembalikan, sedangkan pekelem merujuk pada persembahan yang dibenamkan atau dihanyutkan ke dalam air. Makna tersebut sejalan dengan kepercayaan bahwa apa yang berasal dari alam akan dikembalikan pada alam melalui upacara, sebagai wujud penghormatan dan rasa syukur.

Dalam tradisi Hindu Bali, ritual semacam ini berkaitan erat dengan hubungan manusia dan alam. Gunung, danau, laut, sungai, serta sumber air memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, persembahan tidak berdiri sendiri sebagai kegiatan seremonial. Ada doa yang menyertainya, terutama untuk memohon keselamatan, kesejahteraan, kesuburan, dan keseimbangan lingkungan.

Tidak ada satu catatan sejarah yang dapat dijadikan patokan tunggal mengenai kapan praktik ini pertama kali muncul di Batur. Tradisinya berkembang dalam lingkungan keagamaan Bali yang sejak lama menempatkan gunung dan sumber air sebagai bagian penting dalam tata kehidupan.

Kajian mengenai lanskap sakral Gunung Batur juga mencatat mapakelem atau mulang pakelem sebagai upacara yang berkaitan dengan permohonan agar sumber air tetap berfungsi dengan baik.

Tradisi serupa juga dikenal di Pulau Lombok. Di Danau Segara Anak, kawasan Gunung Rinjani, umat Hindu Lombok melaksanakan Pancaka Mulang Pekelem dengan membawa persembahan berupa emas, perak, dan tembaga yang dibentuk menyerupai ikan atau udang. Persembahan tersebut berkaitan dengan doa untuk kedamaian dan kemakmuran.

Untuk Rinjani, ada catatan yang mengaitkan berkembangnya tradisi ini dengan kedatangan masyarakat Bali ke Lombok pada sekitar abad ke-18. Taman Nasional Gunung Rinjani juga mencatat adanya kisah tentang masa kekeringan dan wabah yang kemudian melatarbelakangi pelaksanaan upacara untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan menjelang musim hujan.

Penelitian tentang tradisi tersebut menyebut Gunung Rinjani sebagai tempat sakral bagi umat Hindu Lombok. Pelaksanaan upacara juga dikaitkan dengan penghormatan terhadap Gunung Rinjani, rasa syukur kepada Tuhan, serta permohonan hujan ketika musim kering.

Jadi, ketika menyebut sejarah mulang pekelem, perlu dilihat pula konteks daerahnya. Praktik persembahan dengan konsep yang serupa hadir di beberapa tempat dengan latar ritual masing-masing.

Baca juga: Daftar Tradisi dan Upacara Adat di Indonesia yang Masih Bertahan Hingga Kini

Filosofi dan Prosesi Ritual Mulang Pekelem

Mulang Pekelem, Ritual Sakral di Kaki Gunung Batur yang Penuh Makna

Bagi masyarakat yang menjalankannya, mulang pekelem memiliki hubungan erat dengan konsep keseimbangan. Gunung dan air dipandang sebagai bagian dari kehidupan yang harus dihormati. Persembahan menjadi sarana untuk menyampaikan rasa syukur sekaligus doa agar kehidupan masyarakat tetap aman dan alam berada dalam keadaan harmonis.

Rangkaian upacaranya dapat berbeda sesuai desa adat, pura, tujuan upacara, dan konteks pelaksanaannya. Gambaran umum prosesi di kawasan Batur dapat dilihat melalui beberapa tahapan berikut.

1. Menyiapkan Sarana Upacara

Sebelum menuju lokasi persembahan, masyarakat menyiapkan berbagai banten atau sarana persembahan dan perlengkapan ritual. Setiap sarana memiliki aturan serta makna tersendiri dalam upacara Hindu Bali.

Dalam pelaksanaan tertentu di Batur, sarana pakelem dapat berupa ayam atau bebek yang telah dipersiapkan sebagai bagian dari upakara. Jenis persembahan tidak selalu sama untuk setiap pelaksanaan karena mengikuti ketentuan upacara yang sedang digelar.

2. Melakukan Persembahyangan

Persembahyangan menjadi bagian penting sebelum persembahan dihaturkan. Doa dipanjatkan sebagai bentuk bhakti sekaligus permohonan agar kehidupan masyarakat memperoleh keselamatan dan kesejahteraan.

Suasana ritual biasanya berlangsung khidmat. Pakaian adat, perlengkapan persembahyangan, suara mantra, serta keberadaan tempat suci membuat kawasan gunung atau danau memiliki suasana yang berbeda dibandingkan aktivitas sehari-hari.

3. Membawa Persembahan ke Kawasan Gunung

Pada pelaksanaan tertentu di Gunung Batur, peserta membawa sarana upacara menuju bagian puncak yang menjadi lokasi persembahan. ISI Denpasar, misalnya, mencatat pelaksanaan mulang pakelem di Puncak Kauhan dan Puncak Kanginan Gunung Batur pada Maret 2024. Banten dan ayam dihaturkan di kawasan kepundan sebagai bagian dari ritual.

Gunung memiliki posisi penting dalam filosofi ritual ini. Gunung dipandang sebagai bagian dari sumber kehidupan sekaligus ruang sakral. Persembahan di kawasan puncak menjadi bentuk penghormatan terhadap alam yang menjadi tempat hidup manusia.

4. Menghaturkan Persembahan di Danau

Setelah prosesi di kawasan gunung, ritual dapat dilanjutkan ke Danau Batur. Dalam kegiatan yang sama pada 2024, sarana upakara dan hewan persembahan dihanyutkan atau ditenggelamkan di tengah danau.

Bagian ini memperlihatkan hubungan antara gunung dan air. Danau bukan sekadar bentang alam, melainkan sumber air yang memiliki peran besar bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya.

5. Memanjatkan Doa untuk Keselamatan dan Kesejahteraan

Doa menjadi inti dari seluruh rangkaian. Persembahan disertai harapan agar masyarakat memperoleh keselamatan, lingkungan tetap terjaga, serta kehidupan berjalan dalam keadaan seimbang.

Dalam konteks Batur, upacara yang berkaitan dengan Danu Kertih juga memiliki hubungan dengan penghormatan terhadap sumber air. Danau Batur memiliki fungsi penting bagi wilayah Bali sehingga keberadaannya diperlakukan sebagai bagian dari kehidupan yang harus dijaga.

6. Menjaga Hubungan Manusia dengan Alam

Tradisi mulang pekelem juga membawa pesan tentang cara manusia memperlakukan lingkungan. Gunung, danau, sungai, laut, serta sumber air menjadi bagian dari kehidupan yang saling berkaitan.

Gagasan tersebut juga muncul dalam penjelasan mengenai lanskap sakral Gunung Batur. Mapakelem ditempatkan sebagai bagian dari praktik bhuta yadnya dan berkaitan dengan upaya menjaga sumber daya alam, terutama air.

Karena itu, ritual memiliki dimensi ekologis yang kuat. Persembahan menjadi bagian dari doa, sedangkan penghormatan terhadap alam diwujudkan melalui kehidupan sehari-hari dan upaya menjaga sumber air tetap lestari.

7. Melanjutkan Rangkaian Sesuai Aturan Upacara

Setiap pelaksanaan memiliki susunan acara yang mengikuti keputusan pemangku, sulinggih, desa adat, atau penyelenggara upacara. Ada ritual yang dilaksanakan di gunung dan danau, ada pula mulang pekelem yang menjadi bagian dari rangkaian upacara lebih besar.

Pelaksanaan di Batur pada 2023, misalnya, menjadi bagian dari Karya Agung Danu Kerthi yang melibatkan prosesi di Danau dan Gunung Batur. Upacara tersebut berkaitan dengan doa untuk keselamatan serta keharmonisan alam dan kehidupan masyarakat.

Baca juga: Suku Bali Aga: Mengenal Masyarakat Bali Asli yang Sarat Tradisi

Mulang pekelem di kawasan Gunung Batur dapat dipahami sebagai ritual yang mempertemukan doa, rasa syukur, dan penghormatan terhadap alam. Tradisi semacam ini membuat warisan budaya Bali tetap hidup melalui hubungan manusia dengan tempat, air, dan lingkungan yang dijaga bersama.

Post Views: 6
Tags: danau baturGunung Baturprosesi mulang pekelemsejarah mulang pekelemtradisi Hindu Baliupacara mulang pekelem
Share186Tweet116

TERKINI

Mulang Pekelem, Ritual Sakral di Kaki Gunung Batur yang Penuh Makna

Mulang Pekelem, Ritual Sakral di Kaki Gunung Batur yang Penuh Makna

7 October 2026
kemnaker siapkan pembangunan pusat pengembangan penyandang disabilitas

Kemnaker Siapkan Pembangunan Pusat Pengembangan Talenta Penyandang Disabilitas

7 October 2026
kafe instagramable bandung

Kafe Instagramable Bandung: Spot Nongkrong Hits, Padukan Live Music, Kopi Nusantara dan Gaya Hidup Sehat

6 October 2026
Gunung Kerinci: Keindahan Alam dan Fakta Menarik Gunung Tertinggi Sumatra

Gunung Kerinci: Keindahan Alam dan Fakta Menarik Gunung Tertinggi Sumatra

6 October 2026
tur balai kota jakarta

Sudah Resmi Dibuka, Tur ke Balai Kota Jakarta

6 October 2026
jne sambas

Asap Karhutla Mereda, Kiriman JNE Sambas Kembali Naik

6 October 2026

POPULER

Morning Routine Orang Sukses yang Bisa Ditiru

10 Morning Routine Orang Sukses yang Bisa Ditiru

by Penulis JNEWS
1 September 2026

Tip Membuat Perpustakaan Pribadi di Rumah, Nyaman untuk Baca dan Koleksi Buku

Tip Membuat Perpustakaan Pribadi di Rumah, Nyaman untuk Baca dan Koleksi Buku

by Penulis JNEWS
15 September 2026

Apa Itu Staycation? Pengertian, Manfaat, dan Ide Kegiatan yang Bisa Dilakukan

Apa Itu Staycation? Pengertian, Manfaat, dan Ide Kegiatan yang Bisa Dilakukan

by Penulis JNEWS
14 September 2026

Pantai Pandawa, Destinasi Eksotik Bali dengan Tebing Kapur dan Pasir Putih

Pantai Pandawa, Destinasi Eksotik Bali dengan Tebing Kapur dan Pasir Putih

by Penulis JNEWS
3 September 2026

Pantai Virgin Bali: Pantai Eksotis dengan Panorama Laut dan Perbukitan

Pantai Virgin Bali: Pantai Eksotis dengan Panorama Laut dan Perbukitan

by Penulis JNEWS
26 August 2026

JNEWS Online

©2020 - Your Trusted Logistic Portal

Navigate Site

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1

©2020 - Your Trusted Logistic Portal