JNEWS – Ada satu hal yang sering ikut dipikirkan setelah puas keliling Banjarmasin, mau bawa pulang apa? Kota ini punya banyak pilihan buah tangan, dan oleh-oleh khas Banjarmasin tidak selalu berupa makanan yang sudah umum ditemukan di kota lain. Ada banyak produk bisa dipilih.
Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Banjarmasin untuk Dibawa Pulang

Belanja oleh-oleh khas Banjarmasin bisa disesuaikan dengan lama perjalanan dan kebutuhan. Ada buah tangan untuk camilan selama di rumah, ada yang cocok diberikan kepada keluarga atau teman, dan ada pula pilihan nonmakanan yang bisa dipakai dalam keseharian.
Berikut daftar rekomendasinya.
1. Amplang Ikan Tenggiri
Amplang ikan tenggiri layak masuk daftar oleh-oleh khas Banjarmasin karena praktis, awet, dan mudah dibawa dalam perjalanan. Camilan ini punya tekstur renyah dengan rasa gurih yang kuat dari daging ikan tenggiri asli. Dalam kemasan rapat, amplang mampu bertahan sekitar 3 – 6 bulan pada suhu ruang.
Bentuk yang paling sering dijumpai ialah amplang kuku macan dan amplang bulat. Keduanya sama-sama renyah, hanya berbeda pada bentuknya.
Baca juga: 10 Tempat Wisata di Banjarmasin yang Wajib Dikunjungi
2. Ikan Seluang Goreng
Ikan seluang goreng cocok untuk dibawa perjalanan jauh sebagai oleh-oleh khas Banjarmasin karena digoreng sampai kering dan sangat renyah. Ikan air tawar berukuran kecil ini bahkan bisa dimakan bersama tulangnya yang super renyah setelah digoreng. Dalam kemasan tertutup rapat, daya simpannya mencapai sekitar 1 – 2 bulan.
Ada versi original dengan bumbu rempah serta varian crispy yang dibalut tepung tipis. Harganya relatif terjangkau dan produknya mudah ditemukan di pusat oleh-oleh seperti Toko Andalas dan Oleh-Oleh Galuh Banjar.
3. Rabuk Ikan Haruan
Rabuk ikan haruan atau abon ikan gabus punya cita rasa gurih dengan tekstur kering. Daging ikan haruan yang padat membuatnya cocok diolah menjadi abon dan praktis dibawa sebagai lauk selama perjalanan. Jika dikemas rapat, rabuk dapat bertahan sekitar 3 – 6 bulan pada suhu ruang.
Oleh-oleh ini bisa ditemukan di berbagai pusat oleh-oleh khas Banjarmasin dengan harga yang relatif terjangkau. Rabuk dapat langsung disantap bersama nasi atau disimpan untuk stok lauk di rumah.
4. Sambal Acan
Pencinta sambal bisa membawa sambal acan khas Banjar sebagai oleh-oleh. Dalam bahasa Banjar, acan berarti terasi. Bahan tersebut dibakar lalu diulek bersama cabai dan buah-buahan tropis bercita rasa asam, sehingga menghasilkan perpaduan pedas, gurih, dan segar.
Varian sambal acan cukup beragam, antara lain limau kulit, mangga muda, binjai, dan gandaria. Produk dalam botol yang sudah disegel pabrik lebih praktis untuk perjalanan dan dapat bertahan sekitar 1 – 3 bulan pada suhu ruang selama kemasannya belum dibuka.
5. Wadai Bingka
Wadai bingka jadi salah satu kue tradisional Banjar yang banyak dicari sebagai buah tangan. Bentuknya menyerupai bunga dengan enam kelopak, sedangkan teksturnya sangat lembut dan sedikit berminyak. Rasa manisnya berpadu dengan gurih santan yang menjadi ciri khas kue basah ini.
Bingka H. Thamrin Salon adalah merek yang paling populer. Kentangnya diparut agak kasar sehingga masih memberikan sedikit sensasi saat dikunyah.
Karena kaya santan dan tanpa pengawet, bingka hanya bertahan sekitar 12 – 24 jam saja pada suhu ruang. Untuk itu, pembelian sebaiknya dilakukan beberapa jam sebelum keberangkatan agar tetap segar.

6. Dodol Kandangan
Dodol Kandangan berasal dari Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, tetapi banyak dijual di pusat oleh-oleh Banjarmasin. Teksturnya lebih lembut dan lumer dibandingkan dodol pada umumnya, dengan rasa legit dari gula aren. Tersedia varian original, durian, kelapa, dan kacang tanah.
Dodol Ibu Nurhayati salah satu produk yang cukup dikenal dan tersedia dalam kemasan kotak maupun gulungan besar. Tanpa bahan pengawet kimia, dodol ini dapat bertahan hingga sekitar satu bulan pada suhu ruang. Daya simpan tersebut membuatnya praktis dibawa untuk perjalanan jauh.
7. Kue Rangai
Kue rangai punya rasa manis dengan gurih kelapa yang kuat. Kue kering tradisional Banjar ini serupa dengan kue sagon yang dikenal di Jawa. Bobotnya ringan dan tidak membutuhkan banyak ruang, sehingga praktis dimasukkan ke dalam tas atau bagasi.
Disimpan dalam wadah kedap udara, kue rangai dapat bertahan sekitar 2 – 4 bulan pada suhu ruang. Produk ini mudah dijumpai di sentra UMKM dan sejumlah pusat oleh-oleh khas Banjarmasin, seperti Toko Andalas dan Oleh-Oleh Galuh Banjar.
8. Apam Barabai
Apam Barabai berasal dari Barabai, Hulu Sungai Tengah, dan menjadi salah satu jajanan pasar khas Banjar yang populer sebagai oleh-oleh. Bentuknya bulat pipih dengan tekstur legit dan kenyal. Ada dua varian utama, yakni gula habang dengan rasa gula merah yang khas dan gula putih dengan cita rasa lebih ringan.
Kue ini hanya bertahan sekitar 2 – 3 hari. Karena itu, waktu pembelian perlu diperhitungkan. Membeli beberapa jam sebelum keberangkatan bisa membantu menjaga kondisi apam tetap segar saat sampai tujuan.
9. Kacang Jaruk
Kacang jaruk merupakan camilan kacang tanah khas Kalimantan Selatan yang populer dari Barabai. Rasanya gurih dan asin dengan tekstur renyah. Sebelum diolah, kacang direndam semalaman bersama bawang putih dan garam. Proses tersebut membuat bumbu meresap hingga ke bagian dalam kacang.
Daya simpannya cukup panjang, sekitar 3 – 6 bulan pada suhu ruang jika disimpan dengan baik. Salah satu produk yang paling banyak dicari ialah Kacang Jaruk Hj. Ati dari Haruyan. Produk ini juga tersedia di pusat oleh-oleh Banjarmasin, termasuk Toko Andalas dan Oleh-Oleh Galuh Banjar.
10. Kain Sasirangan
Kain sasirangan juga bisa dipilih jadi oleh-oleh khas Banjar selain makanan. Cara pembuatan kain ini unik, yaitu dengan teknik jelujur. Kain diikat di bagian tertentu, lalu ditarik sebelum kain dicelup ke dalam pewarna. Teknik tersebut menghasilkan motif khas sasirangan.
Pilihan bahannya ada katun, ada juga sutra. Harga tentunya akan mengikuti jenis dan kualitas kain. Sasirangan tersedia dalam bentuk kain batangan sekitar 2 meter maupun produk siap pakai, seperti kemeja, blus, jilbab, dan tas kecil.
Kawasan perajin di Jalan Seberang Mesjid biasanya dituju jika ingin berburu kain ini. Selain berbelanja, proses pembuatan sasirangan juga dapat dilihat secara langsung.
11. Kopiah Jangang
Kopiah jangang dibuat dari anyaman akar pohon jangang yang diolah menjadi serat halus. Seluruh proses penganyamannya dikerjakan secara manual. Rongga-rongga kecil pada anyaman membuat udara lebih mudah bersirkulasi sehingga kopiah nyaman dipakai, baik saat beribadah maupun menghadiri acara formal.
Para perajinnya dari Margasari, Kabupaten Tapin. Meski begitu, kopiah jangang cukup mudah ditemukan di Banjarmasin, termasuk di Toko Andalas dan Pasar Sudimampir.

12. Aksesori Batu Mulia
Bagi pencari oleh-oleh premium, aksesori batu mulia dari Martapura bisa menjadi pilihan. Kota yang berjarak sekitar satu jam perjalanan dari Banjarmasin ini menjadi salah satu pusat perdagangan batu permata di Kalimantan Selatan. Pilihannya mencakup intan, berlian, batu akik, berbagai jenis permata, hingga manik-manik Dayak.
Pertokoan Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura bisa dituju jika ingin berburu beragam batu mulia. Ratusan kios di kompleks ini menawarkan batu mentah, cincin dengan batu ikat, aksesori, sampai perhiasan mewah. Harga dan pilihannya beragam, sehingga bisa disesuaikan dengan jenis batu serta anggaran yang tersedia.
Baca juga: 15 Oleh-Oleh Khas Balikpapan yang Mudah Ditemukan dan Dibawa Pulang
Oleh-oleh khas Banjarmasin ternyata ada banyak, tak hanya makanan. Tinggal sesuaikan dengan kebutuhan, lama perjalanan, dan ruang di bagasi. Jangan sampai sudah jauh-jauh ke Banjarmasin, tetapi pulang cuma membawa foto.











