JNEWS – Jepara punya daftar buah tangan yang cukup panjang dan isinya tidak melulu soal mebel atau ukiran kayu. Pilihan oleh-oleh khas Jepara cukup beragam. Ada camilan tradisional, minuman rempah, sampai kerajinan tangan yang sudah dikenal di luar daerah.
Produk Jepara sangat kuat dengan nuansa pesisir dan budaya lokal. Sebagian produk bahkan masih diproduksi rumahan dalam skala kecil.
Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Jepara
Berikut rekomendasi oleh-oleh khas Jepara yang wajib dibawa pulang jika kebetulan main ke salah satu kota di pesisir utara Pulau Jawa ini.

1. Carang Madu
Carang madu termasuk jajanan tradisional yang cukup legendaris di Jepara. Kue ini dibuat dari campuran tepung beras, santan, dan gula jawa. Bentuknya unik, seperti sarang burung. Teksturnya kering dan renyah dengan rasa manis yang cukup kuat dari gula jawa.
Salah satu alasan carang madu sering dijadikan oleh-oleh khas Jepara adalah daya tahannya yang cukup lama. Tanpa pengawet pun, kue ini bisa bertahan sampai satu atau dua bulan jika disimpan di wadah tertutup rapat. Wisatawan biasanya membeli carang madu di toko oleh-oleh tradisional seperti Oleh Oleh Khas Jepara Jeha di daerah Pengkol dengan pilihan yang cukup lengkap.
Baca juga: Oleh-Oleh Khas Kudus Selain Jenang, Apa Saja?
2. Bir Pletok Jepara
Jepara punya minuman rempah tradisional yang sering disebut bir pletok Jepara, meski nama aslinya adalah adon-adon coro. Minuman ini tidak mengandung alkohol sama sekali karena dibuat dari campuran rempah alami dan santan. Kuahnya agak keruh serta sedikit kental dengan rasa hangat yang cukup kuat.
Campuran rempah yang digunakan juga cukup banyak, mulai dari jahe emprit, cengkih, merica, pandan, kayu manis, hingga lengkuas. Hal paling unik dari minuman ini ada pada tambahan serutan kelapa muda bakar yang sudah disangrai sehingga memberi sensasi crunchy saat diminum. Dalam cerita sejarah lokal, adon-adon coro disebut sebagai salah satu wedang favorit Raden Ajeng Kartini saat tinggal di Jepara.
Sekarang adon-adon coro juga sudah dijual dalam bentuk bubuk instan siap seduh. Versi praktis ini membuat minuman tradisional Jepara lebih mudah dibawa pulang sebagai oleh-oleh khas Jepara.
3. Sirup Kawista
Sirup kawista dikenal sebagai minuman khas pesisir utara Jawa yang cukup populer di Jepara. Bahan utamanya berasal dari buah kawista, yaitu buah berkulit keras dengan aroma yang cukup tajam dan khas. Saat diminum, rasanya manis dengan sedikit asam segar dan ada sensasi mirip minuman cola.
Karena karakter rasanya itu, sirup kawista sering dijuluki Cola van Java. Bedanya, minuman ini dibuat dari buah asli dan bukan minuman bersoda.
Biasanya sirup disajikan dingin dengan es batu supaya rasanya lebih segar. Produk ini cukup awet sehingga sering dijadikan buah tangan untuk keluarga di rumah. Sirup Kawista bisa ditemukan di Toko Oleh-Oleh Khas Jepara Jeha maupun Pusat Oleh-oleh Sinar Barokah.
4. Sambal Samtis
Samtis merupakan singkatan dari sambal petis khas Jepara. Sambal ini punya perpaduan rasa pedas dan gurih karena dibuat dari cabai rawit yang dicampur petis udang atau petis cumi-cumi khas pesisir. Aroma petisnya cukup kuat dengan tekstur sambal yang lebih kental dibanding sambal biasa.
Isiannya juga tidak cuma bumbu halus. Di dalam sambal biasanya ada potongan udang atau cumi sehingga sering dianggap praktis sebagai lauk instan. Tinggal dimakan bersama nasi hangat dan kerupuk saja sudah cukup nikmat. Samtis juga cukup tahan lama karena dimasak matang sebelum dikemas ke dalam botol atau jar plastik segel.
5. Kacang Oven
Kalau mencari camilan awet untuk perjalanan jauh, kacang oven Jepara bisa jadi pilihan utama. Berbeda dari kacang goreng biasa, kacang ini dimatangkan menggunakan oven tanpa minyak goreng. Hasilnya lebih renyah tetapi tidak terlalu berminyak saat dimakan.
Beberapa merek kacang oven dari Jepara adalah kacang oven Mirasa yang dikenal sebagai salah satu merek legendaris sejak era 1980-an. Ada juga kacang oven Sinar Barokah. Produk ini biasanya dikemas dalam plastik tebal atau stoples sehingga kerenyahannya bisa bertahan sampai sekitar enam bulan.
6. Bontosan
Bontosan adalah camilan khas Jepara yang bentuknya sekilas mirip pempek atau cireng dengan tekstur kenyal. Oleh-oleh khas Jepara ini sebenarnya merupakan adonan kerupuk ikan yang masih mentah dan belum dikeringkan.
Salah satu cara penyajian yang paling populer adalah dengan mengiris bontosan tipis-tipis lalu menggorengnya sampai kecokelatan. Bagian luarnya menjadi renyah, sedangkan bagian dalamnya masih sedikit kenyal. Sekarang banyak produsen yang menjual bontosan dalam kemasan vakum atau frozen food sehingga lebih praktis dibawa keluar kota.
7. Kerupuk Tenggiri
Kerupuk tenggiri termasuk oleh-oleh laut yang paling sering dicari wisatawan saat datang ke Jepara. Kerupuk ini dibuat dari olahan ikan tenggiri sehingga aroma dan rasa ikannya cukup kuat. Teksturnya renyah dan cocok dimakan langsung ataupun dijadikan pelengkap makanan.
Di pasaran, kerupuk tenggiri biasanya dijual dalam dua versi. Ada versi matang yang sudah digoreng dan siap dimakan, ada juga versi mentah berbentuk kepingan padat yang lebih praktis dimasukkan ke koper. Salah satu produsen yang cukup terkenal adalah Cap Dua Ikan atau Mbak Mus yang dikenal punya kualitas kerupuk tenggiri mentah yang bagus.
8. Tenun Troso
Selain kuliner, Jepara juga punya produk kriya tekstil yang cukup terkenal, yaitu tenun Troso. Sentra pembuatannya berada di Desa Wisata Tenun Troso, Kecamatan Pecangaan. Kain ini dibuat menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin atau ATBM tradisional sehingga proses produksinya masih dikerjakan secara manual.
Motifnya cukup beragam, mulai dari motif khas lokal seperti cemara dan lompong sampai adaptasi motif daerah lain seperti Toraja, Sumba, dan Songket. Di sepanjang jalan utama Desa Troso, wisatawan bisa menemukan banyak showroom dan galeri pengrajin. Wisatawan juga dapat melihat langsung proses penenunan kain di area produksi mereka.
9. Kerajinan Monel
Kerajinan monel menjadi salah satu aksesori khas Jepara yang cukup populer, terutama dari kawasan Kalinyamatan. Bahan utamanya berasal dari logam monel, yaitu jenis baja putih yang terkenal tahan lama dan tidak mudah berkarat.
Pengrajin lokal mengolahnya menjadi cincin, gelang, kalung, anting, hingga aksesori custom dengan detail ukiran tertentu. Salah satu kelebihan monel adalah warnanya tidak mudah berubah hitam meski sering terkena air, sabun, parfum, atau keringat.
Kalau ingin melihat langsung sentra produksinya, wisatawan bisa datang ke Kalinyamatan yang dipenuhi toko dan bengkel pengrajin monel di sepanjang jalan utamanya.
10. Ukiran Kayu Jepara
Ukiran kayu sudah menjadi identitas utama Jepara sejak lama. Tradisi ukir ini diwariskan turun-temurun sejak masa Kerajaan Kalinyamat dan sekarang hasilnya sudah dipasarkan sampai luar negeri. Detail ukirannya terkenal halus dengan karakter yang cukup khas.
Wisatawan yang tidak ingin membeli mebel besar tetap bisa membawa pulang suvenir ukir dalam ukuran kecil. Pilihannya cukup banyak, mulai dari tempat tisu, miniatur kapal pinisi, patung hewan, relief dinding, jam kayu, sampai berbagai woodenware seperti mangkuk dan talenan kayu.
Untuk mencari produk langsung dari pengrajin, ada beberapa sentra ukir yang cukup terkenal di Jepara. Desa Senenan dikenal sebagai pusat relief ukir tiga dimensi. Desa Mulyoharjo terkenal dengan kerajinan patung kayunya. Sementara Kecamatan Tahunan dipenuhi showroom mebel dan furnitur khas Jepara di sepanjang jalan utama.
Baca juga: 12 Oleh-Oleh Khas Solo yang Cocok untuk Keluarga dan Teman
Jepara memang punya banyak pilihan oleh-oleh. Dari makanan tradisional sampai karya ukir bernilai seni tinggi, semuanya ikut menunjukkan sisi lain kota pesisir ini yang mungkin tidak langsung terlihat saat pertama datang. Dengan pilihan yang cukup beragam, oleh-oleh khas Jepara juga memberi gambaran tentang budaya, rasa, dan tradisi lokal yang masih terus dijaga sampai sekarang.