JNEWS – Solo punya daya tarik yang sulit dilewatkan, mulai dari suasana kotanya yang tenang, budaya Jawa yang masih kuat, sampai pilihan kulinernya yang beragam. Setelah puas jalan-jalan dan menikmati berbagai sudut kota, banyak wisatawan biasanya menyempatkan diri berburu oleh-oleh khas Solo sebelum pulang.
Pilihan oleh-oleh dari kota ini juga tidak sedikit. Ada jajanan legendaris, camilan khas, sampai produk tradisional. Semua itu membuat Solo bukan cuma enak dikunjungi, tapi juga menyenangkan untuk dijadikan tempat mencari buah tangan.
Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Solo untuk Buah Tangan

Kalau sedang berkunjung ke Kota Batik ini, rasanya akan kurang lengkap kalau pulang tanpa membawa oleh-oleh khas Solo seperti berikut ini.
1. Serabi Notosuman
Serabi Notosuman sudah dijual sejak tahun 1923 dan sampai sekarang tetap ramai diburu wisatawan. Bentuknya tipis dengan bagian tengah yang lembut, sementara pinggirannya lebih kering dan renyah. Berbeda dari beberapa serabi daerah lain, versi Solo ini tidak memakai kuah kinca.
Di Jalan Moh. Yamin, ada dua toko yang paling terkenal karena sama-sama berasal dari keluarga penerus generasi awalnya. Versi kardus hijau milik Ny. Lidia dikenal lebih gurih dengan aroma santan yang pekat. Sementara itu, kardus oranye milik Ny. Handayani punya rasa yang sedikit lebih manis.
Baca juga: 12 Kuliner Solo Legendaris yang Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup
2. Roti Mandarijn Orion
Roti Mandarijn Orion termasuk salah satu oleh-oleh khas Solo legendaris yang masih bertahan di tengah banyaknya toko kue modern. Kue ini diproduksi sejak tahun 1932 oleh Toko Roti Orion yang pusatnya berada di Jalan Jend. Urip Sumoharjo.
Bentuknya berupa kue lapis dua warna dengan olesan selai nanas di tengah. Walau tampilannya sederhana, banyak orang tetap mencarinya karena rasanya tidak berubah banyak dari dulu. Daya simpannya juga cukup aman untuk dibawa keluar kota.
3. Abon Mesran
Abon Mesran sudah dikenal sebagai salah satu abon paling terkenal dari Solo sejak era 1960-an. Teksturnya halus, kering, dan tidak terlalu berminyak. Daya tahannya juga panjang. Dalam wadah tertutup rapat, Abon Mesran bisa bertahan hingga berbulan-bulan di suhu ruang. Gerai legendarisnya berada di kawasan Jayengan Solo.
4. Solo Floss Roll
Solo Floss Roll muncul sebagai salah satu oleh-oleh khas Solo modern yang cukup populer dalam beberapa tahun terakhir. Bentuknya berupa roti gulung lembut dengan isian abon yang tebal di bagian tengah.
Untuk dibawa perjalanan singkat masih cukup aman karena bisa tahan beberapa hari di suhu ruang. Kalau disimpan di kulkas, teksturnya memang sedikit mengeras, tetapi akan kembali lembut setelah dipanaskan sebentar. Gerai utamanya berada di kawasan Laweyan, Solo.

5. Intip
Intip berasal dari kerak nasi yang dikeringkan lalu digoreng sampai renyah. Ada versi manis dengan siraman gula jawa cair, ada juga versi gurih yang rasanya lebih ringan.
Karena teksturnya kering, intip cukup awet untuk dibawa bepergian. Salah satu tempat yang paling sering dituju untuk mencari intip fresh adalah Pasar Gede. Di sana pilihannya cukup banyak dan beberapa penjual masih mengambil langsung dari perajin lokal.
6. Solo Pluffy
Solo Pluffy dikenal sebagai salah satu pelopor tren kue artis di Solo. Brand milik Jessica Mila ini mulai hadir sejak tahun 2017 dan masih bertahan sampai sekarang.
Menu yang paling dikenal adalah cheesecake dengan tekstur ringan dan lembut. Varian toppingnya juga beragam, mulai dari cokelat sampai buah-buahan. Lokasi gerai utamanya berada di kawasan Banjarsari Solo.
7. Bakpia Balong
Bakpia Balong sudah lama dikenal sebagai salah satu oleh-oleh khas Solo sejak tahun 1960-an. Namanya diambil dari kawasan Balong di dekat Pasar Gede, area Pecinan yang memang terkenal dengan kuliner lawasnya.
Dibanding bakpia Jogja yang kecil, ukuran Bakpia Balong cenderung lebih besar dengan isian yang padat. Kulitnya tipis dan sedikit renyah saat digigit. Pilihan rasanya cukup beragam, termasuk beberapa varian non-halal yang memang menjadi bagian dari sejarah awalnya.
8. Roti Kecik
Roti Kecik menjadi salah satu oleh-oleh khas Solo yang legendaris. Camilan ini diproduksi oleh Toko Roti Ganep sejak tahun 1881 dan masih mempertahankan resep tradisionalnya sampai sekarang. Bentuknya kecil memanjang seukuran jari dengan tekstur keras dan renyah. Roti ini dibuat dari tepung ketan sehingga punya rasa yang khas dengan aroma panggang yang cukup kuat.
9. Pukis Badran
Pukis Badran termasuk salah satu oleh-oleh modern yang cukup populer di Solo. Sejak mulai dikenal pada tahun 2017, jajanan ini berhasil menarik perhatian karena teksturnya sangat lembut, bahkan lebih mirip bolu dibanding pukis tradisional pada umumnya.
Pilihan toppingnya juga cukup banyak, mulai dari rasa manis sampai varian gurih yang lebih jarang ditemukan. Salah satunya yang best seller adalah pukis daging sapi.

10. Batik Solo
Batik Solo terkenal dengan warna sogannya yang dominan cokelat gelap, hitam, dan nuansa keemasan. Motifnya banyak dipengaruhi budaya keraton yang klasik, detail, dan rapi.
Pusat belanja batik paling terkenal di Solo adalah Pasar Klewer. Pilihannya sangat lengkap, dari kain murah sampai batik tulis dengan harga lebih tinggi. Selain Pasar Klewer, bisa juga datang ke Kampung Batik Laweyan dan Kampung Batik Kauman kalau ingin mencari produk yang lebih eksklusif.
11. Kain Lurik
Kain lurik punya ciri khas berupa motif garis-garis sederhana dengan warna yang cenderung kalem. Walau tampilannya tidak seramai batik, kain ini tetap punya tempat tersendiri dalam budaya Jawa. Di Solo, lurik masih sering dipakai untuk surjan, kebaya, hingga berbagai produk modern seperti tas dan outer.
Sekarang model lurik semakin berkembang karena banyak pengrajin mulai menggabungkan motif tradisional dengan desain yang lebih modern. Hasilnya terlihat lebih fleksibel untuk dipakai sehari-hari. Untuk mencari koleksi lurik yang lengkap, Pasar Klewer masih jadi tujuan utama.

12. Blangkon
Blangkon Solo merupakan penutup kepala tradisional pria Jawa. Bagian belakangnya lebih datar dibanding model Yogyakarta, lengkap dengan lipatan memanjang yang disebut mondholan. Blangkon dulu identik dengan pakaian adat, tetapi sekarang juga sering dijadikan suvenir atau pelengkap busana etnik.
Pasar Klewer menjadi salah satu tempat paling mudah untuk mencari blangkon dengan berbagai kualitas dan harga. Sementara itu, kawasan Serengan dikenal sebagai sentra pembuatannya.
Baca juga: Daftar Lengkap Tempat Wisata di Solo untuk Semua Kalangan
Pilihan oleh-oleh khas Solo memang cukup beragam. Selain rasanya khas, banyak produk di Solo juga masih mempertahankan resep dan cara produksi lama yang membuatnya tetap punya karakter sendiri. Itu sebabnya banyak orang yang sudah pernah datang ke Solo biasanya masih menyempatkan diri berburu oleh-oleh saat kembali berkunjung.











