JNEWS – Pulau Pahawang merupakan salah satu destinasi wisata bahari yang populer di Provinsi Lampung. Pulau ini dikenal lewat lautnya yang jernih, panorama pesisir, serta kekayaan biota bawah laut yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
Secara administratif, Pahawang berada di Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, dan menjadi pulau terbesar di kawasan Teluk Ratai. Luas pulau ini mencapai sekitar 700 hektare dengan garis keliling sekitar 12 kilometer. Kawasan ini terdiri atas Pahawang Besar dan Pahawang Kecil, yang sama-sama menawarkan pemandangan laut biru, pasir putih, dan kehidupan laut yang beragam.
Wisatawan bisa menghabiskan waktu dengan snorkeling atau menyelam untuk melihat terumbu karang dan ikan, lalu melanjutkan perjalanan ke daratan untuk menikmati lanskap pulau serta kehidupan masyarakat setempat.
Serunya Main ke Pulau Pahawang

Pulau Pahawang dikenal dengan pantai berpasir putih, air laut yang jernih, dan kekayaan biota lautnya. Kondisi perairan yang relatif tenang juga mendukung beragam kegiatan wisata, terutama aktivitas bahari. Berikut beberapa aktivitas yang bisa dilakukan saat berlibur di Pulau Pahawang.
1. Snorkeling dan Diving
Snorkeling dan diving menjadi aktivitas favorit di Pulau Pahawang, terutama di kawasan Pahawang Besar yang memiliki sejumlah spot bawah laut. Airnya yang jernih memungkinkan wisatawan melihat terumbu karang, ikan-ikan tropis, hingga biota laut lainnya dengan lebih leluasa.
Peralatan snorkeling dan diving juga bisa disewa di sekitar kawasan wisata, sehingga tidak perlu membawa perlengkapan sendiri. Beberapa operator turut menyediakan tur dengan pemandu yang membantu mengarahkan wisatawan ke spot tertentu sekaligus memberi informasi mengenai kondisi bawah laut.
Baca juga: 14 Pantai Lampung yang Banyak Dikunjungi Wisatawan
2. Pasir Timbul
Pasir Timbul merupakan hamparan pasir yang menghubungkan Pahawang Besar dan Pahawang Kecil. Gundukan pasir ini hanya muncul ketika air laut sedang surut, sehingga kalau ingin melihatnya, waktu kunjungan perlu disesuaikan.
Saat hamparan pasir mulai terlihat, wisatawan bisa berjalan santai, bermain pasir, menikmati pemandangan laut, atau mengambil foto. Area ini cukup menarik untuk fotografi karena hamparan pasir putihnya dikelilingi air laut yang jernih.
3. Hutan Mangrove
Hutan mangrove di Pulau Pahawang bisa jadi pilihan lokasi petualangan jika ingin memahami fungsi ekosistem pesisir lebih dekat. Kawasan ini menjadi habitat bagi berbagai jenis ikan, burung, dan satwa lainnya, serta membantu menjaga garis pantai dari abrasi.
Eksplorasi mangrove dapat dilakukan sambil menyusuri kawasan bersama pemandu. Selain menikmati suasana alam, wisatawan bisa mengenal lebih jauh peran mangrove dan upaya pelestariannya yang melibatkan masyarakat setempat.
4. Taman Nemo
Taman Nemo merupakan salah satu spot snorkeling dan diving yang berada di Pahawang Besar. Dinamai demikian karena di sini ada habitat ikan badut yang menjadi salah satu daya tariknya. Air yang jernih membuat terumbu karang dan ikan warna-warni dapat diamati dengan cukup jelas.
5. Pulau Kelagian
Pulau Kelagian berada dekat dengan Pulau Pahawang, dan kerap disinggahi juga oleh wisatawan yang berlibur ke Pahawang. Pulau ini menawarkan pantai berpasir putih dengan air laut yang jernih dan relatif tenang, sehingga cocok untuk bersantai maupun mencoba snorkeling.
Selain menikmati pantai, wisatawan dapat berjemur, berpiknik, bermain di tepi laut, atau memancing. Perjalanan menuju Pulau Kelagian juga cukup praktis karena dapat ditempuh menggunakan perahu dari kawasan Pahawang.
Lokasi Pulau Pahawang
Pulau Pahawang berada di dalam kawasan Teluk Lampung. Dari pusat Kota Bandar Lampung, jaraknya sekitar 30 kilometer jika ditarik dalam garis lurus.
Dikutip dari situs Disparekraf Lampung, perjalanan dari Bandar Lampung menuju Pahawang dimulai dengan perjalanan darat sekitar 25 kilometer menuju Dermaga Ketapang. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menggunakan perahu sejauh kurang lebih 10 – 17 kilometer, tergantung lokasi di Pulau Pahawang yang dituju. Total perjalanan dari Bandar Lampung sekitar 35 – 42 kilometer.
Jika datang dari Pelabuhan Bakauheni, jarak menuju Dermaga Ketapang sekitar 113 kilometer melalui jalan tol dengan waktu tempuh kurang lebih 2 – 3 jam. Belum tersedia transportasi umum khusus wisatawan yang langsung menghubungkan Bandar Lampung dengan Dermaga Ketapang. Wisatawan umumnya datang menggunakan kendaraan pribadi, kendaraan sewa, atau mengikuti paket tur pulau bersama rombongan.
Setibanya di Dermaga Ketapang, perjalanan menuju Pulau Pahawang dilanjutkan dengan menyewa perahu. Tersedia beberapa pilihan, mulai dari perahu kayu hingga speedboat kayu dengan ukuran dan kecepatan yang beragam. Tarif sewa bergantung pada jenis perahu dan kesepakatan dengan pemiliknya, tetapi rata-rata berada di kisaran Rp400.000 – Rp500.000.
Baca juga: Pantai Mutun: Pesona Wisata Bahari Favorit di Lampung
Pulau Pahawang menawarkan paket liburan yang cukup lengkap di lokasi yang mudah dijangkau. Dengan akses yang sudah cukup mudah dari Bandar Lampung dan pilihan transportasi yang tersedia di Dermaga Ketapang, Pahawang layak dipertimbangkan untuk liburan bahari di Lampung.