JNEWS – Bayangkan berdiri di tepi sebuah lubang raksasa, lalu melihat dinding batu menjulang di sekelilingnya. Jauh di bawah sana, pepohonan tumbuh rapat, kabut menggantung di antara tebing, dan aliran air bergerak melewati lantai hutan. Pemandangan seperti ini bukan adegan film fantasi. Tiankeng Tiongkok memang punya lanskap sedahsyat itu, dengan lubang karst berukuran raksasa yang terbentuk melalui proses geologi selama jutaan tahun.
Istilah tiankeng sendiri berarti lubang langit atau heavenly pit. Dalam ilmu geologi, istilah ini digunakan untuk menyebut depresi karst berukuran sangat besar dengan dinding curam, umumnya berkembang pada batuan karbonat. Sampai sekarang, sekitar 300 tiankeng telah ditemukan di dunia, dan sebagian besar berada di Tiongkok.
Tiankeng Tiongkok: Bagaimana Terbentuknya

Proses pembentukan tiankeng Tiongkok berawal dari kawasan karst yang memiliki lapisan batuan karbonat, terutama batu kapur. Air hujan yang masuk ke celah-celah batu membawa karbon dioksida dari tanah sehingga menjadi sedikit asam. Air ini kemudian perlahan melarutkan batu kapur dan memperbesar retakan yang ada di bawah permukaan.
Selama waktu yang sangat panjang, rongga bawah tanah terus berkembang. Aliran air bawah tanah ikut mengikis dan membawa material keluar sehingga terbentuk ruang kosong berukuran sangat besar.
Ketika atap rongga sudah tidak mampu menopang berat batuan di atasnya, bagian tersebut runtuh. Hasil runtuhan itu membentuk lubang dengan dinding yang dapat berdiri hampir vertikal. Proses runtuhan ini kemudian membentuk tiankeng.
Ukuran lubang yang terbentuk bisa beragam. Xiaozhai Tiankeng di Chongqing, misalnya, memiliki bukaan sekitar 626 meter × 537 meter dan kedalaman maksimum sekitar 662 meter menurut data geologi yang digunakan dalam kajian karst Tiongkok.
Setelah lubang terbuka, kehidupan mulai berkembang. Sinar matahari dapat mencapai bagian tertentu di dasar lubang, air mengalir masuk, tanah menumpuk di antara batuan, lalu tumbuhan mulai tumbuh. Dinding yang tinggi juga menciptakan kondisi mikroklimat tersendiri. Udara di dasar bisa lebih lembap dan lebih sejuk dibandingkan kawasan di atasnya.
Kondisi semacam ini membuat dasar tiankeng menjadi habitat untuk kehidupan tertentu. Di Dashiwei, Guangxi, misalnya, peneliti menemukan hutan bawah tanah dengan pohon purba yang mencapai sekitar 40 meter serta tumbuhan langka.
Baca juga: Mengenal Tembok Besar Tiongkok: Sejarah dan Fungsi Ikoniknya
5 Tiankeng Tiongkok yang Paling Populer

Karena kondisi tanah berbeda, lubang-lubang tiankeng ini karakternya juga berbeda. Berikut beberapa tiankeng Tiongkok yang paling terkenal.
1. Xiaozhai Tiankeng, Chongqing
Xiaozhai Tiankeng berada di Fengjie, Chongqing. Lubangnya membentang sekitar 626 meter pada sisi terpanjang, dengan lebar sekitar 537 meter. Kedalamannya mencapai sekitar 662 meter berdasarkan data geologi.
Bentuknya seperti dua cekungan bertingkat. Bagian atas dan bagian bawah dipisahkan oleh sebuah lereng yang terbentuk pada lapisan batu kapur.
Di bawahnya terdapat gua dan sungai bawah tanah. Air menjadi salah satu kekuatan utama yang membentuk lanskap tiankeng ini. Saat musim hujan, air bahkan dapat terlihat jatuh dari mulut lubang seperti air terjun.
Xiaozhai juga memiliki kekayaan biologis yang mengesankan. Kawasan ini menjadi tempat ditemukannya lebih dari seribu jenis tumbuhan serta sejumlah satwa langka yang hidup di lingkungan karst sekitarnya.
2. Dashiwei Tiankeng, Guangxi
Berada di Leye County, Guangxi, Dashiwei menjadi bagian dari kelompok tiankeng Tiongkok yang sangat besar. Dashiwei sendiri memiliki panjang sekitar 600 meter, lebar 420 meter, dan kedalaman maksimum sekitar 613 meter.
Dashiwei Tiankeng Group ini spesial, karena mencakup 29 tiankeng dalam area sekitar 20 kilometer persegi. Sistem tersebut terhubung dengan jaringan sungai bawah tanah dan kawasan karst yang luas.
Di bagian dasar Dashiwei, ada hutan yang tumbuh dalam kondisi relatif terlindung. Peneliti yang turun ke kawasan tersebut menemukan pepohonan tinggi dan sejumlah tumbuhan langka. Pemandangan hutan di dasar lubang dengan dinding batu menjulang di sekelilingnya membuat kawasan ini tampak seperti dunia yang terpisah dari permukaan.
3. Haolong Tiankeng, Guangxi
Haolong Tiankeng berada di Bama, Guangxi. Ukurannya juga sangat besar, dengan bukaan sekitar 800 meter × 600 meter dan kedalaman maksimum lebih dari 500 meter berdasarkan data karakteristik tiankeng di Tiongkok.
Salah satu daya tariknya adalah skala ruang terbuka yang terbentuk di kawasan karst tersebut. Haolong menjadi contoh bagaimana pelarutan batu kapur, aliran air bawah tanah, serta runtuhan struktur batuan dapat menghasilkan bentang alam dengan ukuran luar biasa.
Bama sendiri berada di kawasan karst Guangxi yang kaya gua dan sistem sungai bawah tanah. Lingkungan geologinya mendukung terbentuknya banyak fitur karst, termasuk depresi berukuran besar.
4. Chuandong Tiankeng, Guangxi
Masih berada di kawasan Leye, Chuandong merupakan bagian dari kelompok Dashiwei. Lubangnya berukuran sekitar 370 meter × 270 meter dengan kedalaman maksimum sekitar 312 meter.
Keunikannya ada pada dinding yang sangat curam di sekeliling lubang. Dalam kajian geologi, Chuandong termasuk tiankeng berukuran besar dan memiliki dinding vertikal di seluruh perimeter.
Kawasan ini juga menarik karena memperlihatkan hubungan erat antara lubang karst dan sistem bawah tanah. Air yang bergerak melalui batuan ikut membentuk ruang dan saluran di bawah permukaan sebelum proses runtuhan menghasilkan cekungan raksasa.
5. Great Funnel, Xingwen
Great Funnel berada di Xingwen, Sichuan, kawasan yang sekarang termasuk Xingwen UNESCO Global Geopark. Ukurannya sangat besar dengan diameter terpanjang sekitar 650 meter dan kedalaman sekitar 208 meter.
Kawasan Xingwen memiliki lanskap karst yang kompleks. Selain depresi besar, terdapat gua, sungai bawah tanah, lembah, hutan puncak batu kapur, serta berbagai formasi batuan yang terbentuk melalui proses pelarutan dan erosi.
Great Funnel Xingwen ini merupakan salah satu lokasi awal penggunaan dan penelitian istilah tiankeng. Jadi, kawasan ini bukan sekadar tempat dengan lubang raksasa, tetapi juga bagian penting dalam perkembangan studi bentang alam karst di negara tersebut.
Baca juga: 5 Daerah Karst di Indonesia yang Indah dan Wajib Dikunjungi
Hutan Rahasia yang Tumbuh di Dasar Lubang

Hal paling menarik dari tiankeng Tiongkok bukan hanya ukurannya. Dasar lubang yang jauh dari permukaan dapat membentuk lingkungan dengan karakter tersendiri. Dinding batu yang tinggi mengurangi paparan cahaya di area tertentu, sementara air hujan dan aliran bawah tanah menjaga kelembapan.
Vegetasi kemudian berkembang mengikuti kondisi tersebut. Di beberapa lokasi, peneliti menemukan pohon tinggi, tumbuhan langka, serta komunitas tanaman yang mampu bertahan dalam lingkungan dengan cahaya terbatas. UNESCO bahkan mencatat bahwa tiankeng Tiongkok menjadi habitat penting bagi spesies tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme yang unik.
Penelitian di Dashiwei juga menunjukkan adanya komunitas hutan yang terdiri atas sejumlah spesies pohon khas kawasan subtropis. Lingkungan yang relatif terlindung membuat dasar tiankeng menarik sebagai lokasi penelitian keanekaragaman hayati.
Jadi, dari atas, tiankeng mungkin tampak seperti cekungan batu biasa saja. Tapi kalau dilihat lebih dekat, bagian bawahnya bisa jadi ada “alam” lain. Ada sungai, gua, pepohonan, tanah, dan kehidupan yang membentuk ekosistem tersendiri.
Tiongkok masih memiliki wilayah karst yang sangat luas, sehingga penelitian mengenai tiankeng terus berkembang. Amazing, ya kan? Tebing batu yang menjulang ternyata bisa membentuk alam sendiri. Di bawahnya ada hutan, air, gua, dan kehidupan yang terus berkembang dalam ruang tersembunyi.











