JNEWS ONLINE
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
JNEWS Online
No Result
View All Result
Home Traveling

Pulau Paskah: Mengenal Pulau Misterius di Tengah Samudra Pasifik

by Penulis JNEWS
19 May 2026
Pulau Paskah: Mengenal Pulau Misterius di Tengah Samudra Pasifik
Share on FacebookShare on Twitter

JNEWS – Pulau Paskah, sering juga disebut Rapa Nui, adalah pulau milik Chile yang berada di selatan Samudra Pasifik. Meski letaknya sekitar 3.515 km dari daratan utama Chile, pulau ini secara administratif masuk dalam Provinsi Valparaiso.

Bentuk pulaunya menyerupai segitiga, dengan luas sekitar 163,6 km². Daratan berpenghuni terdekat dari Pulau Paskah adalah Pulau Pitcairn, yang berjarak sekitar 2.075 km ke arah barat.

Saat ini, Pulau Paskah diperkirakan dihuni sekitar 3.791 orang. Sebagian besar penduduknya tinggal di Hanga Roa, yang menjadi ibu kota sekaligus pusat aktivitas utama di pulau ini.

Pulau Paskah paling dikenal karena deretan patung batu moai yang tersebar di sepanjang garis pantainya. Patung-patung ini berusia ratusan tahun dan menjadi salah satu peninggalan budaya paling ikonik dari masyarakat Rapanui. Karena nilai sejarah dan budayanya yang kuat, Pulau Paskah juga masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.

Penasaran dengan kisah Pulau Paskah? Yuk, simak sampai selesai karena pulau ini masih menyimpan banyak hal menarik untuk ditelusuri.

Asal Usul Pulau Paskah

Pulau Paskah: Mengenal Pulau Misterius di Tengah Samudra Pasifik

Pulau Paskah pertama kali dihuni oleh pendatang Polinesia yang diperkirakan berasal dari Mangareva atau Pitcairn. Mereka membawa tanaman pangan seperti pisang, talas, ubi manis, tebu, paper mulberry, serta ayam. Dari permukiman awal ini, masyarakat Rapanui kemudian berkembang menjadi peradaban yang cukup kompleks, lengkap dengan struktur sosial dan budaya khasnya.

Pulau ini mulai dikenal orang Eropa setelah ditemukan oleh pelaut Belanda, Jakob Roggeveen, pada Hari Paskah tahun 1722. Sebelum kedatangannya, jumlah penduduk Pulau Paskah diperkirakan pernah mencapai 10.000 sampai 15.000 jiwa. Namun, peradaban di pulau ini sudah mengalami kemunduran akibat kepadatan penduduk, penebangan hutan, dan eksploitasi sumber daya alam yang terbatas.

Pada abad ke-19, kondisi penduduk Pulau Paskah semakin memburuk karena deportasi ke Peru dan Chili, serta penyakit yang dibawa orang Barat. Pada 1877, penduduk yang tersisa hanya 111 orang.

Pulau ini kemudian dianeksasi oleh Chile pada 1888. Sejak itu, jumlah masyarakat Rapanui perlahan bertambah lagi, meski mereka masih menghadapi tantangan terkait identitas budaya, pariwisata, dan kepemilikan tanah.

Baca juga: Pulau Zanzibar: Permata Tersembunyi di Samudra Hindia yang Patut Masuk Bucket List

Kisah Moai dan Misteri di Balik Pembuatannya

Pulau Paskah: Mengenal Pulau Misterius di Tengah Samudra Pasifik

Pulau Paskah sangat ikonik dengan deretan moai-nya. Patung batu raksasa atau moai ini menjadi simbol paling terkenal dari Pulau Paskah.

Para arkeolog memperkirakan patung-patung ini dipahat sekitar tahun 1600 hingga 1730. Patung terakhir kemungkinan masih dibuat pada masa ketika Jakob Roggeveen menemukan pulau ini pada 1722.

Di Pulau Paskah terdapat lebih dari 600 moai berukuran besar. Selama ini, moai sering dianggap hanya berupa kepala, padahal patung tersebut memiliki badan lengkap. Sebagian besar tubuhnya tertimbun tanah, sehingga bagian yang tampak dari permukaan hanya kepala dan lehernya.

Sebagian besar moai dipahat dari batu di kawasan Rano Raraku. Tempat ini dulunya menjadi tambang utama pembuatan moai. Menariknya, banyak patung setengah jadi masih tertinggal di sana, seolah proses pembuatannya berhenti secara mendadak. Hal ini ikut menambah rasa penasaran tentang apa yang sebenarnya terjadi di Pulau Paskah pada masa itu.

Salah satu teori menyebutkan bahwa moai dibuat oleh masyarakat Polinesia atau Rapanui ketika pulau ini masih memiliki banyak pepohonan dan sumber daya alam. Saat Roggeveen datang pada 1722, sebagian besar moai masih berdiri. James Cook juga melihat banyak patung yang masih tegak ketika tiba pada 1774. Namun, pada abad ke-19, nyaris seluruh moai telah rusak, diduga akibat konflik internal yang terjadi di pulau tersebut.

Artefak Rongorongo yang Membuat Pulau Paskah Makin Menarik

Selain moai, Pulau Paskah juga punya artefak budaya lain yang tidak kalah menarik, yaitu Rongorongo. Rongorongo adalah tulisan misterius yang ditemukan pada sejumlah tablet kayu di pulau tersebut.

Sampai sekarang, tulisan ini belum berhasil diuraikan secara pasti, meski sudah diteliti oleh banyak ahli bahasa dari berbagai generasi. Inilah yang membuat Rongorongo sering disebut sebagai salah satu teka-teki besar dari kebudayaan Rapanui.

Pada 1932, seorang sarjana Hungaria bernama Wilhelm atau Guillaume de Hevesy pernah menarik perhatian dunia akademik karena melihat kemiripan antara beberapa karakter Rongorongo dan tulisan prasejarah dari Lembah Indus di India. Ia menghubungkan puluhan tanda Rongorongo dengan simbol pada cap dari Mohenjo-daro. Gagasan ini kemudian muncul kembali dalam berbagai buku, meski hubungannya masih diperdebatkan dan belum dianggap sebagai kesimpulan final.

Makna kata Rongorongo sendiri juga belum sepenuhnya disepakati. Ada pendapat yang mengartikannya sebagai “damai-damai”, sehingga tulisan ini diduga pernah dipakai untuk mencatat dokumen perjanjian damai, misalnya antara kelompok bertelinga panjang dan penguasa bertelinga pendek.

Namun, tafsir ini masih terbuka untuk diperdebatkan. Jadi, karena belum ada pembacaan yang benar-benar pasti, Rongorongo tetap menjadi salah satu misteri terbesar Pulau Paskah selain patung moai.

Destinasi Wisata di Pulau Paskah

Pulau Paskah: Mengenal Pulau Misterius di Tengah Samudra Pasifik

Pulau Paskah bukan hanya menarik karena sejarah dan misterinya, tetapi juga karena beberapa situsnya masih bisa dikunjungi langsung sampai sekarang.

1. Ahu Tongariki

Ahu Tongariki adalah salah satu situs paling terkenal di Pulau Paskah. Tempat ini menampilkan 15 patung moai raksasa yang berdiri sejajar dengan posisi membelakangi laut. Pemandangannya sangat khas, terutama saat matahari terbit. Cahaya pagi yang muncul di belakang deretan moai membuat tempat ini sering jadi incaran wisatawan dan fotografer.

2. Rano Raraku

Rano Raraku dikenal sebagai tambang batu kuno tempat sebagian besar moai dibuat. Di kawasan ini, pengunjung bisa melihat banyak patung dalam kondisi berbeda, termasuk yang masih setengah jadi dan yang tertanam sebagian di tanah.

3. Ahu Akivi

Ahu Akivi punya keunikan tersendiri dibanding banyak situs moai lainnya. Di tempat ini terdapat tujuh patung moai yang menghadap langsung ke arah laut. Posisi tersebut cukup berbeda karena kebanyakan moai di Pulau Paskah menghadap ke daratan.

Situs ini sering dikaitkan dengan kisah tujuh penjelajah awal dalam tradisi Rapanui. Bagi wisatawan, Ahu Akivi menarik karena menawarkan sudut pandang lain tentang fungsi, arah hadap, dan makna simbolis moai.

4. Orongo

Orongo adalah desa batu dan pusat upacara yang berada di dekat kawah Rano Kau. Tempat ini dikenal erat dengan tradisi Tangata Manu atau manusia burung, salah satu ritual penting dalam budaya Rapanui.

Dalam ritual ini, para pemimpin atau wakil dari kelompok-kelompok di pulau bersaing untuk mendapatkan telur pertama dari burung manutara, sejenis burung laut yang bersarang di pulau kecil dekat tebing Orongo.

Dari kawasan ini, pengunjung juga bisa melihat pemandangan laut, tebing, dan pulau-pulau kecil di kejauhan. Situs ini juga menjadi bagian dari Rapa Nui National Park yang berstatus Warisan Dunia UNESCO.

5. Rano Kau

Rano Kau adalah kawah gunung berapi besar yang menjadi salah satu lanskap alam paling menarik di Pulau Paskah. Kawah ini memiliki danau di bagian dalamnya, sementara bagian tepinya menghadap langsung ke laut.

6. Anakena

Anakena adalah pantai berpasir putih yang sering disebut sebagai salah satu pantai paling indah di Pulau Paskah. Tempat ini menarik karena memadukan suasana pantai tropis dengan peninggalan moai di sekitarnya. Pengunjung bisa menikmati laut, bersantai di tepi pantai, sekaligus melihat situs bersejarah dalam satu kawasan. Anakena juga sering dikaitkan dengan cerita kedatangan awal masyarakat Polinesia ke pulau ini. Destinasi ini cocok ditambahkan agar daftar wisata tidak hanya berisi situs batu dan kawah.

7. Puna Pau

Puna Pau adalah bekas tambang batu merah yang digunakan untuk membuat pukao, yaitu bagian seperti sanggul atau topi yang diletakkan di atas beberapa moai. Batu merah dari kawasan ini berbeda dari batu utama pembuat moai, sehingga Puna Pau memberi gambaran tambahan tentang proses pembuatan patung di Pulau Paskah.

8. Ahu Tahai

Ahu Tahai adalah kompleks upacara yang berada tidak jauh dari Hanga Roa. Situs ini dikenal sebagai salah satu tempat terbaik untuk menikmati matahari terbenam di Pulau Paskah. Di kawasan ini terdapat beberapa platform moai, termasuk moai yang memiliki mata hasil rekonstruksi.

9. Ahu Vinapu

Ahu Vinapu menarik karena dikenal memiliki susunan batu yang sangat rapi dan presisi. Situs ini sering dibahas karena teknik penyusunan batunya berbeda dari banyak situs lain di Pulau Paskah. Beberapa peneliti pernah membandingkan gaya batuannya dengan bangunan kuno di Amerika Selatan, meski hubungan tersebut masih diperdebatkan.

10. Ana Kai Tangata

Ana Kai Tangata adalah gua laut yang berada dekat kawasan Mataveri. Di gua ini terdapat lukisan batu, terutama gambar burung laut yang berkaitan dengan tradisi manusia burung.

Baca juga: 14 Oleh-Oleh Khas Chile yang Paling Populer dan Wajib Dibawa Pulang

Pulau Paskah bukan sekadar pulau terpencil dengan patung batu raksasa. Di balik moai, Rongorongo, kawah vulkanik, desa upacara, dan kisah masyarakat Rapanui, ada sejarah panjang tentang manusia, alam, keyakinan, dan perubahan yang tidak selalu mudah.

Tags: ChileDestinasi WisataEaster Islandpatung moaipulau di Chilepulau misteriusRapa Nuisejarah pulau paskahSitus Warisan Dunia UNESCOtempat wisatawisata budayawisata sejarah
Share186Tweet117

TERKINI

Pulau Paskah: Mengenal Pulau Misterius di Tengah Samudra Pasifik

Pulau Paskah: Mengenal Pulau Misterius di Tengah Samudra Pasifik

19 May 2026
potensi ekonomi kreatif di masa depan

Wamen Ekraf: Ekonomi Kreatif akan Jadi Kekuatan Ekonomi Masa Depan

19 May 2026
jne salurkan bantuan bagi korban gempa di kepulauan adonara

JNE Salurkan Bantuan Korban Gempa di Kepulauan Adonara

18 May 2026
produk unggulan NTB

Geliat E-Commerce Dongkrak Jasa Ekspedisi, JNE Jadi Jembatan Produk Unggulan NTB ke Pasar Nasional

18 May 2026
kemenkes waspadai potensi penyebaran virus hanta

Kemenkes Waspadai Potensi Penyebaran Virus Hanta

18 May 2026
CNG: Mengenal Bahan Bakar Gas Pengganti BBM untuk Kendaraan Bermotor

CNG: Mengenal Bahan Bakar Gas Pengganti BBM untuk Kendaraan Bermotor

18 May 2026

POPULER

Varanasi India: Sejarah, Budaya, dan Keunikan Kota Tertua di Dunia

Varanasi India: Sejarah, Budaya, dan Keunikan Kota Tertua di Dunia

by Penulis JNEWS
16 April 2026

Fushimi Inari Taisha: Mengenal Kuil Ikonik dengan Ribuan Torii di Jepang

Fushimi Inari Taisha: Mengenal Kuil Ikonik dengan Ribuan Torii di Jepang

by Penulis JNEWS
30 April 2026

Mindset UMKM yang Wajib Dimiliki di Era Digital

Mindset yang Perlu Dimiliki UMKM di Era Digital agar Bisa Bertahan dan Berkembang

by Penulis JNEWS
23 April 2026

Oleh-Oleh Khas Jepara, dari Ukiran hingga Camilan Tradisional

10 Oleh-Oleh Khas Jepara, dari Ukiran hingga Camilan Tradisional

by Penulis JNEWS
15 May 2026

Hobbiton Selandia Baru: Fakta, Keunikan, dan Pesona Desa Hobbit

Hobbiton Selandia Baru: Fakta, Keunikan, dan Pesona Desa Hobbit

by Penulis JNEWS
27 April 2026

JNEWS Online

©2020 - Your Trusted Logistic Portal

Navigate Site

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2

©2020 - Your Trusted Logistic Portal