JNEWS – Sebelum berangkat ke Tanah Suci bersama El Atieq Tour and Travel, sebanyak 89 peserta umrah karyawan JNE mengikuti manasik umrah. Bertempat di Ballroom Utama, Kantor Pusat JNE Tomang 11 Jakarta, manasik dipandu oleh Ustad Jajang Alhaj, Sabtu (5/9/2026). Mereka dijadwalkan berangkat pada 16 dan 30 September 2026 nanti.
Manasik umrah digelar secara offline dan daring agar peserta dari kantor cabang bisa ikut serta. Dalam acara, Ustad Jajang tidak hanya menyampaikan tentang tata cara ibadah umrah, seperti syarat, rukun, tata cara wukuf dan tawaf plus cara mengenakan pakaian ihram hingga larangan-larangan yang tidak boleh dilakukan saat umrah, akan tetapi juga memberikan motivasi hingga sejarah asal-usul umrah.
“Para karyawan JNE yang nanti akan berangkat umrah merupakan orang-orang yang telah dipilih Allah SWT untuk menjadi tamu di Baitullah Mekah. Untuk itu jangan sia-siakan kesempatan ini. Mari niatkan dari sekarang umrah hanya untuk beribadah, bukan untuk yang lain,” ujarnya.
Selain niat, lanjut Ustad Jajang, ada beberapa persiapan yang harus dipenuhi sebelum melaksanakan ibadah umrah. “Yang pertama adalah niat yang kuat dan ikhlas hanya untuk beribadah. Kemudian sebelum berangkat mendapat doa dan restu dari keluarga serta orang tua yang masih memiliki orang tua, begitu juga fisik dan mental. Yang tak kalah penting adalah juga ilmunya. Kalau sudah siap semua, maka dijamin ibadah umrahnya lancar, sehingga umrah makbul dan makbullah akan tercapai,” jelas ustad kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat tersebut.
Dalam paparannya, ia juga menyampaikan mengenai larangan-larangan yang harus ditinggalkan saat menjalankan ibadah umrah. Di antaranya rafats yakni mengeluarkan perkataan tidak senonoh, kemudian fusuq berupa perbuatan maksiat atau mencaci maki yang merugikan dan menyakiti orang lain dengan kata-kata maupun perbuatan. Dan terakhir dilarang jidal yakni berdebat yang menimbulkan emosi lawan ataupun orang itu sendiri.
Baca juga: JNE Bogor Wujudkan Kepedulian Sosial Melalui Penyerahan Bantuan Sarana Belajar
“Penuhi syarat dan rukunnya. Jauhi semua larangan-larangan yang tidak boleh dikerjakan saat umrah. Selamat menjalankan ibadah umrah. Doakan keluarga, orang tua yang ada di rumah. Doakan juga JNE, para pimpinan dan pendiri JNE. Semoga umrahnya diterima oleh Allah SWT,” tutup Ustad Jajang yang selanjutnya memberikan praktik seperti mengenakan kain ihram dan juga tawaf mengelilingi replika Kabah.
Iyan, salah seorang peserta, mengaku bersyukur umrah yang sudah lama ditunggunya akan menjadi kenyataan. Baginya mengikuti manasik sangat penting, karena untuk mengetahui berbagai hal seputar umrah.
“Penyampaian materinya juga sangat bagus, mudah dipahami. Apalagi Pak Ustad Jajang tadi saat berdoa, air mata saya sampai menetes, menyentuh hati. Harapannya, semoga umrah saya dan rekan lainnya berjalan lancar, pulang dapat predikat mabrur. Terima kasih JNE,” ucapnya. *











