JNEWS – Guna mencegah bahaya kebakaran dan bencana lainnya seperti gempa, gedung operasional Mega HUB JNE menggelar simulasi kebakaran yang diikuti oleh seluruh karyawan yang sehari-hari bertugas di gedung tersebut. Pada waktu bersamaan, juga diresmikan Tim Tanggap Darurat yang beranggotakan sekitar 111 orang.
Simulasi menghadapi bahaya kebakaran akibat bencana, berlangsung pada Selasa (27/10/2026) jelang sore hari. Saat JNEWS berada di lokasi, terdengar bunyi ledakan dari bagian ruang mesin di Gedung Mega HUB JNE, Bandara Mas, Tangerang, Banten.
Beberapa saat setelah ledakan terjadi, terdengar raungan suara sirine. Dalam sekejap ratusan karyawan bergegas ke luar meninggalakn area kerjanya masing-masing. Seorang karyawan yang terkena ledakan dengan cepat mendapatkan pertolongan medis dan ditandu keluar menuju halaman utama yag dinyatakan aman.
Simulasi tersebut adalah ketika terjadi kebakaran. Simulasi semacam ini memang menjadi salah satu keharusan mengingat keamanan dan keselamatan di gedung Mega HUB merupakan prioritas utama. Terlebih JNE sebagai perusahaan pengiriman dan logistik yang dalam proses bisnisnya mengelola banyak paket kiriman dari masyarakat.
Dalam pelaksanaan simulasi, anggota Tim Tanggap Darurat mewanti-wanti agar para karyawan jangan panik dan harus keluar di pintu evakuasi yang sudah tersedia. Seiring berjalannya waktu dan dinyatakan aman, para karyawan kemudian kembali ke ruangan kerjanya masing-masing, sedangkan bagian kebakaran ditangani oleh aparat pemadam kebakaran yang berwenang.
Selain simulasi dari bahaya kebakaran, juga diresmikan Tim Tanggap Darurat yang beranggotakan sekitar 111 orang. Di mana semuanya berasal dari karyawan yang sehari-hari bekerja di Mega HUB. Mereka bertugas untuk memitigasi bahaya kebakaran dan bencana lainnya seperti gempa bumi.
Tim Tanggap Darurat sendiri dalam menjalankan tugasnya terbagi dalam beberapa tim kecil yakni; Tim Evakuasi, Tim Pemadam, Tim P3K, Tim Humas, Tim Keamanan Umum dan Tim Keamanan Barang Berharga.
Baca juga: Mewadahi Ide-ide Baru di Innovation Lab JNE 2026
Aldin, karyawan yang menjadi relawan Tim Tanggap Darurat mengaku senang dan bangga turut serta dalam kegiatan. “Tentu bangga, keamanan dan keselamatan adalah hal yang paling penting. Ini tanggung jawab bersama untuk memastikan terhindar dari bahaya kebakaran maupun bencana lainnya. Makanya saya terpanggil untuk ikut menjadi anggotanya. JNE adalah dapur kita semua, tempat mencari nafkah untuk keluarga, sudah sepatutnya saya sebagai karyawan ikut menjaganya dari bahaya,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan pelatihan memadamkan api dengan fire hydrant, memadamkan api dengan sarana yang basah seperti api di tabung gas hingga memadamkan api dengan alat Apar (Alat Pemadam Api Ringan). *










