JNEWS ONLINE
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
JNEWS Online
No Result
View All Result
Home Traveling

Perbedaan Tradisi Lebaran di Berbagai Daerah di Indonesia

by Penulis JNEWS
4 April 2025
Perbedaan Tradisi Lebaran di Indonesia
Share on FacebookShare on Twitter

JNEWS – Tradisi Lebaran yang selama ini paling dikenal di Indonesia adalah bermaaf-maafan, makan ketupat, dan berbagi THR uang kertas baru. Namun ternyata, ada sebagian daerah yang makan ketupat beberapa hari setelah Lebaran.

Jika dilihat lebih jauh, ada banyak sekali tradisi Lebaran yang berbeda di berbagai daerah. Tradisi tersebut sering membuat kangen para perantau sehingga menjadi salah satu pendorong untuk mudik.

Tradisi Lebaran di Berbagai Daerah

Dikutip dari laman Kemenag, ternyata asal kata Lebaran di berbagai daerah juga bisa berbeda meski sama-sama merujuk ke hari-hari setelah Ramadan atau di bulan Syawal. Di Jawa atau Sunda, Lebaran berasal dari kata ‘lebar’, yang artinya selesai atau melimpah. Sedangkan dalam bahasa Madura, Lebaran berasal dari kata ‘lober’ yang artinya tuntas.

Tak hanya bahasa, berikut adalah perbedaan tradisi Lebaran di beberapa daerah.

1. Lebaran Betawi di Jakarta

Rangkaian tradisi Lebaran ala Betawi dimulai 3 hari sebelum Lebaran dengan tradisi nape atau membuat tape. Tape ini akan masak tepat pada Hari Raya Idulfitri sehingga bisa dijadikan suguhan tamu. Para ibu juga menyiapkan ketupat untuk santapan Lebaran.

Yang unik dari tradisi Betawi adalah Lebaran tidak hanya berlangsung satu atau dua hari, melainkan hingga pekan ke-3 Syawal. Kegiatan yang dilakukan antara lain puasa Syawal selama enam hari dan silaturahmi selama tujuh hari berturut-turut ke rumah tetangga atau saudara yang lebih tua.

Perbedaan Tradisi Lebaran di Indonesia
Grebeg Syawal. Sumber: Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara

2. Grebeg Syawal di Yogyakarta

Tradisi Lebaran ini sudah dilaksanakan sejak abad ke-16 sebagai wujud rasa syukur karena telah melewati bulan Ramadan. Grebeg dilaksanakan oleh Kraton Yogyakarta tiap 1 Syawal dengan mengarak gunungan berisi hasil bumi. Gunungan tersebut akan didoakan, lalu isinya akan diperebutkan oleh masyarakat.

Gunungan yang diberi nama Gunungan Jaler, Gunungan Estri, Gunungan Gepak, Gunungan Darat, dan Gunungan Pawuhan akan dikirimkan ke 4 lokasi. Lokasi grebeg tersebut adalah Halaman Masjid Gedhe, Pura Pakualaman, Kompleks Kepatihan, dan Ndalem Mangkubumen.

Sejak tahun 2024, tidak semua gunungan diperebutkan warga. Gunungan yang diperebutkan warga hanya yang ada di Halaman Masjid Gedhe dan Pura Pakualaman. Selebihnya dibagikan ke ASN (Aparatur Sipil Negara) di lingkungan Pemprov DIY.

Baca juga: Cara Membuat Rencana Liburan Lebaran yang Efektif, Hemat, dan Fleksibel

3. Lebaran Topat di Lombok

Kota Lombok adalah Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Lebaran topat atau Lebaran ketupat dilaksanakan seminggu setelah Hari Raya Idulfitri. Tradisi ini diawali dengan berdoa di masjid, lalu melakukan ziarah di makam para ulama atau penyebar agama Islam di Lombok. Acara ini dilanjutkan dengan parade gunungan dan diakhiri dengan makan ketupat beramai-ramai di tepi pantai.

4. Tradisi Lampu Colok di Bengkalis

Tradisi lampu colok selalu ditunggu warga dan menjadi ajang adu keren. Lampu colok terbuat dari bambu atau kaleng bekas yang dibuat seperti obor. Lampu ini mulai dipasang tanggal 27 Ramadan.

Yang unik dari lampu colok adalah bentuknya. Obor tersebut dapat disusun menjadi bentuk rumah, masjid, kapal, dan sebagainya tergantung kreativitas warga. Ukurannya juga besar, bahkan dapat setinggi rumah dua lantai.

Bengkalis adalah wilayah Indonesia yang berbatasan dengan Malaysia di Selat Melaka. Pada masa pemasangan lampu colok ini, banyak TKI yang mudik untuk berpartisipasi dalam pemasangannya. Belakangan lampu colok ini juga dilombakan.

Perbedaan Tradisi Lebaran di Indonesia
Lopis Raksasa. Sumber: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah

5. Syawalan Pekalongan

Jika Cappadocia dirasa terlalu mahal, sebaiknya datang ke Pekalongan sekitar tanggal 8 Syawal. Pada saat itu masyarakat Pekalongan menggelar tradisi lopis raksasa dan festival balon.

Pembuatan lopis raksasa dipusatkan di Krapyak yang nantinya akan dibagikan ke warga. Tradisi Lebaran ini sudah dilakukan sejak lama dan semakin hari ukuran lopis semakin besar. Makanan dari ketan ini bisa mencapai berat 2000 kilogram dengan tinggi hingga 2 meter.

Sedangkan festival balon dilaksanakan di Lapangan Mataram atau lapangan lainnya tergantung penyelenggara. Motif balonnya bagus-bagus dan berwarna-warni karena dilombakan. Balon-balon ini tidak akan mengganggu penerbangan karena ditambatkan.

6. Tellasan Topak di Madura

Tellasan topak atau Lebaran Ketupat juga dilaksanakan pada hari ke-8 bulan Syawal, yaitu setelah melaksanakan puasa Syawal selama 6 hari. Lebaran ketupat diperkenalkan oleh Sunan Bonang, salah satu dari Walisongo, lalu dibawa ke Madura oleh Sunan Paddusan. Warga saling bertukar ketupat buatan masing-masing atau memberikannya sebagai sedekah ke masjid-masjid.

7. Festival Meriam Karbit di Pontianak

Festival yang diadakan di Pontianak, Kalimantan Barat, ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Festival ini sangat meriah karena warga membunyikan meriam karbit di sepanjang Sungai Kapuas sebelum, saat, dan setelah Lebaran.

Meriam karbit yang diizinkan ikut hanya yang terbuat dari sebatang pohon yang sangat besar. Biasanya pohon tersebut memiliki diameter 40-100 cm dan panjang empat hingga tujuh meter. Semakin besar pohonnya maka bunyi meriam akan semakin menggelegar.

8. Binarundak di Motoboi Besar

Motoboi Besar terletak di Kotamobagu, Sulawesi Utara. Tradisi yang dilakukan warga adalah bersama-sama membuat nasi jaha selama tiga hari berturut-turut.

Nasi jaha adalah makanan khas Sultra berupa beras yang dimasak di dalam batang bambu. Makanan ini bercita rasa gurih karena pengaruh santan dan mengeluarkan aroma jahe yang kuat. Tradisi ini dilestarikan karena memperkuat silaturahmi.

9. Makmeugang atau Meugang di Aceh

Aceh yang terkenal dengan julukan Serambi Makkah, tak ketinggalan memiliki tradisi khusus dalam menyambut Hari Raya Idulfitri. Tradisi ini sudah dimulai sejak zaman Sultan Iskandar Muda (1607-1636).

Pada waktu itu Kerajaan Aceh menjalankan tradisi meugang dengan menyembelih sapi, kerbau, kambing, ayam, dan itik lalu dimasak bersama-sama untuk dibagikan atau disedekahkan. Untuk fakir miskin, Sultan menambahkannya dengan bahan makanan lain karena orang yang tidak mampu diakui sebagai tanggung jawabnya.

Sekarang, masyarakat Aceh masih melaksanakan tradisi ini dengan skala masing-masing. Bahkan masyarakat Aceh di perantauan juga melakukannya.

Baca juga: 7 Rekomendasi Toples Cantik untuk Wadah Kue Kering Lebaran

10. Hadrat di Kaimana

Tradisi unik di Papua Barat ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi tanpa memandang perbedaan latar belakang. Warga tua dan muda tumpah ruah di jalan untuk berkeliling kota. Mereka menari dengan diiringi selawat dan musik hadrat. Banyak warga nonmuslim yang ikut berpartisipasi dengan menyediakan konsumsi peserta hingga ikut menari dan berkeliling kota.

Tradisi Lebaran di Indonesia yang beragam di setiap daerah mencerminkan keunikan budaya dan nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi. Tradisi tersebut masih lestari, bahkan menjadi kebanggaan daerah.

Post Views: 58
Tags: IdulfitriLebaranmerayakan Lebarantradisi Lebaran di Indonesia
Share203Tweet127
Next Post
Para security yang bertugas di Kantor Pusat JNE Tomang saat libur Lebaran.

Libur Lebaran, Security JNE Tetap Siaga 24 Jam!

TERKINI

Itinerary Mesir 5 Hari: Jelajahi Kairo, Giza, dan Luxor

Itinerary Mesir 5 Hari: Jelajahi Kairo, Giza, dan Luxor

17 September 2026
stnk harus diblokir saat kendaraan sudah dijual

Ini Alasan Kenapa Blokir STNK Penting Saat Kendaraan Sudah Dijual

17 September 2026
umrah karyawan jne

Presdir JNE Lepas Keberangkatan Perdana Rombongan Umrah 2026

17 September 2026
pelatihan barista di aceh tamiang

Kementerian Ekraf Berikan Pelatihan Barista di Aceh Tamiang

17 September 2026
surabaya marketing festival

JNE Surabaya Sabet Penghargaan di Ajang Surabaya Marketing Festival

16 September 2026
Lake Louise Kanada: Pesona Danau Turquoise di Tengah Pegunungan Rocky

Lake Louise Kanada: Pesona Danau Turquoise di Tengah Pegunungan Rocky

16 September 2026

POPULER

Cara Kerja Sama dengan Influencer untuk UMKM agar Promosi Lebih Efektif

Cara Kerja Sama dengan Influencer untuk UMKM agar Promosi Lebih Efektif

by Penulis JNEWS
1 September 2026

penataan kali code yogyakarta

Babak Baru Kali Code: Destinasi Wisata Alam di Depan Mata

by Redaksi JNEWS
11 September 2026

Kampung Naga Tasikmalaya dan Kehidupan yang Sarat Tradisi Sunda

Kampung Naga Tasikmalaya dan Kehidupan yang Sarat Tradisi Sunda

by Penulis JNEWS
31 August 2026

Tiankeng Tiongkok: Lubang Raksasa yang Menyimpan Hutan dan Kehidupan di Dalamnya

Tiankeng Tiongkok: Lubang Raksasa yang Menyimpan Hutan dan Kehidupan di Dalamnya

by Penulis JNEWS
31 August 2026

Pantai Virgin Bali: Pantai Eksotis dengan Panorama Laut dan Perbukitan

Pantai Virgin Bali: Pantai Eksotis dengan Panorama Laut dan Perbukitan

by Penulis JNEWS
26 August 2026

JNEWS Online

©2020 - Your Trusted Logistic Portal

Navigate Site

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2

©2020 - Your Trusted Logistic Portal