JNEWS ONLINE
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
JNEWS Online
No Result
View All Result
Home Traveling

Mengenal Upacara Mekare-kare: Tradisi Perang Pandan yang Unik di Bali

by Penulis JNEWS
3 September 2025
Upacara Mekare-kare yang Unik di Bali

Sumber: Wikipedia

Share on FacebookShare on Twitter

JNEWS – Bali memang tidak pernah kehabisan cerita tentang budaya dan tradisi yang masih hidup sampai sekarang. Salah satunya adalah Upacara Mekare-kare, sebuah ritual khas dari Desa Tenganan Pegringsingan yang berbeda dari kebanyakan upacara di Bali.

Dari namanya saja sudah terdengar unik, apalagi kalau tahu bagaimana cara masyarakat setempat merayakannya. Tradisi ini bukan hanya sekadar warisan leluhur, tapi juga bagian dari identitas yang membuat desa ini begitu istimewa di mata banyak orang.

Bagi yang pertama kali mendengar, upacara ini mungkin terdengar aneh bahkan sedikit ekstrem. Tapi di balik itu semua, ada nilai budaya yang dalam dan kisah sejarah yang menarik untuk dipahami.

Suasana desa yang berubah total saat perayaan membuat siapa pun yang datang bisa merasakan energi berbeda. Tidak hanya warga lokal, banyak wisatawan pun sengaja datang untuk melihat langsung bagaimana tradisi ini dijalankan dari generasi ke generasi.

Sejarah dan Asal Usul Upacara Mekare-kare

Upacara Mekare-kare berasal dari Desa Tenganan Pegringsingan, salah satu desa Bali Aga yang masih memegang erat tradisi leluhur. Bali Aga sendiri merujuk pada masyarakat Bali asli yang sudah ada jauh sebelum pengaruh kerajaan besar masuk ke pulau ini. Karena itu, banyak adat di Tenganan terasa berbeda dengan desa-desa Bali lainnya, termasuk dalam hal upacara dan kepercayaan. Mekare-kare menjadi salah satu warisan penting yang terus dijalankan hingga sekarang.

Ritual ini erat kaitannya dengan pemujaan kepada Dewa Indra. Dalam keyakinan Hindu, Indra dikenal sebagai dewa perang sekaligus pelindung. Masyarakat Tenganan percaya bahwa keberanian dan pengorbanan adalah bentuk penghormatan tertinggi kepada Dewa Indra.

Karena itu, pertarungan simbolis dalam Upacara Mekare-kare dianggap sebagai cara untuk meneladani semangat juang Dewa Indra. Luka yang muncul dari pandan berduri dipandang bukan sebagai penderitaan, melainkan persembahan yang bernilai sakral.

Penggunaan pandan berduri sebagai senjata juga punya makna tersendiri. Durinya yang tajam dianggap sebagai simbol kesakitan dan tantangan hidup. Dengan berani menghadapinya, laki-laki Tenganan membuktikan ketangguhan sekaligus pengabdian mereka.

Baca juga: 8 Tradisi dan Upacara Adat Bali: Warisan Budaya yang Terjaga

Jalannya Upacara Mekare-kare

Upacara Mekare-kare yang Unik di Bali
Sumber: Harian Rakyat Bali

Dikutip dari laman Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud, Upacara Mekare-kare biasanya dilaksanakan setahun sekali selama dua hari, tepatnya saat rangkaian besar Sasih Sambah. Perayaan adat ini biasanya berlangsung pada bulan Juni.

Bagi masyarakat Tenganan, bulan ini dianggap waktu yang tepat untuk mempersembahkan penghormatan kepada Dewa Indra. Maka tidak heran jika seluruh warga desa, baik tua maupun muda, ikut ambil bagian dalam persiapannya.

Ritual utama berlangsung di balai desa Tenganan, sebuah lapangan terbuka yang menjadi pusat kegiatan adat. Di sinilah para laki-laki desa tampil dengan pakaian adat, bersiap mengikuti pertarungan simbolis.

Pertandingan dilakukan oleh dua orang, dengan senjata pandan berduri di tangan dan tameng rotan di dada. Pandan itu panjangnya sekitar setengah meter dengan duri tajam yang bisa melukai kulit. Sementara tameng rotan dibuat sederhana, cukup untuk menahan serangan meski sering kali tak mampu menutupi semua bagian tubuh.

Selama pertarungan, suasana terasa semakin hidup dengan iringan gamelan selonding. Musik tradisional khas Tenganan ini mengiringi setiap gerakan, membuat pertarungan tidak hanya terlihat keras, tetapi juga berirama. Bagi masyarakat Tenganan, musik selonding adalah bagian tak terpisahkan dari upacara, karena menjadi penguat nuansa sakral yang ingin dibangun.

Menariknya, upacara ini tidak hanya melibatkan laki-laki. Perempuan desa juga mengambil peran penting lewat prosesi sesajen dan doa. Mereka menyiapkan persembahan dengan penuh teliti, memastikan segala ritual berjalan sesuai tradisi. Kehadiran mereka membuat suasana upacara lebih lengkap. Pertarungan pandan mungkin menjadi pusat perhatian, tapi doa dan sesajen inilah yang menjaga esensi spiritualnya tetap kuat.

Jadi Daya Tarik Wisata Budaya

Saat Upacara Mekare-kare digelar, seluruh sudut Desa Tenganan akan dihias. Ada berbagai kegiatan ritual turut meramaikan suasana. Warga desa sibuk dengan persiapan, mulai dari membuat sesajen, membersihkan balai adat, hingga menyiapkan pakaian tradisional.

Saat itu, akan ada banyak penonton yang datang, mulai dari masyarakat Bali di sekitar hingga wisatawan mancanegara. Mereka duduk mengelilingi arena untuk ikut menyaksikan pertarungan pandan.

Walaupun tajam dan bisa melukai, suasana tetap meriah, karena semua tahu bahwa pertarungan ini hanyalah simbol pengorbanan, bukan permusuhan. Tepuk tangan dan sorakan penonton kerap terdengar setiap kali peserta menunjukkan keberanian di tengah arena.

Setelah pertarungan usai, luka-luka yang muncul di tubuh peserta diobati dengan ramuan tradisional berbahan kunyit dan minyak kelapa. Obat alami ini dipercaya bisa meredakan rasa perih sekaligus mempercepat penyembuhan. Momen ini memperlihatkan bagaimana masyarakat Tenganan masih mengandalkan warisan pengetahuan leluhur dalam kehidupan sehari-hari hingga sekarang.

Upacara Mekare-kare pun menjadi magnet wisata budaya yang semakin dikenal luas. Banyak wisatawan sengaja datang ke Bali pada bulan Juni hanya untuk menyaksikan tradisi ini.

Meski begitu, masyarakat Tenganan tetap menjaga kesakralannya. Upacara tidak pernah diubah menjadi sekadar tontonan komersial. Inti dari ritual, yaitu penghormatan kepada Dewa Indra dan semangat solidaritas, tetap dipegang teguh.

Baca juga: Mengenal Gamelan Bali: Instrumen dan Makna di Baliknya

Lebih dari sekadar hiburan, Upacara Mekare-kare membawa pesan edukatif bagi siapa saja yang melihatnya. Ritual ini mengajarkan arti keberanian, solidaritas, dan penghormatan terhadap tradisi yang sudah diwariskan turun-temurun. Itulah sebabnya, upacara Mekare-kare tidak hanya menjadi bagian dari identitas Desa Tenganan, tetapi juga menjadi cermin kekayaan budaya Bali yang patut dihargai.

Post Views: 95
Tags: adat BaliBali Agadaya tarikDesa Tenganan Pegringsinganperang pandanpulau baliritual adatupacara adatupacara adat Baliupacara tradisionalwisata budaya
Share336Tweet210
Next Post
Oleh-Oleh Khas Aceh untuk Dibawa Pulang

13 Rekomendasi Oleh-Oleh Khas Aceh, dari Kopi hingga Camilan Tradisional

TERKINI

Itinerary Mesir 5 Hari: Jelajahi Kairo, Giza, dan Luxor

Itinerary Mesir 5 Hari: Jelajahi Kairo, Giza, dan Luxor

17 September 2026
stnk harus diblokir saat kendaraan sudah dijual

Ini Alasan Kenapa Blokir STNK Penting Saat Kendaraan Sudah Dijual

17 September 2026
umrah karyawan jne

Presdir JNE Lepas Keberangkatan Perdana Rombongan Umrah 2026

17 September 2026
pelatihan barista di aceh tamiang

Kementerian Ekraf Berikan Pelatihan Barista di Aceh Tamiang

17 September 2026
surabaya marketing festival

JNE Surabaya Sabet Penghargaan di Ajang Surabaya Marketing Festival

16 September 2026
Lake Louise Kanada: Pesona Danau Turquoise di Tengah Pegunungan Rocky

Lake Louise Kanada: Pesona Danau Turquoise di Tengah Pegunungan Rocky

16 September 2026

POPULER

Cara Kerja Sama dengan Influencer untuk UMKM agar Promosi Lebih Efektif

Cara Kerja Sama dengan Influencer untuk UMKM agar Promosi Lebih Efektif

by Penulis JNEWS
1 September 2026

penataan kali code yogyakarta

Babak Baru Kali Code: Destinasi Wisata Alam di Depan Mata

by Redaksi JNEWS
11 September 2026

Kampung Naga Tasikmalaya dan Kehidupan yang Sarat Tradisi Sunda

Kampung Naga Tasikmalaya dan Kehidupan yang Sarat Tradisi Sunda

by Penulis JNEWS
31 August 2026

Tiankeng Tiongkok: Lubang Raksasa yang Menyimpan Hutan dan Kehidupan di Dalamnya

Tiankeng Tiongkok: Lubang Raksasa yang Menyimpan Hutan dan Kehidupan di Dalamnya

by Penulis JNEWS
31 August 2026

Pantai Virgin Bali: Pantai Eksotis dengan Panorama Laut dan Perbukitan

Pantai Virgin Bali: Pantai Eksotis dengan Panorama Laut dan Perbukitan

by Penulis JNEWS
26 August 2026

JNEWS Online

©2020 - Your Trusted Logistic Portal

Navigate Site

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2

©2020 - Your Trusted Logistic Portal