JNEWS ONLINE
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
JNEWS Online
No Result
View All Result
Home Traveling

Benteng Belgica Banda Neira: Fakta, Sejarah, dan Daya Tariknya

by Penulis JNEWS
5 May 2026
Benteng Belgica Banda Neira: Fakta, Sejarah, dan Daya Tariknya
Share on FacebookShare on Twitter

JNEWS – Benteng Belgica merupakan salah satu peninggalan kolonial Belanda yang masih berdiri kokoh hingga sekarang. Lokasinya berada di Banda Neira, Maluku, di kawasan yang dulu jadi pusat perdagangan pala.

Bangunan ini sangat penting perannya, karena dulu terhubung langsung dengan aktivitas dagang yang melibatkan banyak pihak dari luar Nusantara. Pada abad ke-17, wilayah Banda masuk dalam jalur perdagangan global, dan benteng ini digunakan untuk mengawasi sekaligus mengendalikan pergerakan di sekitarnya.

Benteng Belgica: Awal Perebutan Kendali di Laut Banda

Benteng Belgica pertama kali dibangun oleh Portugis pada tahun 1611 dengan nama Fortaleza de São Pedro. Letaknya dipilih bukan tanpa alasan.

Kawasan Laut Banda saat itu sudah ramai oleh kapal dagang, terutama yang datang untuk mencari pala, komoditas yang nilainya sangat tinggi di pasar Eropa. Portugis melihat peluang sekaligus ancaman. Mereka butuh titik kendali untuk menjaga jalur perdagangan tetap aman sekaligus memastikan mereka punya posisi kuat di wilayah itu. Benteng ini lantas dijadikan semacam “mata” yang mengawasi pergerakan kapal, siapa datang, siapa pergi, dan apa yang mereka bawa.

Situasinya berubah ketika Belanda, melalui VOC, berhasil merebut benteng ini pada tahun 1667. Setelah dikuasai, VOC pun membangunnya ulang dengan ukuran lebih besar dan struktur yang lebih kokoh. Perintah pembangunan ini datang dari Gubernur Jenderal Jan Pieterszoon Coen, yang punya ambisi besar mengamankan monopoli perdagangan pala. Benteng yang lebih kuat berarti kontrol yang lebih ketat. Dari sini, VOC bisa memastikan tidak ada pihak lain yang bebas berdagang tanpa izin mereka.

Peran Benteng Belgica kemudian berkembang lebih dari sekadar bangunan pertahanan. Fungsinya berkembang menjadi markas militer sekaligus pusat pengawasan lalu lintas kapal di Laut Banda. Setiap kapal yang melintas bisa dipantau, bahkan dihentikan jika dianggap melanggar aturan VOC.

Aktivitas perdagangan tidak lagi berjalan bebas seperti sebelumnya. Semua diarahkan dan dikontrol dari satu titik ini. Dengan cara itu, VOC menjaga suplai pala tetap berada di bawah kendali mereka, sekaligus mempertahankan posisi dominan di kawasan yang jadi pusat rempah dunia saat itu.

Peran yang makin luas ini ikut memengaruhi cara benteng tersebut dikembangkan. Kebutuhan untuk mengawasi sekaligus bertahan tidak bisa dipisahkan, sehingga bentuk dan susunan benteng harus dibuat dengan perhitungan yang tepat.

Baca juga: Jejak Sejarah di Banda Neira: Dari Benteng Belanda hingga Warisan Budaya

Benteng Belgica: Arsitektur dan Daya Tariknya

Benteng Belgica Banda Neira: Fakta, Sejarah, dan Daya Tariknya

Struktur Benteng Belgica memang unik. Denahnya berbentuk segi lima, bukan persegi seperti benteng pada umumnya.

Setiap sudut dilengkapi menara, jadi tidak ada titik yang benar-benar “buta” dari pengawasan. Yang menarik, benteng ini tidak hanya punya satu lapis pertahanan. Ada dua lapisan tembok yang saling melindungi, bagian luar sebagai penghalang awal, dan bagian dalam sebagai inti pertahanan. Susunan seperti ini membuat akses ke pusat benteng tidak bisa ditembus dengan mudah. Pastinya, hal ini sangat menguntungkan dari segi keamanan.

Letaknya juga memberi nilai lebih. Benteng Belgica berada di ketinggian sekitar 30 meter di atas permukaan laut. Posisi tersebut membuat area sekitarnya bisa terlihat semuanya, tanpa halangan. Dari atas, garis pantai Banda terlihat jelas, termasuk lalu lintas kapal yang melintas. Di satu sisi, berdiri Gunung Api Banda yang jadi latar alami yang sulit diabaikan. Di sisi lain, hamparan laut terbuka dengan warna air yang jernih.

Kombinasi ini membuat benteng tidak hanya menarik dari sisi sejarah, tapi juga dari pengalaman visual. Banyak pengunjung datang bukan hanya untuk melihat bangunan, tapi juga menikmati pemandangan yang sulit ditemukan di tempat lain.

Benteng Belgica: Akses, Tiket, dan Cara Menuju Lokasi

Benteng Belgica buka setiap hari, mulai pukul 08.00 sampai 17.00 WIT. Bagian dalamnya terbuka untuk dijelajahi, termasuk lorong pertahanan, halaman tengah, sampai menara pengawas di tiap sudut. Beberapa meriam tua masih tersimpan rapi dan bisa dilihat dari dekat. Tidak ada jalur khusus yang membatasi, jadi pengunjung bisa bergerak leluasa selama tetap menjaga area tetap bersih dan aman.

Perjalanan menuju Banda Neira bisa dimulai dari Ambon. Ada dua pilihan utama yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan waktu. Kapal cepat jadi opsi yang lebih singkat, dengan durasi sekitar 6–8 jam, tergantung kondisi laut. Jadwalnya tidak setiap hari, jadi perlu dicek sebelum berangkat.

Pilihan lain adalah kapal reguler seperti Pelni. Waktu tempuhnya lebih panjang, bisa sampai 12 jam atau lebih. Keberangkatannya juga tidak terlalu sering dan bisa berubah mengikuti cuaca. Karena perjalanan cukup lama, membawa bekal sederhana seperti makanan ringan dan air minum akan membantu.

Setelah tiba di Pelabuhan Banda Neira, akses ke benteng cukup dekat. Jaraknya sekitar 500 meter dari pelabuhan. Untuk mencapainya, bisa berjalan kaki mengikuti jalan menanjak menuju area benteng. Jalannya berupa setapak dengan beberapa bagian berbatu, jadi langkah perlu sedikit hati-hati.

Sepanjang perjalanan, pemandangan laut dan permukiman kecil Banda bisa terlihat jelas. Kalau ingin lebih praktis, ojek lokal tersedia dan bisa langsung mengantar sampai dekat pintu masuk. Sepatu yang nyaman akan sangat membantu karena jalurnya menanjak. Topi atau pelindung matahari juga berguna, terutama saat siang hari ketika panas cukup terasa.

Baca juga: 7 Tempat Wisata Bersejarah di Indonesia yang Menjadi Saksi Sejarah Kolonial Belanda

Benteng Belgica hari ini berdiri sebagai pengingat yang masih utuh tentang masa ketika Banda Neira punya peran besar dalam arus perdagangan dunia. Fungsinya memang sudah berubah, tidak lagi mengawasi kapal atau mengatur jalur dagang, tapi jejak perannya masih bisa dibaca dari bentuk dan posisinya.

Pengunjung bisa melihat langsung bagaimana sebuah bangunan dirancang untuk tujuan yang sangat spesifik, lalu tetap bertahan hingga sekarang. Suasananya kini jauh lebih tenang, memberi ruang untuk menikmati detail yang dulu mungkin terlewat. Dari sini, sejarah tidak terasa jauh, karena wujudnya masih bisa dilihat dan dijelajahi.

Tags: Banda Neira Malukubangunan kolonialbenteng Belandabenteng di Banda Neirabenteng di Malukubenteng Portugisbenteng VOCpeninggalan Belanda
Share186Tweet117
Next Post
jne salurkan zakat perusahaan

Inilah Paradigma Baru Penyaluran Zakat Perusahaan JNE

TERKINI

jne salurkan zakat perusahaan

Inilah Paradigma Baru Penyaluran Zakat Perusahaan JNE

5 May 2026
Benteng Belgica Banda Neira: Fakta, Sejarah, dan Daya Tariknya

Benteng Belgica Banda Neira: Fakta, Sejarah, dan Daya Tariknya

5 May 2026
jne

JNE Salurkan 2.500 Alquran ke Seluruh Indonesia

4 May 2026
Candi Muaro Jambi: Fakta Menarik tentang Kompleks Candi Terluas di Asia Tenggara

Candi Muaro Jambi: Fakta Menarik tentang Kompleks Candi Terluas di Asia Tenggara

4 May 2026
5 Bandara Tersibuk di Dunia dan Fakta Menariknya

5 Bandara Tersibuk di Dunia dan Fakta Menariknya

4 May 2026
Pemrpov NTB targetkan 2,5 juta wisatawan berkunjung di tahun 2026

Pemprov Nusa Tenggara Barat Bidik 2,5 Juta Wisatawan di Tahun 2026

3 May 2026

POPULER

Oleh-Oleh Khas Sukabumi yang Layak Masuk Daftar Belanja

10 Oleh-Oleh Khas Sukabumi yang Layak Masuk Daftar Belanja

by Penulis JNEWS
24 April 2026

Cara Mengelola Keuntungan Bisnis Bisa Terus Berkembang

Cara Mengelola Keuntungan Bisnis Bisa Terus Berkembang

by Penulis JNEWS
15 April 2026

12 Makanan Khas Riau yang Menggugah Selera

12 Makanan Khas Riau yang Menggugah Selera

by Penulis JNEWS
22 April 2026

Louvre Museum: Mengenal Museum Seni Terbesar di Dunia

Louvre Museum: Mengenal Museum Seni Terbesar di Dunia

by Penulis JNEWS
21 April 2026

Apa Itu Gaya Hidup Soft Life? Memahami Konsep Hidup yang Lebih Tenang

Apa Itu Gaya Hidup Soft Life? Memahami Konsep Hidup yang Lebih Tenang

by Penulis JNEWS
17 April 2026

JNEWS Online

©2020 - Your Trusted Logistic Portal

Navigate Site

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2

©2020 - Your Trusted Logistic Portal