JNEWS ONLINE
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2
No Result
View All Result
JNEWS Online
No Result
View All Result
Home Traveling

Candi Brahu di Mojokerto, Menelusuri Jejak Sejarah Majapahit di Trowulan

by Penulis JNEWS
7 September 2026
Candi Brahu di Mojokerto, Menelusuri Jejak Sejarah Majapahit di Trowulan
Share on FacebookShare on Twitter

JNEWS – Candi Brahu, yang berada di kawasan Trowulan, Mojokerto, dikenal sebagai salah satu kawasan dengan banyak peninggalan sejarah Jawa Kuno. Bangunannya terbuat dari bata merah yang cukup khas. Lokasinya pun mudah dijangkau karena berada tidak jauh dari Jalan Raya Mojokerto – Jombang.

Keberadaan Candi Brahu menjadi salah satu bagian dari cerita panjang sejarah Trowulan. Usianya yang sudah ratusan tahun membuat candi ini menarik untuk dilihat lebih dekat, terutama jika ingin mengenal peninggalan masa Majapahit yang masih dapat ditemui sampai sekarang.

Fakta Menarik tentang Candi Brahu

Candi Brahu di Mojokerto, Menelusuri Jejak Sejarah Majapahit di Trowulan

Bangunan Candi Brahu memiliki denah persegi panjang dengan ukuran sekitar 18 × 22,5 meter, sementara bagian candi yang masih tersisa memiliki tinggi sekitar 20 meter. Ada tiga bagian utama, yaitu kaki, tubuh, dan atap. Material utamanya berupa batu bata merah, material yang memang banyak digunakan pada bangunan-bangunan kuno di kawasan Trowulan.

Bagian kakinya tampak polos tanpa hiasan, sedangkan dinding tubuhnya memiliki sejumlah penampil. Di dalam tubuh candi terdapat bilik dengan bagian atas berbentuk seperti piramida.

Pada sisi barat terdapat tangga yang menjadi akses menuju selasar candi. Tapi, dari selasar ini tidak ada lagi tangga yang menghubungkannya dengan bilik di dalam candi. Sementara itu, pada bagian timur laut atap candi terdapat menara sudut berdenah lingkaran yang bentuknya menyerupai stupa.

Di bagian tengah candi terdapat lubang, yang diyakini menjadi lokasi ritual pembakaran jenazah raja-raja pada masa Mataram Kuno. Namun, ada pula pendapat yang menyebutkan bahwa jenazah raja sebenarnya dibakar di tempat lain. Setelah itu, abu jenazah dibawa ke Candi Brahu untuk menjalani proses penyucian sebelum akhirnya dilarung. Karena perbedaan cerita ini, maka fungsi asli candi ini masih belum bisa dipastikan.

Candi Brahu juga diyakini sebagai salah satu candi Buddha tertua di kawasan Trowulan. Ada pendapat yang memperkirakan candi ini telah berdiri sejak abad ke-15, lebih tua dibandingkan sejumlah candi lain di sekitarnya.

Dugaan mengenai keterkaitannya dengan ajaran Buddha semakin diperkuat oleh berbagai temuan benda kuno di sekitar kompleks candi, seperti perlengkapan upacara berbahan logam, perhiasan, serta benda-benda dari emas yang memiliki ciri-ciri keagamaan Buddha.

Meski telah berusia ratusan tahun, Candi Brahu masih berdiri dengan struktur bangunan yang masih utuh dan lengkap. Tak heran, candi ini dianggap sebagai salah satu peninggalan sejarah yang istimewa, mengingat sejumlah peninggalan Majapahit lain di Trowulan kini hanya menyisakan bagian-bagian bangunan atau reruntuhan.

Seperti berdasarkan laporan Belanda dalam Rapporten Oudheidkundigen Commissie (ROC) tahun 1907 dan Rapporten Oudheidkundigen Dienst (ROD) tahun 1915, di kawasan ini dahulu ada beberapa candi lain, yaitu Candi Muteran, Candi Gedong, Candi Tengah, dan Candi Gentong. Namun, sebagian besar bangunan tersebut sudah tidak dapat ditemukan lagi. Saat ini, yang masih bisa dijumpai hanya tinggal Candi Brahu dan Candi Gentong.

Di sini juga ditemukan Prasasti Alasantan, salah satu peninggalan penting dari masa Jawa Kuno. Prasasti ini dikeluarkan pada masa pemerintahan Mpu Sindok dari Kerajaan Medang dan mencantumkan angka tahun 861 Saka atau 939 Masehi. Temuan tersebut menjadi salah satu petunjuk untuk memperkirakan usia Candi Brahu.

Baca juga: Candi Tikus: Mengenal Situs Bersejarah di Trowulan yang Unik

Panduan Wisata ke Candi Brahu

Candi Brahu di Mojokerto, Menelusuri Jejak Sejarah Majapahit di Trowulan

Jika ingin mengunjungi Candi Brahu, lokasi tepatnya berada di Dukuh Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Candi ini juga berada tidak jauh dari Jalan Raya Mojokerto – Jombang sehingga relatif mudah dijangkau.

Untuk menuju Candi Brahu, perjalanan dapat dimulai dari Jalan Raya Mojokerto – Jombang, tepatnya melalui jalan yang berada di depan kantor Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Provinsi Jawa Timur. Ikuti jalan tersebut ke arah utara sejauh kurang lebih 1,8 kilometer hingga Candi Brahu terlihat di sisi kanan jalan.

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari karena suasananya cenderung lebih tenang. Sebenarnya, kawasan ini terkenal akan pemandangan matahari terbitnya yang indah. Ada banyak orang yang suka datang subuh ke kawasan ini demi bisa menyaksikan sunrise. Namun, karena jam kunjungan resmi baru dimulai pukul 08.00, jika gerbang masih tertutup, kita bisa menikmati pemandangan sunrise dari luar pagar.

Candi Brahu buka setiap hari hingga pukul 16.00. Harga tiket masuknya cukup terjangkau, yaitu Rp3.000 per orang. Tarif tersebut berlaku sama untuk pengunjung dewasa dan anak-anak, serta tidak dibedakan antara wisatawan domestik dan mancanegara. Namun, harga ini bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pengelola. Selain itu, pengunjung yang membawa kendaraan juga perlu membayar biaya parkir sebesar Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil.

Meski harga tiket masuknya relatif murah, sebaiknya tetap menyiapkan uang tambahan untuk membeli makanan atau minuman selama berada di kawasan wisata. Candi Brahu juga dilengkapi sejumlah fasilitas untuk menunjang kenyamanan pengunjung, seperti area parkir yang luas, pusat informasi, toilet, gazebo, dan restoran.

Baca juga: Candi Bajang Ratu: Gapura Megah Peninggalan Kerajaan Majapahit

Candi Brahu mungkin tidak semegah gambaran tentang kejayaan Majapahit yang sering muncul di buku sejarah. Namun, bangunan bata merah ini menjadi salah satu peninggalan yang masih bertahan di Trowulan.

Melihat Candi Brahu berarti melihat satu bagian kecil dari sejarah besar yang pernah berlangsung di kawasan ini.

Post Views: 16
Tags: candi buddhacandi di Jawa Timurcandi di Mojokertocandi peninggalan Majapahitcara menuju Candi BrahuKerajaan Majapahitlokasi Candi Brahutempat wisata di Mojokertotempat wisata di Trowulantiket masuk Candi Brahu
Share188Tweet118

TERKINI

Candi Brahu di Mojokerto, Menelusuri Jejak Sejarah Majapahit di Trowulan

Candi Brahu di Mojokerto, Menelusuri Jejak Sejarah Majapahit di Trowulan

7 September 2026
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung membuka Indonesia Coffee Expo.

Indonesia Coffee Expo 2026 Kembali Digelar

7 September 2026
Mengenal Dia de los Muertos, Tradisi Meksiko untuk Mengenang Orang yang Telah Tiada

Mengenal Dia de los Muertos, Tradisi Meksiko untuk Mengenang Orang yang Telah Tiada

7 September 2026
Hari Pelanggan Nasional

Pesan M. Feriadi Soeprapto di Hari Pelanggan Nasional 2026

4 September 2026
jne labuan bajo

Pasca Gempa, Layanan JNE Labuan Bajo Kembali Normal

4 September 2026
jne surabaya salurkan beasiswa pendidikan

Tumbuhkan Asa Siswa Berprestasi, JNE Surabaya Salurkan Beasiswa Pendidikan

4 September 2026

POPULER

10 Strategi Marketing Murah untuk UMKM agar Jualan Makin Laris

10 Strategi Marketing Murah untuk UMKM agar Jualan Makin Laris

by Penulis JNEWS
18 August 2026

Cara Mengurangi Gaya Hidup FOMO agar Lebih Bijak Mengelola Waktu, Uang, dan Prioritas

Cara Mengurangi Gaya Hidup FOMO agar Lebih Bijak Mengelola Waktu, Uang, dan Prioritas

by Penulis JNEWS
6 August 2026

Mont Saint-Michel di Prancis: Destinasi Wisata yang Wajib Masuk Bucket List

Mont Saint-Michel di Prancis: Destinasi Wisata yang Wajib Masuk Bucket List

by Penulis JNEWS
18 July 2026

Tulum Meksiko: Kota Kuno Suku Maya dengan Panorama Laut Karibia

Tulum Meksiko: Kota Kuno Suku Maya dengan Panorama Laut Karibia

by Penulis JNEWS
28 July 2026

Cara Buat Paspor Pertama Kali: Syarat, Prosedur, dan Biaya yang Perlu Disiapkan

Cara Buat Paspor Pertama Kali: Syarat, Prosedur, dan Biaya yang Perlu Disiapkan

by Penulis JNEWS
24 August 2026

JNEWS Online

©2020 - Your Trusted Logistic Portal

Navigate Site

  • About
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • JONI
    • Aksi JONI
    • Hobi JONI
    • Inspirasi JONI
    • Lokasi JNE
    • Program JNEWS Online
      • Fun Writing
      • Kuis JNEWS Online
      • Kuis Kalender JNE
    • JLC Race 2025
    • Video
    • E-Rekrutmen
  • Logistik & Kurir
  • Infografik
  • e-Commerce
  • UKM
    • Komunitas
    • Golaborasi 2023
  • Lifestyle
    • Tekno
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • JNE Content Competition
      • Content Competition 2025
      • Content Competition 2023
      • Content Competition 2024
      • Pemenang Content Competition 2023
    • HUT JNE
      • HUT 32 Tahun JNE
      • 33 Tahun
      • 34 Tahun JNE
    • JNE x Slank
    • Cosmo JNE FC
    • Gelitik
    • Pekan Kartini
    • Top Side Banner
    • Side Banner 1
    • Side Banner 2

©2020 - Your Trusted Logistic Portal