JNEWS – Gerbang Brandenburg, atau Brandenburger Tor, merupakan landmark bersejarah di Berlin yang dibangun pada akhir abad ke-18. Arsitekturnya bergaya neoklasik, bentuknya berupa gerbang besar dengan deretan pilar tinggi, mirip bangunan Yunani kuno. Lokasinya juga berada di pusat kota, sehingga dari dulu sering jadi titik penting untuk aktivitas publik maupun peristiwa besar.
Saat Perang Dingin, gerbang ini berada tepat di wilayah perbatasan antara Berlin Barat dan Timur. Setelah Jerman kembali bersatu, Gerbang Brandenburg menjadi simbol persatuan dan tempat orang berkumpul, sekaligus pengingat bahwa kota ini pernah melewati masa yang cukup rumit.
Mengenal Gerbang Brandenburg

Gerbang Brandenburg adalah bekas gerbang kota sekaligus salah satu simbol utama Berlin, Jerman. Letaknya di antara Pariser Platz dan Platz des 18. März, dan menjadi satu-satunya gerbang lama yang masih tersisa dari pintu masuk kota.
Tidak jauh dari situ, sekitar satu blok ke utara, berdiri gedung Reichstag. Dari gerbang ini juga terbentang jalan Unter den Linden, jalur terkenal yang dipenuhi pohon linden dan dulu mengarah langsung ke kawasan kediaman kerajaan.
Pembangunannya dimulai pada masa Raja Friedrich Wilhelm II sebagai lambang perdamaian. Arsiteknya, Carl Gotthard Langhans, mengerjakan proyek ini dari tahun 1788 sampai 1791. Struktur gerbang terdiri dari dua belas kolom bergaya Doric, masing-masing enam di tiap sisi, yang membentuk lima jalur masuk. Pada masanya, warga biasa hanya boleh lewat di bagian samping, sementara jalur tengah digunakan untuk kepentingan tertentu.
Di bagian atas gerbang terdapat patung Quadriga, yaitu kereta yang ditarik empat kuda dan dikendalikan oleh Viktoria, dewi kemenangan dalam mitologi Romawi. Arah hadapnya ke timur.
Desain keseluruhan gerbang ini terinspirasi dari Propylaea, pintu masuk ke Acropolis di Athena, sehingga terlihat jelas pengaruh arsitektur klasik Yunani. Gaya ini juga menandai pergeseran selera arsitektur Berlin pada masa itu, dari Baroque ke klasikisme yang lebih sederhana dan terstruktur.
Quadriga sendiri dibuat oleh pematung Johann Gottfried Schadow, yang memperkuat kesan monumental pada bagian puncak gerbang.
Baca juga: Visa Schengen: Pengertian, Jenis, dan Cara Mengajukannya
Jejak Sejarah di Balik Gerbang Brandenburg
Bentuk Gerbang Brandenburg tidak banyak berubah sejak pertama kali selesai dibangun, tetapi perannya dalam sejarah politik Jerman terus bergeser.
Setelah Prusia kalah pada 1806 dalam Pertempuran Jena-Auerstedt, Napoleon Bonaparte membawa Quadriga ke Paris sebagai simbol kemenangan. Ketika Prusia berhasil merebut Paris pada 1814 di bawah pimpinan Ernst von Pfuel, patung itu dikembalikan ke Berlin. Pada saat itulah mahkota daun zaitun yang dikenakan Viktoria diganti dengan Salib Besi, menegaskan maknanya sebagai simbol kemenangan.
Memasuki era Nazi, gerbang ini dimanfaatkan sebagai alat propaganda. Meski begitu, bangunannya tetap berdiri setelah Perang Dunia II sementara kawasan Pariser Platz di sekitarnya hancur.
Setelah perang usai, pemerintah Berlin Timur dan Barat sempat bekerja sama memperbaiki gerbang ini. Saat itu, orang dan kendaraan masih bisa melintas bebas, sebelum akhirnya situasi berubah drastis pada 1961 ketika Pembangunan Tembok Berlin dimulai. Tembok dan zona penjagaan memutus akses total antara Jerman Barat dan Timur. Gerbang ini, dan temboknya, menjadi simbol pemisah bangsa yang nyata.
Gerbang ini juga sering menjadi latar momen politik penting. Pada 1963, John F. Kennedy datang berkunjung, pandangannya ke arah timur sengaja dihalangi. Beberapa dekade kemudian, Ronald Reagan berdiri di tempat yang sama pada 1987 dan menyerukan agar tembok dibuka.
Pada tahun 1989, saat Tembok Berlin runtuh, gerbang ini akhirnya benar-benar dibuka kembali. Helmut Kohl berjalan melewatinya dan disambut oleh Hans Modrow, menandai momen yang cukup emosional bagi banyak orang. Tahun 1994, Bill Clinton juga berpidato di sini, menyinggung kondisi Eropa setelah Perang Dingin.
Beberapa tahun kemudian, tepatnya 2000, gerbang ini dipugar dengan biaya sekitar 6 juta dolar. Sekarang, area di sekitarnya sudah tidak lagi dilalui kendaraan dan sebagian Pariser Platz dijadikan zona pejalan kaki, membuat suasananya lebih terbuka dan nyaman untuk publik.
Tip Berkunjung ke Gerbang Brandenburg

Mengunjungi Gerbang Brandenburg adalah pengalaman wajib saat berada di Berlin. Karena lokasinya di area publik yang terbuka, tempat ini bisa diakses secara gratis 24 jam sehari.
Kalau ingin suasana lebih santai, datang pagi sekitar pukul 07.00–08.00 sebelum area mulai ramai. Setelah lewat pukul 09.30, biasanya turis sudah memadati sekitar gerbang. Untuk foto, waktu terbaik adalah saat matahari terbit dengan cahaya yang lebih lembut, atau malam hari ketika lampu-lampu menyala. Kalau datang di musim semi, sekitar April sampai Juni, area sekitar juga terlihat lebih segar karena banyak taman yang sedang berbunga.
Akses ke Gerbang Brandenburg cukup mudah. Kalau naik kereta, bisa turun langsung di stasiun Brandenburger Tor yang dilayani jalur S-Bahn dan U-Bahn. Ada juga bus wisata seperti jalur 100 yang berhenti tidak jauh dari lokasi.
Kalau sedang jalan kaki di sekitar pusat kota, gerbang ini ada di ujung jalan Unter den Linden dan menghadap ke Pariser Platz, jadi cukup mudah ditemukan tanpa harus banyak bertanya.
Area di sekitar gerbang cukup padat dengan tempat menarik, jadi sayang kalau tidak sekalian dijelajahi. Tidak jauh dari situ ada Reichstag Building yang terkenal dengan kubah kacanya. Tapi kalau mau masuk, perlu reservasi dulu.
Sekitar lima menit jalan kaki ke arah selatan, ada Memorial to the Murdered Jews of Europe. Setelah itu, bisa lanjut ke Tiergarten, taman luas yang cocok untuk istirahat setelah keliling.
Di sekitar Gerbang Brandenburg juga ada fasilitas yang cukup lengkap. Salah satunya pusat informasi wisata Berlin di sisi selatan, tempat untuk ambil peta, beli suvenir, atau cari info tur. Di dalam area gerbang juga ada ruang kecil yang disebut Raum der Stille, tempat yang bisa dipakai untuk duduk tenang sejenak kalau ingin rehat.
Baca juga: Contoh Itinerary Eropa untuk Liburan Pertama Kali
Kalau sedang liburan ke Berlin, mampir ke Gerbang Brandenburg itu adalah hal wajib. Tempatnya gampang diakses, tidak perlu tiket, dan selalu ada hal yang bisa dilihat, entah pagi atau malam.











